Popular Post

Popular Posts

Recent post

SEPERTI MATI

Duhai kekasih,
Engkau yang terdiam
Bagai seonggok patung penyangga bumi,
Dalam lamunan

                Bagilah apa yang ingin kau bagi,
                Saat diam-mu kian menyiksa,
                Apatah kata hanya tatapan syahdu
                Yang kulihat darimu

Duhai kekasih,
Mengapa engkau terdiam?
Saat durjana-durjana cinta melukai hati,
Dengan sembilu  yang menusuk jantung,

                Pada akhir di mana,
                Kau serahkan semua pada Tuhan
                Atas kekecewaan yang mendalam

                Pada dunia, pada bumi,

MERPATI TANPA SAYAP


Sejuta cinta
Tak mengubah makna,
Saat cinta terhalau cinta,
Meski telah musnah raga,
Namun jiwa melayang-layang
Mencari sang pemilik cinta
Satu jiwa

                Bagai seekor merpati
                Kehilangan sayap,
                Hendak meraih mimpi,
                Tak kunjung terukir,
                Hanyalah sebatas nestapa kalbu

Kefanaan
Dalam sejuta cinta
Kisah Romeo & Juliet.


Cara menulis diary pada novel
Apakah kamu suka menulis diary?

Apa kamu suka menuliskan uneg-uneg dan curhatan di dalam buku diary?

Dan sekarang telah berganti menjadi notes.

Yang bisa ditulis melalui gadget-gadget Anda. Tentunya jika ponsel Anda hilang, hilanglah semua catatan harian Anda.

Mau tak mau cara terbaik adalah setelah menulis notes, kirim ke email pribadi kalian agar tidak hilang.

Mau tak mau kembali ke cara lama justru lebih baik,karena juga melatih kelenturan jari dan lebih membuatnya berbeda.

Saat menulis di manapun bisa. Tapi berbeda dengan jika kamu punya catatan harian yang tidak biasa.


https://youtu.be/rbZPnYK8fcw

Nour el Syam...

Hati dan cinta
Hai kau, aku disini kangen kamu...
Ingatkah kau pada ciuman di atas angin dulu?
Hai kau, aku disini ingin kamu...
Ikutlah aku terbang tinggi di awan biru...
Mari kita berpelukan dalam rasa,
Rasa tertahan oleh belenggu kehidupan.
Merantai diri sendiri,
Hai kau, aku ingin melanggar aturan Tuhan...
Oh, apakah Tuhan sekeji itu?
Atau manusialah yang menjadi Tuhan?
Tak ingin kudengar cercaan,
Sebab cinta kita terlalu suci untuk dicerca...
Biarlah kita menyembunyikan rasa ini...
Rindu yang terbelenggu

Aku merindukan lelaki itu

SLEP...!
Tidak mudah seorang penulis mendapatkan SLEP saat akan mengawali cerita atau mulai menulis. Sebab, untuk mendapatkan SLEP, seseorang harus melakukan perenungan dulu selama beberapa waktu. Mungkin sebelum itu, ia berganti-ganti menulis cerita atau mendapatkan ide yang campur aduk. Sebelum mendapatkan SLEP, tentunya penulis itu akan kebingungan dalam kefokusannya menulis.

Mengapa?
Sebab ia belum dapat SLEP itu! SLEP itu apa sih? Ya, hanya penulis-penulis handal yang bisa mendapatkannya. Mungkin saja ada novel yang terasa garing, hambar atau gimana en terasa biasa, mengapa hal itu bisa terjadi? Ya itu tadi, sebab ia tidak mendapatkan SLEP tapi terus menulis asal menulis, asal selesai dan produktif.

Hasilnya? Ya nggak ada SLEP-nya, SLEP itu ibarat kita menemukan makanan yang enak, like ngidam gitu deh! Kalau nggak dapat, bakal nggak tenang, kalau sudah dapat, wuahhh senangnya... laksana bisa terbang kelangit ketujuh.

Nah, sama kayak kita nonton film yang kerasa nggak banget!! Itu lantaran SLEP-nya nggak ada!!!
Oke-oke,sekarang bagaimana cara mendapatkan SLEP?

Ada tips baru buat kamu yang pengen ceritamu bisa dikenal pembaca karena mengandung SLEP didalamnya:
1. Meditasi, tapi ini tentunya meditasi yang berarti perenungan terdalam, diam, terpengong asal jangan sampai kesambet yah!

2. Jaman sekarang ngga ada istilah kamu haram ke Klentheng, buat orang Islam. Atau mau kewihara, atau mau ke kuil atau mau ke tempat ibadah manapun juga. Sekedar untuk mencari bahan dan sumber yang jelas dari sumbernya, kau harus berani untuk melihat sendiri dan bukan hanya sekedar membaca saja. Contoh riil; aku pernah pergi ke klentheng sendirian sekedar untuk mendapatkan SLEP sebagai seorang tokoh bernama Ming Yi Tian yang duduk dan berdiri di depan patung Budha berwajah empat, lalu melakukan perenungan disana. Itu boleh-boleh saja ahha, siapa yang melarang? Tidak ada hubungan antar haram atau tidaknya dalam agama, karena ini sekedar untuk mencari SLEP. Jadi ngga ada hubungan antar dapat pahala atau tidak or masuk neraka atau surga. Orang cuma buat nulis en dapat SLEP.

3. Jalan-jalan sendirian tanpa teman, muter-muter di tempat yang membuat SLEP itu biasanya datang, tapi jangan kuburan yah! Nanti ditemani mbak kunti hahha...

4. Berbaurlah dengan para peramal tarot, hoho aku nggak nyaranin untuk syirik, cuma sekedar agar kamu bisa melihat ia membaca sebuah cerita dari kartu-kartu yang dibacanya. Sehingga peramal itu juga hampir sama dengan penulis. ^_^ menarik lho! Hati-hati tapi jangan sampai masuk ke lubang untuk jadi pembaca tarot juga, just seeing aja en understanding...OK!

5. Naik ke atas genting pagi2 pas matahari mau terbit, lakukan perenungan disana...or lihat hujan deh! ^_^ SLEP insyaAllah datang...

SLEPP...SLEPP...SLEPPP!!!
tertusuk di dadamu...Aarrgh...!!!

Ngomong-ngomong tentang alur...

btw, apa sih alur itu? Boro-boro ngomongin alur? Waktu aku belajar nulis secara otodidak saja, aku sama sekali nggak tahu tuh tentang artinya ALUR? Alur cerita..., yang menurutku ya arah jalan cerita aja. Tapi tentang arti sebenarnya yang dijelaskan secara gamblang, sampai sekarang aku malah nggak pernah ngerti tuh!

Terus gimana cara buat alur yang bagus. Buat alur bagus? Nggak kepikiran kaleeee. Jadi nggak ada istilah rumus bagaimana cara buat alur yang bagus, yang ada itu pikiranmu yang harus bagus. Sebab alur tak butuh rumus.

Just nulis!! Itu aja, penting nggak sih menjaga alur?
PENTING sekaligus PENING..., coba kau lihat kalau hilang huruf 'T' saja artinya sudah berubah bukan? Ya, alur itu bikin pening karena di dalamnya berisi arah cerita yang terpenting.

Jadi, usahakan kamu nggak sering ngalami penyakit AMNESIA deh! Sebab si penjaga alur itu otak memori kamu!

Jangan sering jatuh2in kepala ato jedotin kepala ke tembok kalo lagi kena virus mood ilang, itu bisa bikin alur cerita di memori jadi AMBURADUL!

So..., pastikan otakmu dalam keadaan sehat dan nggak lagi ngamar di RSJ atau lagi curhat sama psikiater... bisa-bisa kamu dikasih obat penenang en obat tidur yang bikin nggak bisa bangun, pas bangun otak memorimu udah hilang semua...






Tentang alur cerita

Tahun 2010, aku bertemu dengan seseorang yang mengajarkanku tentang cara berimajinasi yang sempurna dan bisa keliling dunia. Seolah ruh kita benar-benar terbang kesana.

Dan aku, memunculkan kisah itu di novel  Saranghamnida, Oppa, Rahasia Abidah juga Diary suamiku.

Jika kalian pernah membaca novel-novel tersebut, betapa tingginya daya imajinasiku saat itu bukan?

Aku menulis karena senang, tenang dan nyaman....

Hal itulah yang dapat membuat tuliskan di novel terasa lebih hidup...

Ingiin mencoba berimajinasi tinggi???

Namanya Nindy, dia adalah seorang bayi kecil yang mengubah hidupku belakangan ini. Umurnya baru 9 bulan, tapi sudah berhasil memporak-porandakkan seisi rumah termasuk ayah dan  ibunya.

Saat kemudian aku tidak lagi bisa menulis lantaran bertambah aktifnya diri bayi itu, akupun berdoa pada Tuhan. "Ya Allah, jika memang sudah saatnya aku berhenti menulis. Maka berikanlah rejeki tambahan yang besar untuk suamiku agar aku bisa mengurus bayiku dengan baik."

Dan doa itu sekitar dua bulan yang lalu. Aku tidak menganggap diriku baik dan atau paling suci di bumi ini, masih banyak kesalahan yang aku lakukan.

Tapi, ternyata..., Tuhan menjawab doaku dengan cepat. Ia berhasil menghentikan waktuku yang panjang untuk menulis dan berganti menjadi mengasuh Nindy yang sudah merangkak kemana-mana. Tentunya hal itu membuat laptop sering on off melulu. Hingga pada akhirnya aku pun mencoba untuk mengganti waktu menjadi malam hari pukul 12.

Kucoba perlahan, masih tetap tak bisa. Malah rasa kantuk yang semakin merajalela, and then..., I must to stop it!

Pekerjaan menulisku kuhentikan. Berapa hari setelah itu, my husband memberiku kabar gembira bahwa mulai bulan ini sampai ke depan ia memiliki peningkatan dalam materi karena pekerjaannya sebagai pengelola dana investor.

Kemudian ia memintaku untuk berhenti menulis dan terfokus mengurus Nindy. Ya, awalnya menghentikan itu terasa sulit. Tapi perlahan aku mulai mencobanya...

hingga akhirnya aku malas membuka word, sedang kini kuganti dengan blog saja yang tidak menguras pikiran apapun.

Demi anakku, aku tidak mau menduakannya dengan novel. Sebab ia adalah harapanku satu-satunya, ketika aku tengah sering duduk sendirian memandang laptop. Aku jenuh, bosan sebenarnya. Bosan merangkai kata-kata dan cerita fiksi. Aku ingin hidup dalam dunia nyata, dan aku pun juga sudah jenuh dengan berbagai macam peraturan yang membuatku lebih sering diawasi dalam setiap kalimat yang kulontarkan.

Aku memutuskan untuk bebas dari kekangan dan ikatan pekerjaan, dan aku sangat ingin berhenti menulis dan menikmati hidup. Lantaran selama ini aku mengejar tulisan dalam tempo yang cepat.

Aku ingin menghilang dari dunia itu, yang sudah membuatku jenuh. Apalagi ketika apa yang kuharapkan selama ini masih tetap sama bahkan jauh lebih kecil daripada itu.

Aku tidak ingin terikat dengan penerbit atau berurusan dengan penerbit, yang notabene sering membuatku sesak napas.

Aku ingin penulis itu dijunjung tinggi, dihormati dan dihargai. Aku ingin penulis itu seperti seseorang yang dibutuhkan dan bukan membutuhkan.

Dan kini, aku benar-benar ingin berhenti menulis. Saat pilihan terfokus pada anak, untuk belajar hal baru mengurus si kecil yang selama ini masih banyak yang belum kumengerti.

Sejujurnya, aku tidak ingin menjadi penulis. Sejujurnya, aku hanya ingin menjalani hidup ini dengan tenang dan cita-citaku adalah hidup dalam ketenangan. Maka jika profesi menulis sudah memberikan ketidaktenangan hati dan pikiran. Lantas, buat apa itu dikerjakan dan diteruskan...?

I love you my husband, Nindy...
so much!!!



Gaya Bahasa merupakan bentuk atau cara seseorang mempergunakan kata dan merangkainya menjadi kalimat. Bagi seorang pengarang, gaya bahasa meliputi semua faktor yang menentukan bahasa.

Setiap pengarang mempunyai gaya bahasanya sendiri-sendiri. Gaya bahasa itu adalah sebagian dari ciri-ciri khusus pengarang yang bersangkutan. Kita dapat merasakan perbedaan, misalnya, antara gaya bahasa penulis novel Habiburahman El Shirazy dengan gaya bahasa penulis Anwar Fuadi.. Meskipun kiranya sulit dirumuskan, tetapi paling tidak, dapat dirasakan adanya kekhasan gaya bahasa masing-masing-terutama apabila kita mau memperhatikannya dengan sungguh-sungguh.

Gaya bahasa rupanya tak jauh berbeda dengan gaya berbicara, gaya berjalan, gaya merokok, dan lain-lain. Perhatikanlah seseorang berbicara! Akan ditemukan sesuatu yang khas dari gaya bicaranya, yang berbeda dengan gaya bicara orang lain. Perhatikan pula seseorang berjalan atau merokok! Pasti ada sesuatu yang khas. Itu memang semacam identitasnya.

Pengarang muda yang baru melangkahkan kakinya ke dunia penulisan, umumnya memiliki kekhasan gaya bahasa. Hal ini dapat dipahami. Pengarang-pengarang yang telah mapan itupun, pada tahap-tahap permulaan belum mempunyai identitas dalam gaya bahasa yang dipergunakannya. Tahap permulaan adalah tahap pencarian.

Dalam mencari identitas itu, sangat boleh jadi pengarang muda banyak terpengaruh gaya bahasa dari seorang pengarang terkenal yang disenanginya. Walaupun gaya bahasa pengarang terkenal itu adalah miliknya yang khas, tetapi gaya bahasanya boleh ditiru pengarang muda. Sudah pasti peniruan-dalam hal apapun, juga dalam gaya bahasa tak bakal sesempurna aslinya. Justru ketidak-sempurnaan tiruannya itulah yang membuat gaya bahasa pengarang yang ditiru tetap menampakkan identitas dan kekhasannya.

Peniruan gaya bahasa pengarang terkenal yang disenangi tidaklah seyogyanya dilakukan secara persis vis a vis, apa adanya. Pengarang muda justru harus dapat mengembangkan kreasinya setelah memperhatikan gaya bahasa pengarang tertentu, untuk menghasilkan gaya bahasa yang khas miliknya sendiri. Dia harus berusaha menemukan identitas diri. Tidak merupakan cacat agaknya, kalau dalam gaya bahasa, pengarang muda justru terpengaruh dengan gaya bahasa pengarang tertentu.

Diduga, pengarang-pengarang lain yang sudah mapan sekarang bukan mustahil terpengaruh dengan gaya bahasa pengarang-pengarang tertentu, sampai kemudian menemukan corak gaya bahasanya sendiri yang khas, yang merupakan identitas dan karakteristiknya kini. Dan pengarang-pengarang muda, ataupun para pemula, harus juga membuka kemungkinan untuk menerima pengaruh gaya bahasa pengarang yang disukai, dalam upaya menemukan kekhasan sendiri. Namun untuk itu, tak perlu menjadi epigonnya. Epigon adalah pengikutnya, yang menjiplak persis apa-apa yang ditulis pengarang yang diikutinya tersebut.

(Sumber: Anda ingin jadi pengarang?, oleh: Drs. A. Hadi Nafiah)

Yah, barangkali ini yang namanya keajaiban dari Allah Swt. atas doa-doaku selama ini, atas juga keresahanku selama ini lantaran sejak menikah, belum juga dikaruniai seorang anak.

ada peristiwa-peristiwa aneh yang sampai sekarang aku juga masih dag..dig..dug,duer deh..., ketika oktober lalu dokter memvonisku terkena endometriosis atau kista cokelat dan dibilang "susah hamil". siapa yang nggak shock mendengar kabar berita seperti itu?

kalo berita hamil, alhamdulillah..
la ini, berita buruk, penyakit lagi..., siapa yang maoooo?


karena awalnya aku mengira diriku sedang hamil dibulan oktober 2011 lalu, gara-gara terkena efek sugesti dari hamilnya sahabatku bernama, Juwita yang baru berhasil memberitahukan test packnya didapati 2 garis merah, aku pulang sambil ikut penasaran dan ikut-ikutan beli test pack untuk sekedar membuktikan aku hamil atau tidak.

mungkin, saking obsesinya..., test pack yang hasilnya segaris itu, aku melihatnya 2 garis. padahal 1 garis, mungkin yang satu masih samar. tapi aku percaya aku ini sedang hamil. apalagi seorang temanku yang lain juga memiliki tanda-tanda terlambat haid seperti aku, dan rupanya justru aku yang terlebih dahulu memeriksakan diriku ke dokter kandungan untuk melihat kenapa perutku terasa kram.

di dokter kandungan, aneh..., dokter melihat sebuah titik hitam kecil yang ia nyatakan sebagai GS atau gestasional sac. yang berukuran 0,9 cm. aliaas 9 mm. kecil banget!! apa itu? entah, aku berharap itu bayi ya hahahaha....

dan rupanya dokter belum memvonis aku hamil tapi malah gejala mau mens, selepas dicek test pack hasilnya negatif. padahal aq bilang, test packku kemarin positif bener!!! nggak percaya, ya elahhh...

pulanglah aku dengan sentosa dan berharap tetap hamil pada suamiku, suamiku masih heran dan ragu. tapi aku percaya aku sedang hamil. pesan dokter aku diminta untuk menunggu selama 2 minggu utk melihat apakah aku mengalami menstruasi atau tidak. dokter itu paling senang ya dengan didatangi pasien terus. padahal duitkan nipis getooooo!!!

2 minggu berselang...akhirnya perutku terasa kram, dan mengalami pendarahan dengan darah kental. aku lekas ke dokter walau sebelumnya enggan, karena aku nggak mau dengar berita buruk dan menangis. cerita ini ada di buku tentang kehamilanku yang terbit tahun ini, entah bulan apa. dan divonislah aku terkena, ENDOMETRIOSIS...!!!

Susah hamil, kata dokter. begitulah kata-kata trauma yang diberikannya padaku.tapi rupanya, sekarang, ketika semuanya benar2 tak berharap dan tidak diharapkan, Allah memberikan kejutan yang lain dengan positifnya test packku. hanya saja, aku masih sedikit meragukannya lantaran..kamis seminggu yg lalu, aku ke dokter kandungan lagi untuk melihat perkembangan rahimku, apakah masih ada kista selepas aku gelontor dengan pil peluruh pil tuntas? karena dokternya beda, maka...eng...ing...eng, dokter tersebut masih mengatakan aku terkena endometriosis, ada di usg itu tulisan Dist 6,7 cm. tapi aku tidak tahu itu apa....

apalagi aku terkena penyakit ambeien selama 7 hari ga sembuh2, padahal biasanya aku sakit ambeien cm 3 hari sudah sembuh. instingku mulai berjalan tiba-tiba saat aku membeli obat ambeien, kuminta apotekernya memberiku test pack 1 one med. iseng2 esok pagi aaku pipis dan melakukan test pack. rupanya, hasilnya pun tampak sedikit berbeda untuk awalnya. ternyata, ada dua garis yg satu tegas dan samar. masih tak percaya aku sampai beli test pack beberapa kali dengan merek berbeda dan akhirnya benar2 positif. hamil.

namun, rasa trauma ini terus bergelora dan takut kalau terjadi apa-apa di tengah minggu penantian ke dokter kandungan untuk memeriksakan kehamilan. semoga aku tidak mengalami keguguran. amin...doakan ya teman, karena dengan kehamilanku ini, aku mendapatkan obat ajaib langsung yang diberikan Allah untukku. semoga...

Hallo, teman-teman...

maaf, beribu maaf ya kalau aku baru ngeganti yang namanya shoutbox. tadi malam kaget saat melihat shoutboxku yang penuh tiba2 kosong.

rupanya kemarin, aku tak mengindahkan kata-kata dari seeorang teman yang terlupa namanya, DiQ atau siapa untuk lekas mengganti shoutbox, dan kini sudah kuganti dengan yang baru. oh ya teman-teman, karena aku terlalu sibuk kemarin, sampai nggak sempat melihat blogku. hemmm,...sekarang ku walking2 di tempat kalian lagi ah....
Cinta mungkin...
tak akan datang tanpa pandangan mata...
Cinta tak mungkin ada jika tanpa ada yang dicinta,
Dan cinta tak pernah sendirian,
Ia selalu bersama yang dicintai....

fotoku dan suamiku

aku hidup di mana, entahlah. aku tak punya tempat untuk bertinggal. saat aku sudah mulai terusir dari kehidupan mereka.
untuk apa jiwaku dipertahankan, aku benar-benar sangat ingin menyadarkan mereka akan keberadaanku di sini, di dunia. aku akan benar-benar meminum pil tidur itu dan mati perlahan-lahan, agar aku tak mendengar suara-suara itu, penekanan hidup dan everything.

jika dengan cara ini lebih  baik, mungkin aku memang benar-benar harus melakukannya. sebab aku sudah tak termotivasi lagi untuk hidup.
seorang wanita, hidup sendirian di dunia dalam kondisi tertekan..rupanya, semua orang adalah iblis.

- Copyright © Blog Vanny Chrisma W - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -