Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari November, 2009

Sebuah Novel Kisah Pribadi

"KINI, LEPASKAN AKU. MAMA..."

Mencari - cari sebuah ide the best emang susah. Tapi kalau ide itu dibuat berdasarkan sebuah kisah nyata. Apalagi kisah nyata pribadi seorang penulis yang menggapai perubahan. Amatlah mungkin terlihat sangat menarik.

Hari ini, tepat aku menemukan sebuah ide cemerlang. Dan sesuatu yang benar - benar akan dapat menggugah setiap orang yang membacanya.

berjudul: Kini, Lepaskan Aku, Mama.

Vanny Chrisma W.
(Based by true story)

ini adalah semacam curhat

kenapa aku tidak bisa menulis cerpen?
k e n a p a ? ? ????
pertanyaan itulah yang selalu bergelayut di dalam diriku. hanya untuk menulis 4 lembar saja aku tidak bisa. di manakah ide itu ????
aku sedih.....dan kehilangan masa - masa itu.....

kumpulan puisi

Kumpulan puisi:
1
Sedih
Di mana dapat kuutarakan rasa sedih ini?
Saat tangis dan hujan mengguyur hatiku.
Di mana dapat kuutarakan rasa gundah ini?
Saat air mata memintanya untuk keluar.

Hati,
Apakah kau tahu tentang sebuah perasaan?
Menggelora tapi menyakitkan.
Carikanlah aku, sebuah tempat.
Untuk menangis tanpa ramai.
Sepi.

Di mana dapat kuutarakan rasa sedih ini?
Saat semuanya telah usai.
Carikanlah aku, sebuah tempat
Untuk menangis tanpa ramai.
Sedih....

2
Senyum
Garis bibir itu tertarik,
Beberapa senti. Membentuk sebuah garis tipis.
Mata itu menyipit,
Lesung pipit yang tampak,
Ku tahu kau sedang tersenyum.

Tatapanmu itu,
Aduhai, kau tahu itu yang kuharapkan.
Penuh cinta dan kasih.
Garis bibir itu tertarik, membentuk garis tipis.
Dan aku tersenyum padamu.

3
Marah
Jangan,
Sepasang bola matamu memerah.
Urat – uratmu menonjol keluar.
Nafasmu berdengus – dengus.
Tubuh dan tangan gemetar.

Jangan,
Ku bilang...., hentikanlah semua itu.
Amarah menggelora.
Hampir membunuh jiwaku.
Tahukah en…

merindukan masa lalu, saat berjuang

Aku...rindu,

4 Tahun yang lalu, aku masih berumur 21 tahun. Dan aku, bermimpi menjadi seorang penulis novel. Aku, berjuang dari sesuatu yang bernilai nol, menjadi angka enam digit. Meraihnya, tak semudah membalikkan telapak tangan. Meraihnya, harus rela menderita tekanan batin dari semua orang dan pihak yang membenci profesi ini. Hingga aku berjanji pada diri sendiri, bahwa aku bisa. Dan yakin, suatu hari nanti namaku akan sukses dan dikenal orang.

Aku...rindu,

4 tahun yang lalu, semangat dan jiwa ini kuat. Dan menggebu - gebu. Hidup, dari yang tak ada, menjadi ada.

sampai pada saat, semangat itu redup. Sepertinya aku menderita satu kekalahan...kalah dalam bertempur di medan perang. Namun ternyata, Tuhan tidak tidur. Dia tahu, tahu akan perjuanganku. Dan aku percaya, bahwa keberhasilan itu berasal dari beribu kegagalan.

apakah aku salah satu dari yang berhasil, tergantung apakah aku sanggup mengakhiri kegagalan ini....