Langsung ke konten utama

The Fall

Resensi Film "The Fall"

Senin, 10-12-2007 13:00:26 oleh: Oni Suryaman
Kanal: Gaya Hidup
Resensi  Film "The Fall" Film ini diputar di Jiffest 2007 tanggal 9 dan 13 Desember. Aku berkesempatan mencicipi film ini duluan di closing movie ScreamFest yang barusan berakhir di Blitz.
Film ini adalah sebuah film fantasi yang dilatarbelakangi oleh seorang anak yang patah tulang bahunya setelah jatuh yang mengunjungi secara teratur seorang pasien yang lain di rumah sakit yang sama, karena ia punya cerita yang menarik. Dan film ini menceritakan kisah sang anak dan pasien dan ceritanya secara paralel.
Salah satu keunggulan dari film ini adalah sinematografinya. Layak untuk Oscar. Sang sutradara dengan piawai mem-blend satu scene dengan scene yang lain sehingga kadang terlihat surealis. Bahkan jika Anda tidak dapat begitu mengikuti ceritanya, Anda akan tetap terpukau oleh indahnya gambar yang disuguhkan di depan Anda. Film ini dibuat di 20 negara, termasuk Indonesia, yaitu di Bali. Dan anda bisa melihat bagaimana indah dan mistisnya Bali di-blend ke dalam cerita.
Skenarionya adalah keunggulan yang kedua, karena ia begitu innocent, mengikuti sudut pandang seorang anak. Ini sungguh bukan usaha yang mudah, dan tidak banyak film yang bisa seperti itu (seperti Finding Neverland misalnya). Anda akan tertawa dan sekaligus trenyuh melihat pertanyaan-pertanyaan yang diajukan dari kacamata seorang anak gadis kecil, yang kalau tersenyum kelihatan ompongnya.
Dan yang paling menarik adalah simbologinya. Sayangnya, ini mungkin kurang bisa dinikmati, mengingat simbol-simbol tersebut tidak terlalu mudah untuk dipahami kalau pengetahuan umum Anda kurang banyak. Banyak kelucuan-kelucuan kecil yang tersembunyi di sana. Saya tidak akan membeberkannya di sini karena akan mengurangi kenikmatan Anda. Begitu Anda mampu melihatnya, Anda akan tahu betapa indahnya keseluruhan film tersebut, seperti kesatuan mozaik dari pecahan kaca yang beraneka.
Secara keselurahan, ini adalah sebuah film yang luar biasa, sayang untuk dilewatkan. Entah kapan lagi Anda akan disuguhi film setaraf ini.
Nilai: 5/5
Sutradara: 5/5
Sinematografi: 5/5
Skenario: 5/5
Akting: 4/5

Komentar

Pos populer dari blog ini

Kata dokter Endometriosis, kok test pack positif hamil?

Yah, barangkali ini yang namanya keajaiban dari Allah Swt. atas doa-doaku selama ini, atas juga keresahanku selama ini lantaran sejak menikah, belum juga dikaruniai seorang anak.

ada peristiwa-peristiwa aneh yang sampai sekarang aku juga masih dag..dig..dug,duer deh..., ketika oktober lalu dokter memvonisku terkena endometriosis atau kista cokelat dan dibilang "susah hamil". siapa yang nggak shock mendengar kabar berita seperti itu?

kalo berita hamil, alhamdulillah..
la ini, berita buruk, penyakit lagi..., siapa yang maoooo?


karena awalnya aku mengira diriku sedang hamil dibulan oktober 2011 lalu, gara-gara terkena efek sugesti dari hamilnya sahabatku bernama, Juwita yang baru berhasil memberitahukan test packnya didapati 2 garis merah, aku pulang sambil ikut penasaran dan ikut-ikutan beli test pack untuk sekedar membuktikan aku hamil atau tidak.

mungkin, saking obsesinya..., test pack yang hasilnya segaris itu, aku melihatnya 2 garis. padahal 1 garis, mungkin yang satu ma…

Si wajah bulan (Moon Face) BAKPAO

"Sekali lagi, aku ingin cantik, dan tidak terlihat kurus, Dok. Bagaimana agar saya terlihat gemuk, dan vitamin apa yang harus saya minum, Dok." (Curhat me with the doctor, last day.) "Diminum sekali saja mbak, vitaminnya, yang obat satunya efek sampingnya mengantuk. Karena itu minumnya malam saja." ucap sang apoteker. saya berpikir mungkin itu hanya vitamin karena saya mintanya vitamin. setelah saya pulang, lekas meminum dua vitamin dari dokter itu. "Akhirnya sebentar lagi nafsu makanku bertambah." sepuluh menit setelahnya, dikarenakan tidak mengerjakan tugas apa-apa, akhirnya saya pun memutuskan untuk minum saja. karena efek sampingnya mengantuk, jadi saya oke-oke saja. sepuluh menit setelahnya, saya merasakan kaki saya kram..., otot-otot seakan dibuat tegang, kemudian perlahan-lahan melemas, dan membuat saya pun merasakan kantuk yang luar biasa hebatnya. tidurlah dengan tenang...., seperti puteri salju yang menanti dibangunkan oleh kecupan seorang pangeran yang…

Maafkan aku karena shoutboxnya kadaluwarsa

Hallo, teman-teman...

maaf, beribu maaf ya kalau aku baru ngeganti yang namanya shoutbox. tadi malam kaget saat melihat shoutboxku yang penuh tiba2 kosong.

rupanya kemarin, aku tak mengindahkan kata-kata dari seeorang teman yang terlupa namanya, DiQ atau siapa untuk lekas mengganti shoutbox, dan kini sudah kuganti dengan yang baru. oh ya teman-teman, karena aku terlalu sibuk kemarin, sampai nggak sempat melihat blogku. hemmm,...sekarang ku walking2 di tempat kalian lagi ah....