Popular Post

Popular Posts

Recent post

Archive for 2010


Jenghis Khan (bahasa Mongolia: Чингис Хаан), juga dieja Genghis Khan, Jinghis Khan, Chinghiz Khan, Chinggis Khan, Changaiz Khan, dll, nama asalnya Temüjin, juga dieja Temuchin atau TiemuZhen, (sek. 1162 - 18 Agustus 1227) adalah khan Mongol dan ketua militer yang menyatukan bangsa Mongolia dan kemudian mendirikan Kekaisaran Mongolia dengan menaklukkan sebagian besar wilayah di Asia, termasuk utara Tiongkok (Dinasti Jin), Xia Barat, Asia Tengah, Persia, dan Mongolia. Penggantinya akan meluaskan penguasaan Mongolia menjadi kekaisaran terluas dalam sejarah manusia. Dia merupakan kakek Kubilai Khan, pemerintah Tiongkok bagi Dinasti Yuan di China.

Kehidupan awal

Jenghis Khan dilahirkan dengan nama Temüjin sekitar tahun 1162 dan 1167, anak sulung Yesügei, ketua suku Kiyad (Kiyan). Sedangkan nama keluarga dari Yesügei adalah Borjigin (Borjigid). Temujin dinamakan seperti nama ketua musuh yang ditewaskan ayahnya.
Temujin lahir di daerah pegunungan Burhan Haldun, dekat dengan sungai Onon dan Herlen. Ibu Temujin, Holun, berasal dari suku Olkhunut. Kehidupan mereka berpindah-pindah layaknya seperti penduduk Turki di Asia Tengah. Saat Berumur 9 tahun, Temujin dikirimkan keluar dari sukunya karena ia akan jodohkan kepada Borte, putri dari suku Onggirat. Ayah Temujin, Yesugei meninggal karena diracuni suku Tartar tepat pada saat ia pulang setelah mengantar Temujin ke suku Onggirat.
Temujin pun dipanggil pulang untuk menemui ayahnya. Yesugei memberi pesan kepada Temujin untuk membalaskan dendamnya dan menghancurkan suku Tartar di masa depan. Kehidupan Temujin bertambah parah setelah hak kekuasaannya sebagai penerus kepala suku direbut oleh orang lain dengan alasan umur Temujin yang masih terlalu muda. Temujin dan keluarganya diusir dari sukunya karena ia ditakuti akan merebut kembali hak kekuasaannya atas suku Borjigin. Hidup Temujin dan keluarganya sangat menderita. Dengan perbekalan makanan yang sangat terbatas, Ia dan adik-adiknya hidup dengan cara berburu. Pada saat ia menginjak remaja, kepala suku Borjigin mengirimkan pasukan untuk membunuh Temujin.
Temujin berhasil tertangkap dan ditawan oleh musuhnya, namun ia berhasil kabur dari tahanan dan dengan pertolongan dari orang-orang yang masih setia kepada Yesugei. Pada saat menginjak dewasa, Temujin berjuang dan mengumpulkan kekuatannya sendiri.

Menyatukan Mongolia

Temujin mempunyai teman baik yang juga merupakan saudara angkatnya, yang bernama Jamukha. Ia pernah berkali-kali ditolong oleh Jamukha, yang merupakan keturunan dari suku Jadaran. Bersama-sama dengan saudara angkatnya, Temujin berhasil merebut kembali hak kekuasaannya atas sukunya dan juga perserikatan Mongolia yang didirikan ayahnya dahulu. Waktu demi waktu, wilayah Temujin menjadi semakin besar, yang dilakukan dengan cara menghancurkan musuh-musuhnya dan menggabungkan suku-suku dalam perserikatan Mongolia. Musuh terbesar Temujin dalam sejarah ternyata adalah saudara angkatnya sendiri, Jamukha, yang sering mengadu-domba Temujin dengan suku-suku lainnya, termasuk ayah angkat Temujin sendiri yang bernama Wang Khan. Setelah Temujin berhasil menyisihkan musuh-musuhnya dan melaksanakan perintah almarhum ayahnya, Yesugei, ia kemudian juga berhasil membalaskan kematian nenek-moyangnya, yang dibunuh oleh kerajaan Jin. Temujin kemudian diangkat menjadi Khan dengan gelar Jenghis Khan; yang artinya "Khan dari Segala-galanya".

Memerangi kerajaan Jin

Nenek-moyang kerajaan Jin berasal dari suku Jurchen. Suku Jurchen berhasil menguasai wilayah utara Cina selama lebih dari 100 tahun. Hal ini akan menjadi kesulitan besar untuk Jenghis Khan dalam menunaikan tugasnya. Kerajaan Jin memiliki jumlah pasukan yang hampir mendekati jutaan jiwa (lebih dari 10 kali lipat dari pasukan Jenghis Khan pada waktu itu). Mereka hidup aman dibalik tembok kerajaan yang besar dan susah untuk diserang. Jenghis Khan berhasil meruntuhkan semangat perang dan kekuataan kerajaan Jin dalam berbagai peperangan. Salah satunya adalah perang di Tebing Serigala Liar, dimana Jenghis Khan yang hanya memiliki pasukan tidak lebih dari 100.000 tentara berhasil membabat pasukan musuh yang besarnya lebih dari setengah juta jiwa. Kejayaan Jenghis Khan terbukti dari keberhasilannya dalam merebut ibukota kerajaan Jin, Dadu, yang sekarang ini menjadi Beijing. Para seniman (artis), ahli senjata (terutama ahli senjata berat/siege weapon), dan barang berharga, semuanya dibawa kembali ke Mongolia sebagai budak dan rampasan perang.

Invasi ke Timur Tengah

Sejarah mencatat invasi yang dipimpin oleh Jenghis Khan sendiri dengan ratusan ribu tentara terpilih ke kerajaan Khawarizmi yang pada waktu itu menguasai seluruh wilayah Timur Tengah diawali dengan pedagang Mongolia yang dibunuh dan harta mereka dirampas oleh panglima Khawarizmi yang serakah. Keserakahan itu membawa bencana bagi bangsanya. Jenghis Khan berhasil menawan dan menghukum mati panglima tersebut dengan cara menuangkan logam panas ke matanya. Kerajaan Khawarizmi menderita kerugian yang tidak terhitung. Amarah Jenghis Khan bertambah setelah cucu kesayangannya terbunuh. Populasi rakyat Timur Tengah berkurang hingga 10%, dan wilayah Mongolia pun bertambah luas sampai kebagian barat benua Asia.
Sejarah pernah mencatat bahwa pada saat Jenghis Khan mundur kembali ke Mongolia, ia sempat memerintahkan dua jendral terbaiknya, Jebe dan Subotai Baatur untuk menyelidiki daerah barat dan membasmi sisa musuh sampai ke wilayah Russia. Jebe dan Subotai pernah menginjak daratan Eropa pada saat itu, dan mengalami konfrontasi dan menghancurkan pasukan Salib yang hendak menyerang wilayah Arab. Sumber konfrontasi itu diperkirakan terjadi karena pasukan Salib dari Eropa mengira pasukan Mongol adalah pasukan Arab.
Wilayah Timur Tengah kemudian dibagi-bagi dan dikuasai oleh putra-putra Jenghis Khan.

Akhir hidup Jenghis Khan

Jenghis Khan yang sudah berumur tua dipaksa untuk memimpin pasukan untuk menghancurkan kerajaan Abbasiyah untuk kesekian kalinya, namun ketidak-cakapan para pasukan dan seringnya melakukan mabuk-mabukan memperlemah pasukan militernya. Ia meninggal dalam perjalanan karena terjatuh dari kuda dan dirahasiakan oleh panglima-panglima setianya sampai musuh berhasil ditaklukan. Kuburan Jenghis Khan dirahasiakan agar tidak dirusak oleh orang lain. Kekuasaan Mongol diwariskan kepada putra ketiganya, Ogodai Khan. Alasan Jenghis Khan menunjuk putra ketiganya untuk meneruskan tahta warisnya, disebabkan oleh keahlian yang dimiliki Ogodai Khan dalam bernegoisasi, memimpin negara dan sifatnya yang tidak sombong (tidak seperti kedua kakaknya yang sering bertempur satu sama lain).


Mongolia setelah Jenghis Khan

[sunting] Ogodei Khan

Ogodei Khan, anak ketiga yang menjadi Khan Agung, bukan hanya berhasil dalam mempertahankan wilayah Mongolia yang telah dibangun oleh ayahnya, namun ia berhasil memperluas kekuasaannya dengan menghancurkan kerajaan Jin untuk terakhir kalinya, serta memerintahkan panglimanya untuk memperluas kekuasaan di wilayah Eropa. Wilayah Russia, Polandia, serta Hungaria berhasil dikuasai oleh Mongolia. Pasukan gabungan yang dipimpin oleh Henry dari Silesia tergabung dari pasukan Hungaria, Polandia, dan Jerman (Kekaisaran Suci Romawi) yang terdiri dari pasukan Teutonik terbantai tak bersisa dalam perang di Leignitz. Sejarah Eropa mencatat kekejaman dan teror besar yang dilakukan oleh kerajaan Mongolia atas rakyat Eropa. Pasukan Mongolia baru menghentikan perluasan wilayah mereka di Eropa setelah mendengar kematian Ogodei Khan. Negara-negara Eropa memilih untuk memberikan upeti kepada kerajaan Mongolia daripada mengambil risiko untuk melawan Mongolia. Eropa bahkan memohon bantuan Mongolia untuk menghancurkan Arab. Sebagian wilayahnya kemudian akan menjadi Dinasti Yuan di bawah Kublai Khan, anak Tolui Khan

Tolui Khan

Tolui Khan, anak termuda, mewarisi tanah Mongolia yang relatif kecil. Anaknya, Kublai Khan, akan mendirikan Dinasti Yuan.

Chagatai Khan

Chagatai Khan, anak kedua, diberi Asia Tengah dan Iran utara, mendirikan Kekhanan Chagatai.

Batu Khan

Batu Khan adalah anak Jochi Khan, anak tertua Jenghis Khan yang telah mati sebelum kematian Jenghis Khan. Warisan tanah yang sekiranya diwarisi oleh Jochi, yakni Rusia, diberikan oleh kedua anaknya, Batu Khan dan Orda Khan, yang keduanya, beserta 12 saudara mereka lainnya, mendirikan Ulus Jochi (Golden Horde)
Setelah kematian Ogodei Khan, Mongolia dikuasai oleh Batu Khan yang memiliki visi lain dalam memperluas kerajaan Mongolia. Ia mengirimkan pasukan untuk menguasai tanah Arab yang sebelumnya dikuasai oleh Eropa, seperti Damaskus dan kota-kota lainnya. Pasukan Eropa mengirimkan bantuan pada saat mereka merebut kota Yerusalem. Pasukan Mongolia tercatat dalam sejarah memperluas kekuasaannya sampai ke wilayah Mesir. Setelah kematian Batu Khan, pasukan Mongolia menghentikan agresi militernya ke arah barat.


Kubilai Khan

Mongolia pada saat kekuasaan Kubilai Khan berhasil memperluas wilayah sampai seluruh Cina, Korea, Burma, Vietnam, dan Kamboja. Pasukan Mongolia pernah melakukan agresi militer ke Jepang dan Jawa (Kerajaan Singasari), namun tidak berhasil.

Dominasi global

Mongolia berjuang untuk membawa nama baik bangsanya dengan prinsip yang telah diajarkan oleh pahlawan mereka, yaitu Jenghis Khan. Sejarah dunia mencatat bahwa Mongolia adalah satu-satunya negara yang kekuasaannya mendekati dominasi atas seluruh dunia (global domination). Kekuasaannya waktu itu adalah: China, Mongolia, Russia, Korea, Vietnam, Burma, Kamboja, Timur Tengah, Polandia, Hungaria, Arab Utara, dan India Utara.

Jenghis khan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Taiji, lambang tradisional untuk kekuatan Yin dan Yang
Konsep Yin Yang atau Yinyang (Hanzi: 陰陽) berasal dari filsafat Cina dan metafisika kuno yang menjelaskan setiap benda di alam semesta memiliki polaritas abadi berupa dua kekuatan utama yang selalu berlawanan tapi selalu melengkapi. Yin bersifat pasif, sedih, gelap, feminin, responsif, dan dikaitkan dengan malam. Yang bersifat aktif, terang, maskulin, agresif, dan dikaitkan dengan siang. Yin disimbolkan dengan air, sedangkan Yang disimbolkan dengan api.
Yin (feminin, hitam, bersifat pasif) dan Yang (maskulin, terang, bersifat aktif) adalah dua elemen yang saling melengkapi. Setiap kekuatan di alam dianggap memiliki keadaan Yin dan Yang.
Kemungkinan besar teori Yin dan Yang berasal dari ajaran agama agraris zaman kuno. Konsep Yin Yang dikenal dalam Taoisme dan Konfusianisme, walaupun kata Yin Yang hanya muncul sekali dalam kitab Tao Te Ching yang penuh dengan contoh dan penjelasan tentang konsep keseimbangan.
Konsep Yin Yang merupakan prinsip dasar dalam ilmu pengobatan tradisional Cina yang menetapkan setiap organ tubuh memiliki Yin dan Yang.

Yin dan Yang

Resensi Film "The Fall"

Senin, 10-12-2007 13:00:26 oleh: Oni Suryaman
Kanal: Gaya Hidup
Resensi  Film "The Fall" Film ini diputar di Jiffest 2007 tanggal 9 dan 13 Desember. Aku berkesempatan mencicipi film ini duluan di closing movie ScreamFest yang barusan berakhir di Blitz.
Film ini adalah sebuah film fantasi yang dilatarbelakangi oleh seorang anak yang patah tulang bahunya setelah jatuh yang mengunjungi secara teratur seorang pasien yang lain di rumah sakit yang sama, karena ia punya cerita yang menarik. Dan film ini menceritakan kisah sang anak dan pasien dan ceritanya secara paralel.
Salah satu keunggulan dari film ini adalah sinematografinya. Layak untuk Oscar. Sang sutradara dengan piawai mem-blend satu scene dengan scene yang lain sehingga kadang terlihat surealis. Bahkan jika Anda tidak dapat begitu mengikuti ceritanya, Anda akan tetap terpukau oleh indahnya gambar yang disuguhkan di depan Anda. Film ini dibuat di 20 negara, termasuk Indonesia, yaitu di Bali. Dan anda bisa melihat bagaimana indah dan mistisnya Bali di-blend ke dalam cerita.
Skenarionya adalah keunggulan yang kedua, karena ia begitu innocent, mengikuti sudut pandang seorang anak. Ini sungguh bukan usaha yang mudah, dan tidak banyak film yang bisa seperti itu (seperti Finding Neverland misalnya). Anda akan tertawa dan sekaligus trenyuh melihat pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dari kacamata seorang anak gadis kecil, yang kalau tersenyum kelihatan ompongnya.
Dan yang paling menarik adalah simbologinya. Sayangnya, ini mungkin kurang bisa dinikmati, mengingat simbol-simbol tersebut tidak terlalu mudah untuk dipahami kalau pengetahuan umum Anda kurang banyak. Banyak kelucuan-kelucuan kecil yang tersembunyi di sana. Saya tidak akan membeberkannya di sini karena akan mengurangi kenikmatan Anda. Begitu Anda mampu melihatnya, Anda akan tahu betapa indahnya keseluruhan film tersebut, seperti kesatuan mozaik dari pecahan kaca yang beraneka.
Secara keselurahan, ini adalah sebuah film yang luar biasa, sayang untuk dilewatkan. Entah kapan lagi Anda akan disuguhi film setaraf ini.
Nilai: 5/5
Sutradara: 5/5
Sinematografi: 5/5
Skenario: 5/5
Akting: 4/5

The Fall

TURTLES CAN FLY
Lakposhtha hâm parvaz mikonand (2004)


Written and directed by Bhaman Ghobadi

Cast :
Agrin : Avaz Latif
Satellite : Soran Ebrahim
Hengov : Hiresh Feysal Rahman
Rega : Abdol Rahman Karim
Pasheo : Sadaam Hossein Feysal
Hangao : Hiresh Feysal Rahman
Shirko : Ajil Zibari



REVIEW :
=======



TURTLES CAN FLY merupakan film pertama tentang perang di Iraq masa Invasi Amerika dibawah Presiden George W. Bush. Bolehlah dibilang saya adalah pecinta film-film Iran, sebab saya menyukai film-film yang natural dan bermuatan filosofi. Dan seperti film Iran lainnya 'Turtles Can Fly' juga menyajikan pengajaran kehidupan secara folosofis tanpa ada kesan menggurui penontonnya. Nah ini yang jarang sekali saya dapat dari film nasional kita, apalagi sinetron.

'Turtles Can Fly' menyajikan paradoks : film anak-anak yang penuh humor, manisnya adegan jenaka anak-anak, sekaligus film perang yang paling mengerikan.
Dalam film ini memang tidak ada adegan hunjaman peluru menembus batok kepala, seperti pada film Saving Private Ryan, atau semburan darah, potongan tubuh seperti di film Kingdom of Heaven, atau adegan sadisme yang lazim dalam film-film perang dengan tekhnologi mutakhir. Sebaliknya 'Turtles Can Fly' adalah sebuah film sederhana, namun secara psikologis ini memberikan dampak psikologis yang paling dalam. Meski Badan sensor film memberikan label genre 'Parental Guide', namun film ini bukan film anak-anak, melainkan seharusnya film dewasa.

'Turtles Can Fly' menyajikan peperangan yang sedemikian kuatnya berdampak pada 'innocent victims of conflict'. Ya, peperangan paling banyak menyengsarakan korban tak berdosa, terutama anak-anak. Dan secara sempurna film ini menyajikan akibat perang 'dimata anak-anak'. Sehingga saat kita menonton, secara tidak sadar kita akan digiring oleh sang sutradara 'berpikir dan berlogika secara anak-anak pula'. Inilah keistimewaan yang dimiliki film-film Iran yang sudah menjadi satu ciri khas, seperti dalam film Children of Heaven, Baran, Kandahar, Color of Paradise, Osama, dll.

Dimulai dengan adegan gadis kecil menjatuhkan diri dari sebuah tebing yang curam, film ini bercerita dengan latar belakang sebuah desa 'Iraqi Kurdistan' di perbatasan
Iran dan Turkey. Penduduk desa yang dalam suasana perang lebih mementingkan berita ketimbang sajian hiburan di TV. Untuk itulah semua penduduk desa berusaha memasang antena yang paling kuat menangkap gelombang siaran berita di televisi.
Dengan set tahun 2003 dibawah invasi Amerika, film ini menggambarkan terobsesinya orang-orang dengan berita Internasional yang didapat dari Satelit untuk mendapatkan informasi rencana Amerika kedepan dalam 'menyelamatkan' Iraq.

Seorang anak laki-laki berumur 13 tahun atau tepatnya 'de-factor leader' bagi sekumpulan anak-anak yatim-piatu di camp pengungsi, ia dipanggil dengan nama 'Satellite' karena terbiasa menerima job pemasangan antena TV, sekaligus menjadi 'translater berita' bagi penduduk desa disana. Kemudian Satellite juga menerima job pembersihan 'ranjau darat' di daerah itu. Satellite merasa terganggu dengan kehadiran seorang anak laki-laki cacat, kedua tangannya putus, yang juga menerima job pembersihan ranjau yang belum menjadi 'anggota serikat pekerja anak-anak' dibawah pimpinan Satellite. Anak cacat itu bernama Henkov yang juga adalah korban ranjau darat, sehingga kedua tangannya putus. Meski cacat Henkov rupanya ahli sekali menjinakkan ranjau.



Dilain pihak Satellite naksir berat dengan adik perempuan Henkov, Agrin yang misterius dan cantik. Kemudian Satellite juga menemukan kemampuan prophetic Henkov, yang kemudian disadarinya bahwa kemampuan supranaturalnya lebih akurat ketimbang propagandanya CNN.



Henkov dimata orang lain mempunyai 2 orang adik, yang perempuan Agrin dan adik laki-laki yang masih berumur 1tahun lebih, Rega. Kemanapun, mereka selalu bertiga. Dan si kecil Rega selalu dalam gendongan Agrin, sesekali digendong oleh Henkov yang meski 'tanpa tangan' namun cukup cekatan menggendong si kecil.



Agrin gadis kecil mungkin umurnya baru 12tahun, yang terjebak oleh ganasnya perang, kedua orang tuanya terbunuh akibat perang saudara di Iraq, dalam saat yang bersamaan ia mengalami tragedi yang lain, diperkosa beramai-ramai oleh tentara, sehingga pada usia yang sangat muda ia mempunyai anak. Oleh pengungsi lain anak dalam gendongannya itu dikira adiknya. Kehidupan serba sulit, mengungsi dengan anak dan saudara laki-laki yang cacat. Sudah berkali-kali Agrin mencoba bunuh diri karena tidak mampu menahan beban berat hidup. Namun setiap kali dia ingat kakaknya Henkov yang cacat, ia berpikir mampukah ia merawat rega anaknya? Dan ia mengurungkan niat itu. Adegan ketiga anak kecil itu kerap memancing rasa haru.

Rupanya perang zaman sekarang juga masih menggunakan jalur-jalur propaganda atau bahasa halusnya 'informasi' : "We are here to take away your sorrows!" "Those against us are our enemies. We will make this country a paradise. We are the best!" itulah bunyi leaflets yang dijatuhkan dari helikopter pasukan Amerika. Entah dalam kejadian nyata isi leaflets bunyinya begitu atau tidak, namun dengan melihat gaya American dan sikap Bush yang sedemikian, mungkin saja isi leaflets-nya begitu. Dan betapa senangnya masyarakat suku Kurdi menerima kabar bahwa keberadan mereka 'dibela' dengan akhir Saddam Hussein diturunkan dari tahta kepresidenannya. Pesan-pesan itu membawa harapan perang segera berakhir.



Kabar baik dari pasukan 'hero' itu tidak ada dampaknya ibu-muda Agrin, ia tetap tertekan, terlebih ketika ia memikirkan bagaimana nanti Rega tumbuh menjadi besar, apa pandangan orang terhadapnya. Berkali-kali Agrin mengemukakan rencananya agar meninggalkan Rega, dengan harapan bisa 'diambil/dipelihara orang lain', namun Henkov kakaknya selalu melarang, karena Henkov sangat mengasihi anak itu.

Agrin yang kehilangan masa kanak-kanak, Agrin yang memerlukan bimbingan orang-tua, ia tak mampu membereskan beban dan masalah hidupnya. Sengsara hidupnya membuyarkan semua 'natur baik' yang mungkin dimilikinya. Ia menjadi pembenci anaknya itu, ia pemurung, dan putus asa. Suasana kontradiksi, disaat masyarakat Kurdi memulai lembar baru dan menyambut jatuhnya Saddam, dengan suka-ria mendapatkan souvenir potongan patung-Saddam di ibukota yang dijatuhkan tentara Amerika. Agrin membunuh anaknya dan kemudian ia bunuh-diri. Adegan ini menyentak sekali, membuat para penonton tidak tahan dengan tragedi kematian keduanya yang ditampilkan. Akhir kisah itu sungguh mendendangkan nyanyian yang paling memilukan dan menyayat hati.

Bhaman Ghobadi's 'Turtles Can Fly' cukup menggambarkan kejadian sejarah secara instant yang merupakan one 'of the best films ever made about children in wartime'.
The Lost Memory (Memori yang hilang)
Vanessa, seorang wanita berusia 26 tahun, merasa dirinya ada masalah setelah kekasihnya berkali-kali memanggilnya gila atas tingkah lakunya yang berubah-ubah. Dia pun sering pelupa, jika mengirim pesan tak pernah ingat lagi, dan bekas pesannya pun cepat-cepat dihapus agar tidak dapat meninggalkan jejak. Vanessa pun sulit untuk diajak bersosialisasi dengan teman-teman yang lain. Jika pun mencoba untuk berkumpul, selalu ada percekcokkan besar yang membuat dirinya terisolasi dari teman-temannya. Vanessa sosok yang dibenci..., pemarah, pencuriga, dan Pemberontak. Namun terkadang ia pun sering menangis di kala berada di kesendirian. Dalam hubungan keluarganya pun dia menjadi sosok tidak disukai karena sering membantah, tidak pernah menurut dan berani pada orang yang jauh lebih tua. Dia tidak pernah pandang bulu.
Tapi, sebenarnya Vanessa mencintai kedamaian, langit dan suara-suara burung gereja yang melintas tiap pagi. Karena teguran dan ejekan dari kekasihnya itu, ia pun berusaha mencari bantuan dari mana-mana agar dapat menyembuhkan penyakit anehnya tersebut. Vanessa pun tidak menyadari bahwa ada jiwa lain di dalam tubuhnya yang mengendalikan pikiran dan tingkah lakunya sehari-hari. Pertama kalinya ia meminta bantuan 'orang pintar' untuk menghilangkan emosinya yang seringkali meledak-ledak. Berbagai terapi supranatural pun diikutinya untuk mendapatkan hasil kebaikan tersebut, agar kekasihnya tak lagi menyebutnya 'gila'.

Ternyata, selang tak berapa lama ia pun membuat masalah dengan seorang aki-aki yang diakui sakti karena tidak mau menuruti permintaan aki tersebut untuk menggunakan bunga-bunga atau semacam ritual tertentu. Vanessa membantahnya, padahal tidak ada seorangpun yang berani untuk menentang ucapan aki itu seorangpun. Hanya Vanessa yang berbicara. Kemudian, ia pun keluar dari dunia supra dan menganggap usahanya telah gagal. Pesan pribadi Vanessa diawasi dan dibaca oleh kekasihnya sendiri. Sehingga timbullah percekcokkan besar kembali. Ia pun putus asa dan menangis tiap hari di dalam kamar.

Bantuan apalagi yang harus dicarinya? Dan semakin terpuruk ketika kekasihnya mengatakan bahwa dirinya lebih cocok mendekam di Rumah Sakit Jiwa. Vanessa berusaha mencari lagi bantuan dengan mencoba untuk mendaftar di sekolah kepribadian, John Robert Power. Namun tidak diijinkan oleh kekasihnya karena harus menelan biaya berjuta-juta rupiah. Vanessa tak putus asa, ia mencari forum motivasi agar dirinya selalu dapat berpikir positif. Tapi lagi-lagi gagal oleh rasa putus asanya.
Pada suatu hari, ia bertanya pada kekasihnya lagi tentang seseorang yang bisa menghipnotis dan menghilangkan penyakit ketakutannya. Tapi, karena kekasihnya tersebut sudah trauma dan tidak ingin mendapatkan malu kembali. Maka Vanessa diminta untuk mencari tahu sendiri. Dan dia pun menemukan dalam situs jejaring facebook. Akan tetapi, Vanessa tidak menceritakan kisah yang sebenarnya, malah menceritakan soal adiknya yang meminta bantuan untuk menghilangkan jin yang ada di dalam tubuhynya. Semua itu masih dirahasiakan Vanessa, sampai pada satu waktu dia berkata jujur bahwa dirinya sedang ada masalah. Akan tetapi, Vanessa hanya menceritakan tentang sebagian saja permasalahan yang melandanya.
"Saya tidak bisa mengendalikan emosi saya yang meluap-luap, tolong saya. Karena tekanan darah saya mulai naik." pintanya berharap dengan sangat. Dan orang yang dianggap ahli terapi pun menyanggupinya, Vanessa pun memberikan imbalan atas bantuannya karena telah menolongnya, dia diberi sebotol air yang diberi doa-doa dan diminta untuk mempraktekkan MEDITASI.
akan tetapi, kendala dialami olehnya. Vanessa tidak sanggup bermeditasi karena pikirannya tidak terfokus. Terpecah kemana-mana. Ia pun akhirnya menghentikannya, dan tidak pernah ingin melanjutkan terapi itu setelah diberitahu oleh teman indigonya bahwa mereka tidak baik.



(bersambung)

mau tahu gimana resahnya jika hidup dengan tulisan-tulisan yang semakin menjibun?

beginilah kisah asli penulis jika mereka tengah ngendon, n sibuk dengan tulisan-tulisannya. seabrek2 buku berada di sekelilingnya.

pusing, memang benar-benar sangat pusing, bisa jadi semua bakal dilakukan olehnya dari makan2 an yang g bener, minum yg g bener dan ga pernah mau mandi pagi, katanya males,,..begitu alasannya.

yah, membuat hati dan jiwa terkadang bete sejadi-jadinya. en ga pernah ngatain orang goblok, segoblok2nya si penulis yang sok tahu macem-macem hehe...

paling banter kalo dia udah muji dirinya sendiri sebagai master piece of novel yang dikerjakannya sehingga impian semakin membabi buta. hahahha..

innilah wujud penulis gila sebenarnya...


sayang, tahukah kau kenapa aku meneteskan air mata untukmu?
adalah supaya kau jangan berkata lagi bahwa kau membenciku.
sayang, tahukah kau betapa aku sangat mencintaimu, sehingga aku takut kehilanganmu?
adalah supaya kau tahu dan tak pernah berkata lagi bahwa kau tak pedulikanku,

sayang, tahukah kau kenapa aku meneteskan air mata untukmu?
adalah supaya kau meluangkan waktu untukmu daripada bersama teman-temanmu yang menguras waktumu sampai habis dan kau menyalahkanku jika kau merasa kelelahan.

sayang, tahukah kau bahwa aku menangis karena sedih memikirkanmu....


antara penulis novel dan penulis blog...

ya, bisa dibayangkan bagaimana susahnya membagi waktu untuk menulis blog dan menulis novel atau non fiksi. seketika iri juga sih, melihat blog-blog orang lain yang sangat heboh dan menarik setiap isi yang mereka tulis. kalo dibandingkan dengan blogku yang sepi dan tidak sempat untuk mengisi artikel apapun selain hanya dua atau tiga bulan sekali. kira-kira apakah harus berharap blogku akan seramai blog-blog mereka yang lain.

kalo mau nyempatkan nulis artikel, pasti kehambat sama fesbuk, dan yang lain-lain. ya...itu sudah wajar bahwa di setiap pekerjaan selalu ada godaan. dan di setiap godaan selalu ada kemalasan. haahaha..., kapan blogku bisa seramai orang2 lainnya, ya mungkin kalo aku sudah tidak aktif lagi menulis novel atau buku.

jadi pengangguran dan akhirnya ngeblog, apakah setiap blogger adalah pengangguran? yang jelas mereka pastinya memiliki banyak waktu untuk itu. hehehe....


Judul Buku : Hannah ; Misteri Gadis Terpasung
Pengarang : Fani Krismawati
Ukuran : 13.5x21cm, 280 halaman
Harga SC : Rp 47,000
Deskripsi:
Hannah adalah seorang gadis yang mengalami berbagai musibah beruntun di dalam hidupnya, sejak kecil ia hanya disayangi oleh ibundanya. Pada waktu berumur tujuh tahun, ia diduga mengalami penurunan fungsi otak dan mengakibatkannya menjadi seorang gadis idiot yang Kadang-kadang dapat membahayakan orang lain dengan tingkahnya yang tidak disangka-sangka.
Sehingga membuat kakinya harus dipasung agar ia tidak dapat mengganggu orang lain, namun suatu hari. Ketika ibunya sedang tidak ada. Ayah Hannah selalu datang dan memperkosanya secara terus menerus. Sampai membuat Hannah menjadi gila dan menjadi gadis yang pemberontak.
Ayahnya pun sering membisiki Hannah dan meracuni bahwa ia harus membunuh ibunya dengan membakar tubuh ibunya dengan korek api. Sampai pada suatu hari, ketika ibunya lalai memasung kaki Hannah. Dan ia sedang tertidur pulas, Hannah pun menjalankan aksinya. Ia benar-benar telah membakar ibunya sampai mati.
Akhirnya Hannah dimasukkan ke dalam sebuah lembaga sosial, karena dianggap Hannah masih kecil dan dibawah umur, belum dapat dipenjarakan. Namun, pihak lembaga ternyata kewalahan menghadapi Hannah karena ulahnya. Seorang nenek yang bekerja sebagai tukang kebun mengikhlaskan diri untuk merawat Hannah di rumahnya. Tahun demi tahun nenek asuh itu merawat Hannah sampai dewasa.
Tapi pada suatu hari, nenek itu pun mati di tangan Hannah, dan membuat Hannah terusir dari lingkungan. Di rumah sakit, Hannah bertemu dengan Haidar, seorang suster yang kebetulan merawat Hannah. Dari pertemuan itulah mereka berdua rupanya saling cocok satu sama lain, sehingga Haidar berniat untuk merawatnya seperti saat ia merawat adiknya yang telah meninggal dunia karenanya.
Lee, seorang lelaki dari Malaysia yang sedang menjalankan studi S2 di Surabaya mendadak menabrak Haidar. Pertemuan-pertemuan yang tak sengaja itu menyisakan seribu macam teka-teki yang harus dituntaskan untuk mengupas cerita masa lalu mereka masing-masing sampai akhirnya terkuak dengan sendirinya.


HAI...ikutan kursus bareng Vanny ya!!!

KURSUS MENULIS NOVEL
HAI kalian…, yang gemar menulis / membaca ato memang udah berbakat nulis, tapi enggak ngerti gimana caranya biar karya kalian bisa diterbitkan? Pengen menjadi terkenal kayak Andrea Hirata dan Habiburahman El Shirazy? Yuk, ikutan Sekolah Menulis Online. Bersama saya, Vanny Chrisma W. (Novelis Produktif) yang akan ngajarin kalian dan nerangin kalian, apa sih dan bagaimana sih, jadi penulis?

PERSYARATAN JADI ANGGOTA:
- Membeli 1 sampai 3 novel karya Vanny Chrisma W.
- Mempunyai minat baca yang besar
- Tak mudah menyerah jika karya ditolak penerbit
- Usia tak terbatas

BIAYA PENDAFTARAN:
Rp 100.000 (Untuk registrasi jadi anggota)

KELAS – KELAS:
- Fiksi : Rp 200.000/bulan
- Religi: Rp 250.000/bulan
- Psikologi:Rp 300.00/bulan

JADWAL KURSUS ONLINE:
Senin – Minggu (Pukul 08.00 – 20.00)

- Pertambahan biaya jika ada yang mengajukan naskah untuk diedit.
- Akan diajari bagaimana cara menulis novel dalam waktu 2 minggu dan produktif.
- Mengenal berbagai macam karakter penerbit.
- Mendapatkan resep rahasia menulis sukses dari penulis untuk anggota.
- Kelas privat (Sesuai negoisasi)

NO.REKENING : 3169 01 000 994 59
BRI CABANG SIDOARJO

home: Perum. Wisma Tropodo
Jl. Wijaya Kusuma J no 11
Waru – Sidoarjo 61256
no. ponsel: 0881 506 1945
e-mail: fani_ceplok@yahoo.com/facebook
website: www.vannychrisma.blogspot.com
www.vannychrisma.multiply.com

- Copyright © Blog Vanny Chrisma W - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -