Popular Post

Popular Posts

Recent post

Archive for 2011

Cinta mungkin...
tak akan datang tanpa pandangan mata...
Cinta tak mungkin ada jika tanpa ada yang dicinta,
Dan cinta tak pernah sendirian,
Ia selalu bersama yang dicintai....

fotoku dan suamiku

aku hidup di mana, entahlah. aku tak punya tempat untuk bertinggal. saat aku sudah mulai terusir dari kehidupan mereka.
untuk apa jiwaku dipertahankan, aku benar-benar sangat ingin menyadarkan mereka akan keberadaanku di sini, di dunia. aku akan benar-benar meminum pil tidur itu dan mati perlahan-lahan, agar aku tak mendengar suara-suara itu, penekanan hidup dan everything.

jika dengan cara ini lebih  baik, mungkin aku memang benar-benar harus melakukannya. sebab aku sudah tak termotivasi lagi untuk hidup.
seorang wanita, hidup sendirian di dunia dalam kondisi tertekan..rupanya, semua orang adalah iblis.

malam itu, ada 10 pil tidur di atas mejaku, kupandangi bungkus plastik bertuliskan “Obat tidur, lelap” itu. yang nantinya akan kutenggak selepas aku memutuskan untuk mengakhiri hidup ini.
tetapi sayangnya, perilaku yang dulu 9 tahun lalu pernah kulakukan, rupanya seolah mengingatkanku akan kebahagiaan yang mampu usir masa penuh depresi ini, saat aku benar2 bahagia dan aku benar2 hidup.
tapi aku tak bisa kembali menemukan masa kebahagiaanku, kini seolah semua terpaksa kulakukan, demi hidup. walau rasa aku ingin benar2 mengakhirinya…
perlahan-lahan
novel ini, aku mulai menulisnya pada bulan puasa, Agustus 2011. sangat-sangat susah saat menulis naskah mentah ini. karena aku harus menderita sakit berhari-hari sebelumnya, dan saat sedang menuliskannya. berapa lama aku menulis?

1,5 bulan. satu minggunya untuk mencari bahan dan referensi, sedang ide kudapat dari penerbit. kemudian 1 minggu sisa adalah untuk merenung, apakah aku bisa menulis novel setting luar negeri apalagi di Palestina? tanah Gaza?

benar-benar susah tapi aku sangat menikmatinya, dan novel ini pun juga mendapatkan antusias dan komentar positif  dari para pembaca novel Gadis Kecil di Tepi Gaza.

banyak yang menangis dan memerlukan lembaran tissue untuk menghapus air matanya. huhuhu:( sangat mengharukan.

PALESTINE....si tokoh utama

MING YI TIAN TAK BISA LAGI BERKATA-KATA
kaku, sesosok tubuh yang baru saja jatuh dari atas perbukitan.

terlunta-lunta dalam derita yang dibuatnya sendiri.

kepala yang pecah oleh hantaman batu, menjemput ajalnya...

dalam hidup ini, nestapa selalu ada

 

         Tak perlu diragukan lagi, selembar surat itu berisi perpisahan. tuk tinggalkan ruang dan waktu, mengapa harus Ming Yi Tian? Mengapa harus dia sekali lagi. sudah sekian lama ia terkubur di dalam sebuah pemakaman, kini..., Ming Yi Tian hidup kembali.

          Tetapi ia tetap menjadi sosok Ming yang sama. menderita karena cinta. perasaan halus yang terluka, tak bisa bertaut dengan dirinya.

          Mengapa sosok gadis itu harus kembali lagi?

 

katakan kepadaku, Ming?

mengapa kau harus bangkit dari tidur panjangmu...

menangislah ia semalaman ketika kutanya,

memori akan sebuah kenangan pahit kembali terbuka,

nestapa...,katanya...

 

           Ming tak menjawab, ia hanya terus menangis

           di sebuah tempat pemujaan,pada malam di mana semua orang kan terlelap

           ia meneteskan air mata bak air hujan yang membanjiri seribu kota di Cina,

           ditanya pun, ia tak akan pernah ingin menjawab

 

katanya, biarkan saja aku sendiri di sini,menangis

hingga mataku terluka dan tak lagi bisa melihat...

              sungguh, Ming...

              derita ia buat sendiri,

dan Ming pun kembali,

Ia menyerahkan nasibnya pada sang lelaki,

yang tak begitu mencintainya...

Ming serahkan dirinya untuk dibunuh oleh lelaki itu,

               Kata Ming Yi Tian, "Biarkan aku mati saja, tak apa."

               terduduk sudah Ming di atas pangkuan lelaki itu,

               Kepalanya pun timbul rasa sakit yang luar biasa,

               Saat ia merasakan pukulan yang membabi buta...

 

Dunia, Mongol...

Padang pasir dan rumput yang luas,

kini menjadi tempatnya berpijak,

menjadi bayangan putih, menanti di sebuah bukit terjal...

di sana...

                 ia berkata pada Langit,

                 Hidup seperti ini, untuk apa?





by: Vanny Chrisma W

14 Desember 2011

Tangisan Ming Yi Tian


Memahami Agorafobia
Agorafobia adalah suatu gangguan kecemasan yang didefinisikan sebagai ketakutan tidak wajar atau mengalami serangan panik atau gejala mirip kepanikan dalam suatu situasi yang dirasa sulit atau memalukan yang ingin dihindari.

Situasi tersebut dapat meliputi tempat luas terbuka, orang banyak, atau kondisi sosial yang tidak terkendali, tapi situasinya tidak terbatas hanya pada hal-hal tersebut. Masalah kecemasan sosial juga dapat menjadi penyebabnya. Akibatnya, penderita agorafobia menghindari tempat-tempat umum atau tempat asing, terutama tempat luas terbuka seperti mal atau bandara di mana mereka tidak dapat melarikan diri jika terjadi serangan panik.

Meskipun sebagian besar diaanggap sebagai ketakutan berada di tempat umum, sekarang diyakini bahwa agorafobia berkembang sebagai suatu komplikasi serangan panik.

Bukanlah sesuatu yang tidak biasa bagi orang yang menderita agorafobia (yang mengakibatkan serangan panik berat) menjadikan rumah mereka sebagai tempat perlindungan pribadi. Rumah mereka menjadi tempat yang aman di mana mereka akan merasa tenang atau setidaknya sedikit kurang khawatir mengalami serangan kecemasan daripada berada di luar dan di sekitar dunia luar.

Setelah seseorang mengalami dan selamat dari serangan panik ini, instingnya akan mengatakan untuk pergi ke tempat di mana hal menakutkan ini tidak terjadi sehingga ia bisa tetap merasa aman. Ini mungkin akan dirasakan seperti obat yang baik. Namun dalam kenyataanya, itu hanya obat sementara, karena dalam jangka panjang seseorang akan menghindari tempat-tempat umum yang jauh dari rumah.

Seberapa burukkah agorafobia mempengaruhi kehidupan sosial seseorang? Misalkan anda mengalami serangan panik di tempat belanja. Tiba-tiba anda mulai muntah, tubuh anda mulai gemetar, dan anda mendapatkan perasaan bahwa anda sepertinya akan mati.

Untungnya, anda dapat keluar dari tempat belanja tersebut dan masuk ke dalam mobil anda sembari bersyukur karena anda selamat. Jelas, anda tidak akan pernah kembali ke tempat belanja lagi karena takut bahwa pengalaman yang sama akan terulang kembali.

Sekarang bayangkan anda sedang menonton pertandingan sepakbola antar kampung misalnya, dan pengalaman itu terjadi lagi. Sesuatu dalam kerumunan atau mungkin aroma tertentu tiba-tiba memicu serangan panik dan satu-satunya hal yang dapat anda pikirkan adalah untuk lari ke mobil anda di mana anda diam sampai anda memutuskan untuk pulang. Anda kemudian tidak akan mau pergi ke acara semacam ini untuk menghindari serangan panik. Sebaliknya, anda akan lebih merasa nyaman dan terlindungi di rumah anda.

Banyak orang yang menderita kecemasan akut menemukan kelegaan karena mendapatkan suatu tempat "aman", tempat di mana mereka merasa kurang cemas dan lebih tenang. Tempat perlindungan tersebut biasanya rumah mereka sendiri. 

Apakah perubahan yang akan kamu lakukan di awal tahun 2017 nanti? Pastinya tentang model gaya rambut terkini dan paling digemari.
Aku pun juga sedang memanjangkan rambut untuk bisa mendapatkan mode terbaru, agar tidak lagi salah potong karena kependekan dan tidak disukai oleh suami.

Jika sudah menikah tentu jelas berbeda perlakuan saat ingin merubah rambut sekehendak hati. Sebagai seorang isteri yang telah memiliki suami, tentunya yang diperlukan adalah ijin untuk memotong rambut atau mengubah gaya rambut seperti keinginan untuk disemir dan sebagainya.

Jangan sampai karena keegoisan kita sendiri, hanya gara-gara rambut maka suami tidak lagi suka memandang wajah kita.

jadi, ada baiknya kita harus memanjangkan rambut terlebih dahulu untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Dan berikut contoh-contoh model rambut untuk tahun 2017.

untuk yang sudah menikah, hindari memotong rambut model Dora atau Chibi Maruko Chan, karena suami akan mengatakan kita seperti anak-anak dengan potongan rambut kita yang terbaru dan tidak disukainya.


Ini adalah jenis potongan rambut paling digemari laki-laki, terlihat feminin, cocok untuk bentuk wajah apapun.

dan yang model ini:
Ini adalah contoh model rambutku untuk tahun 2017 tentunya agak dipanjangkan dibawah bahu menyesuaikan bentuk wajah dan tak lupa akan selalu diikat sebelah kanan agar gelombang keritingnya tak terlalu tebal

untuk yang terakhir yang feminin sekali untuk wanita Asia adalah seperti ini:

ini adalah model jaman dahulu yang menandakan wanita itu tidak perlu diurai-urai rambutnya untuk menyesuaikan tingkah lemah lembut seorang wanita, jadi rambut terurai itu terkesan memberontak...makanya dulu banyak rambut wanita yang dikepang untuk menahan tingkah lakunya agar tidak keluar dari kodrat sebagai seorang wanita.

jadi, manakah pilihan rambut yang pantas untukmu dan suamimu?

Model gaya rambut Korea


Seperti judul yang kutulis, ini sebuah pemikiran yang aneh tapi nyata. Bagaimana tidak nyata?

Sejak awal menikah, aku sangat ingin sekali hamil dan bisa melahirkan seorang anak dari rahimku. Tentunya hal ini disebabkan oleh masalah reproduksiku yang katanya bermasalah.

Hingga aku pun memutuskan untuk menikah. Anehnya dalam kurun waktu 9 bulan aku tak menunjukkan tanda-tanda kehamilan yang pasti, terlambat datang bulan 2 minggu pun, rupanya juga tak kunjung hamil.

Suatu hari,aku merasa sangat-sangat ingin hamil. Ketika mendengar sahabatku hamil anak kedua,dan aku pun terasa tersugesti untuk hamil pula. Keanehan pun terjadi, Menstruasiku terlambat,dan aku pun melakukan test pack. Garis samar dua pun muncul tapi ah...hampir-hampir tak terlihat.

Perutku juga kurasakan kram tiap hari, mual dan tidak mau makan nasi. apa ini sugesti dari teman atau tidak, entah. Malam harinya aku memeriksakan diriku ke dokter kandungan.

dan dokter pun menemukan sebuah titik hitam yang ditandai dengan nama GS. sebesar 0,9 cm. dokter mengatakan,"Wah, mbak mual-mual ya?" begitu tanyanya. 


aku jawab, "Iya, belakangan ini." dan dokter pun meminta untuk menunggu sampai 2 minggu kembali lagi, untuk menyatakan apakah aku benar hamil atau tidak. Benciku jika aku diminta untuk test pack di tempat dokter,karena pasti akan menimbulkan kekecewaan yang dalam.


negatif.


hmmm, dua minggu berselang aku tak menunjukkan tanda-tanda menstruasi. aku pun senang dan sudah kuceritakan pada teman-teman di facebook bahwa aku mungkin sedang hamil.


namun, tepat pada akhir 12 hari itu, sore aku merasakan perutku terasa melilit dan ketika aku hendak buang air kecil,kutemukan flek cokelat. oh, tidak! ini tidak boleh terjadi, pikirku saat itu. tapi aku tetap pasrah dan berpikir bahwa aku masih hamil. 


malam hari, perutku tak terlukiskan lagi rasa sakitnya, benar-benar sakit. sampai akhirnya aku bertandang ke praktek dokter kandungan yang sama lagi untuk diperiksa.


ketika diperiksa, sudah tak ada lagi tanda-tanda kehamilan. oh..., dokter pun memvonis endometriosis.


lucunya dalam hidup ini, aku menemukan 2 orang sahabat yang satu bernama Yusi, dia juga terlambat bulan dan curiga kalau hamil, saat dimana aku masih percaya diri, kukatakan padanya dengan senang hati tentang kehamilanku, padahal masih samar. dan ketika aku tidak jadi hamil, esoknya Yusi mengabarkan tentang kehamilannya. sungguh, ini seperti terkena pukulan godam tepat di ubun-ubunku.


aku kecewa pada diriku sendiri. justru temanku yang berhasil hamil. dan untuk teman di dunia maya yang kedua, bernama Linche, dia bertanya padaku bagaimana cara hamil, hingga aku menyarankan ia meminum profertil.


rupanya kemarin aku mendapat kabar bahwa dia baru saja test pack dan dinyatakan positif! sungguh, itu karena dia sangat menginginkan kehamilan.


kutanya,apa dia meminum profertil obat penyubur, dia katakan, tidak. artinya semua ini karena keinginan dia dan juga Kehendak Allah Subhanahu Wa Ta'ala. 


lalu, bagaimana dengan diriku? mungkin hanya Allah-lah yang tahu seberapa besar keinginanku sehingga ia masih belum yakin aku bisa dipercaya untuk memiliki seorang anak.


jika dipikir dan dibaca kembali,  hidup ini atau hidup itu, lucu ya?

Cinta...oh cinta.

apakah yang kita mengerti tentang arti cinta dalam hidup ini, dan mengapa rasa cinta itu tiba-tiba ada dalam diri manusia untuk mencintai lawan jenis mereka sendiri?

dalam hidup ini, sebenarnya cinta itu tumbuh dari rasa ingin memiliki seorang pasangan, dan sebesar mana cinta itu tumbuh bisa dilihat dari kelakuan atau kebiasaan sehari-harinya menghadapi pasangan.

seseorang, adakalanya hanya ingin dicintai oleh orang lain. sejatinya mereka sebelumnya pernah tersakiti dalam kehidupan cintanya, sehingga akhirnya ia tidak berani untuk mencintai lagi.

ia takut mengambil resiko, dan inilah seorang pecundang cinta. mungkin karena sakit hatinya terlalu besar akhirnya dia menutup pintu hatinya rapat-rapat.

menunggu seseorang mencintai dirinya seperti dia dulu mencintai orang lain itu. enak mana, dicintai atau mencintai? jujurlah bahwa kita jauh lebih enak untuk mencintai seseorang, tiap hari merasakan rindu dan ingin bertemu. tapi beda dengan yang ingin dicintai, ia hanya ingin merasa dirindukan, diperhatikan. tetapi sikap penuh untuk memperhatikann dan merindukan, sudah tidak ingin ia tunjukkan sepenuhnya.

lalu, dari kemunafikan cinta ini pada si dicinta dan pecinta, yang lebih menang adalah menjadi pecinta manusia. 

karena ia terlahir sebagai seorang pemberani yang tak terus meratap dan menangisi cintanya yang dulu pernah gagal. 

jadi, mana yang kau pilih? menjadi pecinta atau yang dicinta??? jawablah dengan kejujuran hatimu,teman...

atas usahamu yang begitu kerja kerasnya mencari uang untuk kehidupan, rupanya kau hanya mendapatkan sisa-sisa kecil dari nafkahmu itu selepas kau membagi-bagi untuk orang lain, pada setoran-setoran wajib yang waow! kalo dilihat bikin pusing kepala. tetapi, jangan pernah mengeluh, sebab itu adalah pemberian dari Allah, dan atas kerja kerasmu mendapatkannya,walau kau merasa,"Aku baru saja memegang uang ini di tanganku, dan kini uang ini terlepas lagi hilang,"

uang itu tidak hilang, tapi kau berikan pada orang-orang yang tepat, pada hutangmu pd orang yang kau pernah pinjam dari dia, nafkah untuk ayah-ibu, adik, sodara, bahkan isteri, juga mungkin untuk suamimu yang sedang kepayahan karena uang. semua itu adalah rejeki dari Allah yang diberikan memang untuk dibagi. bukan untuk dirimu sendiri. bukankah tertulis dalam Qur'an Surat Ali Imran: 92, di mana Allah Subahanahu Wa Ta'ala berfirman: "Sekali-kali tidak akan sampai kepada ketakwaan (yang sempurna) sebelum menafkahkan harta yang kamu cintai."

Anas ra. bercerita: Abu thalhah ra. adalah seorang dari sahabat Anshar yang terkaya. ia memiliki kebun kurma di Madinah. Harta yang paling disukainya adalah perkebunan di Bairuha', letaknya dekat masjid. Rasulullah sering masuk ke kebun itu dan minum air bersih di sana. Ketika turun ayat Lan tanaalul birra hatta tunfiquu mimmaa tuhibbun-Sekali-kali kamu tidak akan sampai pada derajat ketakwaan yang sempurna sebelum kamu menafkahkan sebagian harta yang kamu cintai-, maka Thalhah menemui Rasulullah dan berkata, "Ya Rasul, sesungguhnya Allah telah berfirman Lan tanaalul birra hatta tunfiquu mimmaa tuhibbun. Sesungguhnya harta yang paling kucintai adalah kebun Bairuha'. Karena itu kebun tersebut kusedekahkan karena Allah dengan harapan bisa menjadi ketakwaan dan simpanan di sisi Allah. Maka pergunakanlah sesuai dengan petunjuk Allah kepadamu!"Rasulullah saw. menjawab, "Bagus, itulah harta (yang mendatangkan) untung. aku telah mendengar maksudmu dan kebun itu akan kubagikan kepada sanak kerabat."Abu Thalhah berkata, "Wahai Rasul, aku akan melaksanakan petunjukmu." kemudian Abu Talhah membagi-bagi kebun itu kepada sanak kerabat dan anak pamannya. "LAN TANAALUL BIRRA HATTA TUNFIQUU MIMMAA TUHIBBUN." (HR. Muttafaqun Alaihi)


MEMBERI NAFKAH PADA KELUARGA

Abu Hurairah ra.berkata bahwa Rasulullah saw.bersabda, "Satu dinar yang kamu nafkahkan di jalan Allah, satu dinar yang kau nafkahkan untuk memerdekakan budak, satu dinar yang kamu berikan kepada fakir miskin dan satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu, maka yang paling besar pahalanya ialah satu dinar yang kamu nafkahkan kepada keluargamu." (HR.Muslim)

Abu Hurairah ra. berkata bahwa Rasulullah saw.bersabda, "Setiap pagi ada dua malaikat yang datang kepada seseorang, yang satu berdoa: "Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menafkahkan hartanya!' dan yang lain berdoa, 'Ya Allah, binasakanlah harta orang yang kikir'. (HR. Mutafaqun Alaihi)

terkadang, kita sebagai manusia yang lemah. merasakan kerja keras untuk mendapatkan uang itu sangat sulit bahkan sampai tubuh menjadi sakit. hanya untuk apa? mendapatkan uang agar bisa dibagi-bagi pada orang2 yg wajib kita berikan pada mereka, dan pada orang lain yg membutuhkan. terkadang, sesuatu yang baru kita dapatkan dari hasil kerja keras, tiba2 hilang di tangan kita, dan kita sama sekali tidak membawa apa-apa, tidak membawa apa-apa. saldo yang sebelumnya nol, kembali terisi, kemudian kembali menjadi nol. ini hanya di dunia untuk saldomu yang kembali menjadi nol. tapi di akherat, saldomu sudah sampai berbunga-bunga dan kau sama sekali tidak mengetahuinya selain Sang Pemberi Rejeki, Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

maka itu, tak perlu sampai kau bersedih. jika kau masih tetap memiliki kekuatan untuk berjuang hidup dan menebas rintangan yang menggerus-gerus impianmu. tak perlu kau pikirkan itu, jika kau memang benar masih ingin hidup di dunia ini, dengan mereka, dengan orang lain. sama-sama berbagi, sama-sama memberi dan mengasihi. besarkanlah simpati dan rasa empati. janganlah bersikap kikir, pelit atau boros, membelanjakan harta tidak pada keperluannya.

rejekimu adalah dari Allah untuk menuntaskan masalahmu di dunia, jangan menangis jika saldomu yg sebelumnya terisi, kembali menjadi nol
KEDURHAKAANKU KEPADA LANGIT
begitu senyap, tak ada ombak yang kudengar saat aku berdiri di pesisir pantai.

semua tenang, bak air mengalir yang tak terpercik bebatuan yang jatuh dari langit.


mulanya, sesuatu itu tak lagi berbentuk.

dengan apa hatiku ini kan tertambal,

jikapun dunia ini akan runtuh,

Kedurhakaanku pada langit tak pernah berakhir...



aku durhaka pada langit,

mengintai dari balik teropongku yang tua,

kulihat malaikat berbisik pada langit, penguasa langit

melihat kedurhakaanku yang tak pernah musnah...



selalu saja begitu,

si pendurhaka memang tak pernah bertaubat,

bukan ku seorang pendurhaka sejati,

Kedurhakaanku kepada Langit

Bacalah sebuah cuplikan novel dari naskah mentah yang masih kubuat ini, berjudul “The Mongolian Love Story”

Di sini aku menuliskan tentang perburuan seekor elang yang memburu rubah untuk diberikan pada Tuannya.
Semoga kalian suka:

 
             Tangan seorang tetua yang dibalut dengan kain bulu serigala untuk dijadikan sebagai alas si burung elang tersebut adalah tangan tetua Jartuk dan ia  sedang duduk di atas tunggangan kudanya. Di gurun itu, sambil menatap ke sekeliling dari atas, bawah, samping kiri dan kanan. Tetua Jartuk berusaha mencari mangsa untuk diburu oleh si elang. Kemudian ia melihat dari kejauhan, tampaklah seekor rubah putih tengah berlari-lari kecil sendirian. Di sanalah saat yang tepat untuk dirinya melepaskan seekor elang emas itu dari tangannya.
            “Hufu, ayo tangkap rubah itu!” ucapnya pada si elang yang kemudian secara tangkas lepas dari tangan tuannya dan terbang menembus angin yang ikut menerjang sayapnya, namun elang tersebut lebih kuat daripada angin. Tatapan tajam si elang yang berhasil membidik seekor mangsa, rubah putih. 
 
Rubah putih itu rupanya sudah bisa mendengar jejak para pemburu yang ada di dekatnya berjarak beberapa belas meter darinya. Ia pun bersiap siaga untuk berlari secepat kilat dan mencari tempat persembunyian agar tidak ditangkap oleh para pemburu. Tapi bodohnya, rubah itu tidak melihat ada seekor elang yang tengah terbang mengintai dirinya. Hingga pada saat rubah itu mendengar suara elang yang mengejutkannya, rubah itu mendongak ke atas menatap tubuh si elang yang hendak menyambarnya. Dengan secepat kilat ia berlari dan berlari mencoba untuk menyelamatkan diri. Sementara dari atas gurun itu para pemburu menunggu hasil dari terkaman si elang, berhasil ataukah tidak untuk menangkap rubah tersebut.
 
Rubah putih itu dengan terengah-engah berlari secepat kilat, sebelum akhirnya si pemburu melepaskan seekor lagi elang dari tangannya untuk membantu si elang milik Jartuk agar tidak sampai kewalahan menghadapi rubah itu. Elang Jartuk berhasil menyambar rubah sampai terjatuh berguling-guling. Akan tetapi kegigihan si rubah tak mau menyerah begitu saja, ia lekas beranjak dan berusaha untuk melarikan diri dari sergapan cengkeraman kaki si elang yang melukai mulutnya.
            “Ayo, Hufu!!!” teriak Cing Man Hao yang semakin antusias menyaksikan perburuan elang tersebut. Apalagi ketika seekor elang milik tetua Li juga ikut diterbangkan, pastinya kemungkinan berhasil sangatlah besar daripada kegagalan.
            Rubah itu akhirnya berhasil diterkam oleh dua ekor elang, dan berhasil menjatuhkannya kembali. Dengan mengunci mata mulut rubah itu dengan cakarnya yang tajam.  Melihat keberhasilan itu, para tetua pun turun ke bawah untuk menangkap hasil mangsanya. 
 
“Jenderal Hao, akhirnya!! Hore!” teriak Ming ikut girang dan menyusul lelaki bertubuh tegap itu turun gurun.
*
Awalnya ia hanya seorang anak biasa
kemudian menjadi orang biasa
kemudian ia menjadi manusia yang bertalenta
ia berpikir "Aku punya bakat"
ia merasa "Aku adalah orang hebat"
ia bertindak "Aku bisa melakukannya."

Awalnya ia hanya seorang anak biasa
kemudian menjadi orang biasa
kemudian karena sebuah talenta, ia punya satu karya
ia berpikir "Aku punya karya"
ia merasa "Aku adalah orang yang sangat hebat"
ia bertindak "Hanya aku yang bisa melakukannya."

Awalnya ia hanya seorang anak biasa
kemudian menjadi orang biasa
kemudian karena ia merasa menjadi hebat, ia memiliki sebuah kekuatan
ia berpikir "Aku ini lebih bisa"
ia merasa "Aku adalah orang yang tak ada tandingannya"
ia bertindak "Hanya aku satu-satunya pencipta karya terkenal."

Awalnya ia hanya seorang anak biasa
kemudian menjadi orang biasa
kemudian karena ia merasa adalah satu-satunya pencipta karya terkenal, ia bisa memandang rendah yg lain.
ia berpikir "Aku adalah aku."
ia merasa "Aku tak pantas disejajarkan denganmu."
ia bertindak "Kau tidak berhak mengambil kursiku."

Awalnya ia hanya seorang anak biasa
kemudian menjadi orang biasa
tapi karena ia punya talenta,
ia memiliki sebuah karya
kemudian, karena ia merasa dirinya adalah satu-satunya pencipta karya paling terkenal, ia menghina orang lain.

ia berpikir, "Aku punya bakat"
ia merasa "Aku orang hebat"
ia bertindak "Hanya aku satu-satunya pencipta karya terkenal."

dan ia terlupa dari mana.
ia berawal dari anak biasa
kemudian menjadi orang biasa
dan Tuhan memberikannya sebuah talenta
itulah dirinya. jika ia mau untuk mengingatnya.

by: Vanny Chrisma W

Hidup itu seperti piramida

salam cinta,

untuk teman-teman yang pernah chat dan mengajak berbincang-bincang tentang dunia penerbitan. sekarang aku akan memperbincangkan tentang "Harga buku obral". Ok, biasanya kita temukan di acara pameran-pameran buku di mana disanalah tempat yang paling diminati pasar.

aku suka sekali dengan acara pameran buku karena memang biasanya dijual murah meriah bahkan hanya dengan selembar uang seratus ribuan kemungkinan besar bisa mendapat 6 buku dari hasil penjualan limabelas ribu  per buku.

Baiklah, yang akan saya tanyakan disini untuk penulis. apakah kalian jika menemukan salah satu dari buku kalian itu dijual obral, lantas malu? padahal saat kau melihatnya dan orang lain tak kenal dirimu, kau bisa mengintai mereka, mereka-mereka yang langsung dengan cepatnya mengambil novel dan bukumu.

apakah kau merasa malu bukumu dijual obral? padahal dulu, sebelum kau jadi penulis, kau pun juga pergi ke pameran bersama teman-temanmu juga ibumu mungkin,untuk memborong buku obralan.

setelah kau naik pangkat menjadi para penulisnya, kini kau tak lagi menempatkan dirimu pada kedudukan sebagai pembeli tapi penulis. dan ketika kau tahu buku atau novelmu berjajar dijual seharga limabelas ribu rupiah, kau merasa frustasi? padahal banyak pembeli dan pembaca menyukainya, oleh sebab keterbatasan dana yg mereka miliki. dan mereka rela mengeluarkan uang limabelas ribu rupiah dari dompet mereka, yang entah bagaimana mereka mengumpulkannya, hanya untuk membeli buku obralanmu di pasar.

jangan hanya karena tidak dijual di toko buku besar  membuatmu lupa diri dan merasa berbeda tak mau disamakan. "aku ini penulis terkenal, kenapa bukuku dijual obral?". masih ingatkah kamu dengan perjuangan penulis yang menjual novel dan bukunya secara indie? bagaimana cara mereka berjualan via online di facebook, karena mereka tidak diterima di toko besar, atau mungkin juga tidak tahu bagaimana caranya?

jangan posisikan diri kita ini penulis yang layak dihargai tinggi, sehingga malu jika melihat buku kita dijual murah. murah belum tentu isinya murahan. dan harga buku obral tidak menurunkan kualitas dari isi buku. lebih baik mana? mendapat pembaca yang membeli buku kita secara obral tapi dia sangat menyukainya dan buku itu disimpannya terus bahkan dibaca berkali-kali, daripada sudah dibeli mahal di toko buku tapi isinya buruk dan tidak disukai???

tempatkanlah kita pada posisi mereka, janganlah merasa tinggi dan janganlah merasa pantas untuk ditinggikan, sebab semua itu malah akan merendahkanmu sebagaimana adanya.


ps: oleh sebab banyak yang mengajak curhat soal ini, aku tulis di notes, biar nanti kalo ada yang bertanya lagi tak aku kasih link notes ini. terima kasih
"Ya Allah, siapakah jodohku?
Jodohku siapa, Ya Allah?
Siapa jodohku, Ya Allah?
Yaaa, ada jodoh nggak sih aku?"


banyak manusia yang menginginkan diri mereka terikat dan mengikat orang lain, pasangan mereka. hidup untuk saling mengikat satu sama lain. diikat, dierat, terikat, merekat seperti lem. tapi tahukah, bahwa mencari jodoh itu sangatlah sulit, sesulit apa yang benar2 dia inginkan, seperti kriteria dirinya sendiri.

banyak manusia yang merindukan kehadiran pasangan, untuk diajak saling berbagi, berkasih sayang juga berbagi rasa untuk peduli satu sama lain. namun ketika, kebencian dan kesalahan yang dilakukan satu pihak, bisa memporak-porandakkan semuanya. sekaligus ikatan tali cinta mereka yang sebelumnya telah dirajut sedemikian rupa, membentuk ikatan hati. hanya karena masalah kecil, rajutan itu putus, bahkan benangnya terburai kemana-mana.

bukankah sayang? membuang rajutan itu dan membencinya? manakah yang baik, memperbaiki rajutan atau mencari rajutan baru. tergantung dari masing-masing orang yang menginginkan pilihan itu. semua ada konsekuensinya. jika memilih untuk membuang rajutan yang telah rusak atau ada cacatnya, boleh2 saja. karena memang ia berhak untuk mendapatkan yang lebih baik, untuk dirinya sendiri.

jika memilih untuk memperbaiki rajutan, boleh2 saja. tetapi harus menerima konsekuensi bahwa rajutan yang rusak itu walau diperbaiki masih ada bekasnya. jika tidak ingin melihat masa lalu yg buruk, maka teruskanlah untuk merajut cinta tanpa melihat kesalahan, semua diperbaiki untuk kembali menjadi lebih baik. namun, ada pepatah mengatakan, "memperbaiki hubungan cinta yang rusak, sama halnya menembel isolasi di gelas yang retak. satu waktu tersenggol dikit, tergores sedikit, sudah hancur gelasnya." jadi, mana yg menurutmu terbaik jika sebelum menikah untuk mencari rajutan yang lebih baik, atau ingin mempertahankan hubungan. konsekuensinya, komitmen harus benar2 kuat untuk tidak ingin menghancurkan gelas atau merusak rajutan lebih ruska lagi. tapi diijaga sebaik-baiknya.

pilihan terakhir adalah, membeli benang2 baru yg kualitasnya bagus dan tidak cepat rusak, membeli pidangan yg kuat,kain yang bagus walo tak harus mahal. kemudian gambarlah ukiran simbol cinta dengan baik. lalu masukkan benagn rajut ke dalam jarum emas. mulailah merajut dengan manis. sesuatu yang baru, biasanya akan melahirkan semangat baru, berharap rajutan tak lagi rusak dan berhenti di tengah jalan. diperbaiki pun masih juga tertinggal bekasnya.

tetapi yang patut untuk diingat, di dunia ini tak ada yang sempurna, hidup manusia naik turun, iman manusia pasang surut, mental manusia turun naik pula, jiwa mudah tergoncang lalu kembali utuh lagi. hanya dengan tekad kuat untuk berjuang,komitmen besar, dan apa tujuan kita untuk hidup dan memilih pasangan untuk masa depan kita. tentunya yang harus diperjuangkan adalah proses. proses yang rumit.

merajut cinta tidaklah mudah. semudah yg orang2 pikirkan tentang cinta. apalagi yang baru berkenalan, lalu memutuskan untuk menikah. betul! hal itu diperbolehkan! cinta akan datang selepas menikah. tetapi lain jika kita bertemu sebelumnya. karena proses adaptasi itu membutuhkan waktu yg lama. betul! menikah cepat itu diperlukan, tetapi yang pasti harus siap untuk menerima dengan cepat pula segala resikonya.  bahkan jika tiba-tiba di tengah perjalanan menikah, ada sesuatu hal dan salah satu pihak meminta cerai atau menginginkan perceraian. sungguh, apa enaknya menjadi duda dan janda?

karena itu proses pendekatan harus dilalui, secara baik pula tentunya. apa sih sebenarnya yg diperlukan pasangan agar berbahagia? memaklumi sikap-sikap buruknya, dan menyenangi sifat2 yang baik ada darinya. karena kita pun pasti dan pasti memiliki keburukan dibalik kebaikan.

sakit hati, pasti dirasakan. enggak ada yg namanya kita bertaaruf dengan pasangan g pernah rasain sakit hati. dicemburuin, atau cemburu sendiri, juga sering terjadi kok, well, namanya juga manusia. ya? adik kakak aja sering berbeda pendapat, saudara kembar jg kadang tak sehati. sekali lagi, memaklumi, mengalah, redam ego. insya Allah, jodoh itu ya wanita yg kita cari itu, selama kita berusaha benar untuk menyayangi, mencintai dan komitmen tinggi untuk merajut bahagia di masa depan.

selamat berbahagia!!!

JAMBOEL KHATULISTIWA

            “Eh, kamu tahu Si Jamboel nggak?”

            “Jamboel?”

            “Itu loh, yang suka pake bulu mata anti badai,”

            “Oh, si bulu mata yang pake pengawet itu ya?”

            “Betul, kamu tahu dia sekarang lagi di mana?”

            Si Betty menudingkan jari telunjuknya pada seorang gadis berkulit sawo watang yang mana tiap kali masuk ke ruang kelas kuliah, selalu mengambil tempat duduk paling belakang. Biar bisa ngaca di depan cermin ajaibnya.

            “Tuh, di sono, kayak nggak tahu Jamboel aja!”

            “Yee, la kamu tadi tak tanya Jamboel juga pilon!”

            “Busyettt, cewek kayak Jamboel aja dicariin. Awas kamu, kena jamboelnya nanti baru tahu rasa, Jamboel itu punya jimat pelet biar orang yang nggak suka sama dia, tiba-tiba jadi suka. Eiiiyyy, serem amat!”

            “Ha, kalo sama aku dia nggak bakal bisa melet deh!”

            “Yakin, nggak bakal ketular jamboelnya?”

            “Sip!!!”

*
            “Mboel!”

            “Heh, bisa manggil agak sopan dikit nggak?” tukas si Jamboel Khatulistiwa yang saat itu sedang sibuk merapikan rambut model jambulnya yang ditekuk ke belakang memakai sisir antiknya. Sisir yang di jaman ini sangat susah untuk didapatkan, karena bentuk geriginya sangat rapat dan berbeda dengan sisir biasa. Entah, ia mendapatkan sisir antik itu darimana. Hal itulah yang akan ditanyakan oleh Butet Mekar Berbinar Ria. Yang sedang mempermasalahkan tentang rambutnya yang penuh kutu.

            “Mboel, kamu beli sisir itu di mana sih?”

            “Kenapa emang?”

            “Aku boleh pinjem sebentar nggak?”

            “Ah, enggak! Sisir ini khusus buat Jamboel seorang.”
            “Pelit lu!”

            “Kamu sendiri yang maksa, ngapain sih? Pengen punya jamboel juga ya?”

            “Jijaylah, aku cuma butuh sisirmu sebentar nih, kayaknya sisirmu bisa bantuin aku, Mboel.”
            “Eh, kamu tahu darimana kalau aku punya sisir antik?”

            “Dari si Sower To Soweer. Yang suka make bedak di ketiaknya tuh, biar bau badannya nggak membahana buana pitaloka.”

            Mereka berdua tertawa terkekeh-kekeh.

            “Ya udah, aku pinjemin kamu sisirku deh. Tapi janji, cuma sepuluh menit.”

            “Asiik, kamu cantik deh! Kayak Syahrini Djamboel. Aku bawa ke kamar mandi dulu ya!”
            “OK!”
*

            Di dalam kamar mandi, sengaja si Butet Mekar Berbinar Ria mengunci pintu masuk kamar mandi agar kerahasiaan tetap aman. Di mana rambutnya itu dipenuhi dengan makhluk Alien penghisap darah yang sangat gatal. Apalagi sudah banyak lingso-lingso atau anak kutu itu bertelur dan melepaskan diri di antara helaian rambutnya. Melihat sisir si Jamboel yang sepertinya bisa mengusir kutu-kutu itu karena saking rapatnya, senanglah hati si Butet ketika menyisirkan sisir antik itu perlahan-lahan.

            Sreett….sreettt…..sreeettt…

            Meloncatlah satu per satu kutu ke lantai, posisi Butet saat itu tengah duduk berjongkok dengan rambut digeraikan semua ke depan, mirip seperti saat Sadako tengah beraksi keluar dari dalam televisi.

            Clet…clet…clett…

            Satu kutu, dua kutu, tiga kutu, sepuluh kutu, hingga puluhan kutu rupanya berhasil dikeluarkan dengan sisir si Jamboel Khatulistiwa. Senangnya si Butet sampai ia keluar tanpa mencuci bersih sisir antik penuh pesona dan negara mencintainya itu dengan air.
*

            Jamboel Khatulistiwa sekarang sudah merubah bentuk rambutnya menjadi Mumboel Khatulistiwa, di mana bentuk rambutnya jauh lebih mengembang dan ikal. Entah kenapa terkadang ia suka menggaruk-garuk rambutnya sendiri. Sampai ia sendiri pun merasa risih, merasa sisir itu tak lagi antik. Dibuangnya sisir itu di tempat sampah, karena sisir itu pembawa petaka dirinya, sehingga rambutnya tak lagi bisa dibuat berjamboel.

            Padahal, sebenarnya sisir itu benar-benar antik dan bisa dibuat untuk mengusir kutu si Jamboel. Tetapi Jamboel sudah terlanjur kesal dan membenci sisir yang dianggap menularkan keburukan akan baris perbatasan kota. Jamboel tak pernah ingat bahwa awal penyebab ia tertular kutu lantaran sisir antiknya pernah dipinjam oleh si Butet Mekar Berbinar Ria. Dan seharusnya, Jamboel bisa menghilangkan kutu-kutu itu dengan sisir antiknya. Apa sih yang nggak bisa untuk si Jamboel Khatulistiwa?

            Sayang, sisir antik yang hanya satu di dunia itu kini sudah dibuang di tempat sampah dekat kampusnya. Dan tentunya, ada seorang pemulung yang mengambilnya, kemudian dibawanya pulang sisir Jamboel Khatulistiwa itu, lalu dibersihan sebersih-bersihnya, kemudian dipakainya untuk membersihkan kutu-kutu rambut pemulung itu. Dan betapa dahsyatnya sisir si Jamboel Khatulistiwa, kini si Pemulung itu rupanya telah berubah nasib menjadi seorang artis, yang kini namanya tengah ngetrend bernama, “Syahrintul muntul-muntul” karena rambutnya kini digandrungi oleh banyak orang apalagi kecantikannya pun bertambah karena ia juga baru saja menemukan seperangkat alat make up yang dibuang di tong sampah.

            Tiba-tiba ada seorang fotografer yang mengambil gambar si pemulung itu tengah membersihkan kutu-kutu dengan sisir si Jamboel Khatulistiwa. Dan saat itulah nasib Jamboel Khatulistiwa telah berpindah pada Syahrintul.

            Jika saja si Jamboel tidak bodoh. Dan terlalu cepat mengambil keputusan untuk membuang sisir antik nomor satu di dunia itu ke tong sampah. Hanya karena kutu, kini si Jamboel malah terkenal menjadi nama lain yaitu, “Mumboel Khatulistiwa”.

            Dan ia tengah menyaksikan seorang artis yang terus mengatakan, “Alhamdulillah ya, sesuatu banget saya telah menemukan sisir antik ini. kalau saja dulu saya nggak nemu sisir ini, mungkin ya, saya tetap jadi pemulung.”

            Jamboel Khatulistiwa saat itu cuma bisa duduk terbengong-bengong di depan televisi sambil menggaruk-garuk rambutnya yang gatal, sementara kutu-kutu itu dengan riangnya saling berloncatan.

by: Vanny Chrisma W


Ini adalah sebuah kisah yang memilukan tapi juga tegar, saat kumenceritakan tentang seorang gadis Mongolia yang pedih karena cintanya.

Di sana, ia ditinggal pergi oleh seorang teman kecilnya yang bernama Cing Man Hao selama 12 tahun lamanya. Dan seiring dengan berjalannya waktu, Ming Yi Tian masih saja terus teringat dengan teman kecilnya tersebut. Pada suatu hari kakak Ming Yi Tian, Ming Ta mengabarkan bahwa di suku Wanggu ada perekrutan menjadi seorang prajurit wanita, dan ia mendengar kalau Cing Man Hao ada di sana juga.

Bahagialah hati Ming Yi Tian yang kemudian ia menyusulnya dan mendatangi daerah itu untuk menjadi seorang prajurit.

pada akhirnya keduanya pun dipertemukan, namun sayangnya lelaki itu tidak mengenal lagi sosok Ming Yi Tian, karena telah lama terpisah. Jangankan mengingat wajahnya, ingat namanya pun tidak.

kisah sedih ini akan selesai pada akhir tahun 2011, mengawali pada tahun 2012. ditunggu ya...!!!!

 

UNTUK PALESTINA

oleh Vanny Chrisma W pada 11 November 2011 jam 11:25
INFO BARU, dengan terbitnya salah satu novelku yang berjudul "Gadis Kecil di Tepi Gaza" tentang dunia Palestina selepas terjadinya tragedi perang 22 hari antara Israel dan Gaza, Palestina. Buku ini menjadikan jalan untuk kalian, agar bisa berbagi kebaikan dengan membantu mereka. Bagi pembeli novel GAdis Kecil di Tepi Gaza, via online. maka kalian akan pesan langsung dari saya penulis, Vanny Chrisma W. dengan ketentuan:

1. Membeli novel Gadis kecil di tepi Gaza seharga Rp 44 ribu, belum termasuk ongkos kirim

2. Dana bantuan Gaza Palestina, minimal paling kecil 10 ribu.

3. Pemesanan ditransfer di No Rek BCA Cabang Pondok Chandra 2160 597 880 a.n Fani Krismawati / Vanny Chrisma W.

4. Jika secara manual ke bank, maka cantumkan notes : untuk Palestina.

5. SMS untuk konfirmasi di 0896 8111 3613

dana bantuan yang anda sumbangkan itu, nantinya akan dikumpulkan di Rekening Sumbangan penggemar dan pembaca novel "VANNY CHRISMA W Gadis Kecil di Tepi Gaza" yang nantinya jika sudah terkumpul lumayan banyak dan pantas untuk dikirim ke KNRP pusat. KOMITE NASIONAL untuk RAKYAT PALESTINA.

data sumbangan yang masuk tiap 3 hari sekali akan diupdate selepas adanya pembelian novel. Untuk yang telah membeli di toko buku, bisa juga tetap bisa menyumbangkan dananya sedikit di nomr rekening di atas. kemudian cantumkan notes: untuk palestina. atau jika via ATM SMS di 0896 8111 3613 berisi: nama penyumbang dan besar kiriman, agar bisa diup date kembali.

demikian info terbaru...

"We must to help them..."

dapatkan tanda tangan dari penulis jika pesan langsung via online, thank u so much.
www.vannychrisma.blogspot.com
SURAT dari Gadis Kecil di Gaza

Surat dari gadis kecil di Gaza:
Allah, di manakah ibuku?
Duri-duri pasir mengubur semua kehidupan
Allah, di manakah ayahku?
Hamparan pasir nan luas, seolah menutup mata.

            Allah, di mana aku harus berdiam?
            Ditutup sebuah benteng yang kokoh,
            Menahan rasa lapar dan lilitan perut,          
            Berapa sisa umurku? Katakan....

Sendiri dalam sepi,
Allah, ingin ku berlari mengejar matahari,
Dengan langkah kaki dan gapai angkasa,
Langkahku terhenti di depan genangan air keruh,
Kupandangi wajah lesuku dari cerminan air tenang,
Mengikis semua kerut-kerut kehidupan

            Allah..., Allah..., Allah,
            Masihkah ada tempat bagiku,
            Gadis Palestina di dunia ini?
Jika ada? Di mana?
Mengapa tanahku telah hancur...
Mengapa? Mengapa harus Palestina...
Allah...

Camp pengungsian, Gaza, 2009
            Sosok Palestine memandangi selembar foto keluarganya yang sempat ia selamatkan dari barang-barang lainnya. Sesaat selepas gadis kecil itu berdiri diam terpaku, menatap tiga sosok manusia jatuh telungkup dan terpendam pasir serta bebatuan dari bangunan rumah yang disinggahinya. Tepat di kota Gaza, malam hari. Pada tanggal 03 Januari 2009, beberapa kota tiba-tiba dihancurkan oleh bom-bom dan rudal yang membabi buta dari negara seberang, Israel. Semua terjadi begitu cepat, reruntuhan bangunan yang terkena ledakan bom-bom pun memakan korban jiwa. Satu demi satu nyawa jatuh bergelimpangan, jalanan penuh dengan orang-orang yang berteriak histeris dan menangis sedu sedan. Seolah-olah itu adalah tangisan terakhir mereka. Suara sirine ambulans pun saling beriringan keluar masuk area kota Gaza malam hari itu. Benar-benar terlihat kacau dan dalam keadaan genting, sementara sesosok gadis kecil berusia sembilan tahun yang sama sekali tidak tahu apa-apa tentang apa yang baru saja terjadi tengah terluka di bagian kepala dan lututnya itu meringis kesakitan.

            “Ibu, Ahmeed, Zaynab, huhuhu…, kalian jangan tinggalkan aku sendiri di sini. Ibu, di mana ayah? Di mana?” Palestine menengadahkan kepala ke atas, tepat pada langit-langit rumah yang tengahnya telah berlubang. Lubang yang besar dan reruntuhan itu mengenai tubuh ibunya serta dua saudaranya yang lain. Sedangkan ia, sosok Palestine terpisah dari ketiganya sebab saat itu ia berada di dalam kamarnya yang jaraknya sedikit jauh dengan ruang keluarga tempat di mana ledakan bom itu jatuh tepat di atas rumah dan titik itu. Kepalanya yang terkena reruntuhan batu dan melukainya di sekitar pelipis, sedang ia terjatuh tatkala tengah berlari menghampiri sang ibunda dan dua saudaranya. Lutut yang sebelumnya mulus dan putih itu kini bersimbah darah merah segar, Palestine jatuh terduduk. Sebuah tangan menembus dari balik reruntuhan, dan Palestine tahu benar siapa pemilik tangan yang menyembul keluar dari dalam reruntuhan.

            Sebuah cincin yang selalu melekat di jari manis seorang wanita yang sangat dikagumi dan dihormatinya. Cincin emas tak bermata. Tangan halus yang terbalut dengan balutan pasir, seolah-olah menunjukkan sebuah tanda bahwa tubuh ibunya berada di sana. Gemetar tubuh Palestine saat menemukan posisi jasad ibundanya yang tak lagi menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Suara sirine berhenti tepat di depan rumahnya, terdengar suara langkah kaki petugas bersepatu booth masuk ke dalam dan mencari-cari korban ledakan bom. Gadis itu menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya erat-erat, takut kalau-kalau yang datang itu bersamaan dengan para tentara Israel yang hendak membunuhnya. Gadis kecil itu tahu benar dari sang ayah bahwa jika tiba-tiba terjadi suatu musibah dan kekacauan di dalam kota Gaza, berarti akan ada peperangan besar antara  Palestina dengan Israel. Suara langkah kaki itu semakin mendekat, mendekat dan mendekat. Tubuh gadis kecil itu gemetaran, apa yang akan dilakukan oleh orang-orang di luar? Mungkinkah mereka akan membunuhnya juga? Membunuh Palestine. Tangisan kecil gadis kecil itu ditemukan oleh seorang petugas ambulans yang tengah mencari korban yang masih dinyatakan hidup dan selamat. Suara langkah kaki itu kini terhenti tepat di hadapannya, sepasang sepatu booth hitam seakan meminta Palestine untuk menengadahkan wajahnya ke atas, menatap sosok lelaki berjubah putih yang dikepalanya terpasang sebuah helm kecil dan ditengahnya menyala lampu senter kecil untuk menerangi jalannya, sebab kota Gaza terselimut dalam kegelapan. Lampu-lampu padam terkena oleh ledakan bom dan rudal yang membabi buta.
            Sosok lelaki itu membungkuk ke arahnya dan menyentuh kepala Palestine, “Gadis kecil, siapa namamu?”
            “Palestine,”
*
The Gaza’s Hospital, malam hari
            Suara dentuman bom dan rudal diwarnai dengan semburan api yang menghiasi langit kota Gaza malam hari itu, menjadikan sebuah sejarah yang tak akan pernah terlupa. Puluhan bangunan roboh dan hancur, memakan banyak korban yang masih belum bisa dihitung karena pastinya tubuh mereka tertimbun oleh bangunan rumah yang seharusnya menjadi pelindung hidup para penduduk Gaza. Warna api itu sama persis dengan kembang api yang selalu dilihat oleh gadis kecil itu, Palestine ketika tengah menonton acara televisi yang menayangkan tentang meriahnya pergantian tahun baru di awal tahun 2009, beberapa hari lalu.

            Tak terbayangkan, kini ia tengah melihat pancaran api itu seakan-akan menembus langit ketujuh. Sempat terbesit sebuah tanya di dalam benaknya kala itu, saat ia baru saja melihat jenasah ibunya yang baru saja ditutup oleh selembar kain putih, juga tubuh kedua saudaranya yang berada di samping ibunya. Menembus sebercak darah merah segar yang belum mengering itu pada kain putih. Seolah menjeritkan isi hati, yang terbunuh ini adalah orang-orang tak berdosa, mengapa harus ada darah? Mengapa?

            “Ya Allah, apakah memang benar semua ini adalah takdir untuk kami?” Palestine jatuh terduduk sementara di depannya tampak berlalu-lalang para dokter, suster dan pengantar korban yang ada di ambulans itu menuju ruang gawat darurat. Tangisan, kepiluan dan sikap ketidakterimaan serta ratapan semua orang di sekelilingnya membuat telinganya tak tahan untuk menampung semua itu. Mengapa di antara mereka tidak ada yang melihat dirinya, seorang gadis kecil tengah berdiri di depan jenasah keluarganya tanpa meninggalkan suara-suara pilu. Hanya tangisan kecil dan kesendirian yang kini ia rasakan, Palestine juga kehilangan ibu dan saudara-saudaranyaa, tetapi ia tidak pernah ingin menangis sepilu itu. Karena ayahnya sering berkata pada dirinya, “Palestine, jika suatu hari nanti kau saksikan anggota keluargamu mati di hadapanmu, janganlah pernah menangis sampai suaramu terdengar hingga membuat orang lain tertular untuk ikut menangis, janganlah kau meratapi kematian keluargamu, entah mungkin ayah, ibu, Ahmeed serta Zaynab. Sebab jika begitu, artinya kau tidak bisa menerima kuasa Allah atas takdir yang telah diberikan pada mereka, Palestine…, kau harus bisa menjadi seorang gadis yang berbeda, gadis Palestina yang kuat dan tidak lemah.”

            Air mata Palestine kembali tergenang, kedua tangannya pun ditengadahkan ke atas seraya ia berdoa dalam kebisingan suara-suara yang memekakkan gendang telinganya.
            Ya Allah, berikanlah mereka ketenangan di sisi-Mu, amien…
            Ketabahannya itu mengundang seorang pemuda yang kala itu pun juga baru saja kehilangan ayah dan ibunya. Dalam ratapan tangisan hingga memukul-mukul paha dan mencakar-cakari wajahnya, pemuda yang di tangan dan lututnya masih terluka dan bersimbah darah, dengan langkah kaki pincang ia menghampiri Palestine. Sesosok gadis kecil berusia sembilan tahun.
            “Assalamualaikum,” sapa pemuda itu sambil meringis menahan sakit di tangan dan lutut.
            “Waalaikumsalam,”
            “Di mana ayahmu?”
            “Tidak tahu,”
            “Jam berapa kau sampai di sini? Orang-orang Israel memang terlaknat, menyerang dalam posisi kita tidak melakukan apa-apa.”
            Palestine tersenyum tipis, “Satu jam yang lalu,”
            “Kenapa kau sama sekali tidak terlihat sedih melihat keluargamu tewas di tangan mereka? Apa kau benar berdarah Palestina? Atau jangan-jangan kau berdarah Israel tak punya perasaan sama sekali.” Tuduhnya pada Palestine semena-mena.
            “Perang ini tak akan pernah usai,”
            “Kau tahu itu, yang aku tanyakan kenapa kau tidak terlihat bersedih atas kematian mereka?”
            “Untuk apa?”
            “Coba kau lihat di sana,” pemuda itu mengarahkan Palestine di tempat orang-orang yang menangis histeris karena kehilangan keluarga mereka, bahkan kebanyakan semuanya masih balita. Seorang anak yang masih suci dan belum ternodai dengan apapun, mati semuda itu. “Jika kau tidak menangis, maka kau pastinya orang gila.”
            “Untuk apa?”
            Saking geramnya pemuda itu menghadapi si gadis kecil yang terkesan angkuh dan kaku itu, sampai tak sadar ia menghentakkan kedua kakinya yang terluka untuk menegaskan perasaan kesalnya.
            Palestine kembali menjawab, “Untuk apa aku harus bersedih seperti kamu dan mereka, jika aku sendiripun tidak tahu apakah setelah menit ini dan esok masih bisa hidup, bahkan jika aku mati esokpun, ibu dan dua saudaraku ini tak bisa menangisiku. Seseorang jika sudah berada di ujung tebing, masihkah ia menggunakan perasaannya untuk meratapi diri sementara ia sendiri sudah pasti tak akan pernah selamat”
            “Kau tidak tahu apa-apa, tentara zionis dan yang lainnya, kau gadis bodoh!”
            “Yang hanya kutahu, ayahku, dialah yang mendidikku seperti itu.”

- Copyright © Blog Vanny Chrisma W - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -