Langsung ke konten utama

Sebetulnya, aku adalah seorang ibu...


Ibu...
bisakah aku berkata tentang sesuatu padamu?
bahwa saat masih berada dalam kandunganmu,aku hanyalah seorang bayi...
setelah aku terlahir dari rahimmu, maka aku adalah anakmu...
ketika aku menyusu padamu, aku yakinkan diriku siapapun engkau, kau adalah ibuku.
saat aku tak ingin lagi merasakan air susu, kau gantikan dengan air teh hangat...
yang kusuka..sampai sekarang...
Ibu...
bisakah aku berkata tentang sesuatu padamu?
bahwa ketika aku belajar berjalan, pasti sering terjatuh dan menangis...
kau dekap aku walau setitik pula kau cubit aku karena terlalu malas untuk berjalan dan ingin selalu,
selalu ada di pelukanmu, aku malas lepas darimu, wahai ibuku...
hingga aku merasa, bahwa kakimu adalah kakiku...
jika sakit maka aku pun juga sakit...
ibu...
bisakah aku berkata tentang sesuatu padamu?
bahwa kau mengenalkanku akan arti saudara, yang lain dariku,dan mereka jua anakmu.
kau bagi rasa kasihmu dan berupaya seadil-adilnya agar tak ada satupun yang iri hati...
jika melihat kasihmu terlalu berlebih padaku...
walau aku tahu kau benar-benar sangat menyayangiku,
karena aku terlalu lemah pikir engkau saat itu.
aku tak bisa kuat jika tanpa hadirnya engkau...
ibu....
bisakah aku berkata tentang sesuatu padamu?
bahwa engkaulah yang selalu setia mencucikan pakaianku, hingga sekarang
saat aku sudah bisa dianggap dewasa, karena usia..
tapi, aku masih tetap kanak-kanak dalam dirimu.
hingga kau berkata, "Belajarlah mandiri, jika nanti ibu sudah tidak ada, siapa yang akan urus dirimu?"
ibu...
ketika itu apakah engkau tahu bahwa aku merasa sangat ketakutan...
takut, jika kau tak lagi ada di sisiku,
tetapi ibu..., aku ingin agar kau tetap menganggapku sebagai anak-anak,
agar aku dapat melihat...
engkau yang susah payah mencucikan bajuku, merapikan dan selalu membuatkanku teh hangat,
karena engkau tahu, aku sudah tak lagi suka meminum susu...
saat itu, dalam hening aku merenung lalu menangis...
ibuku, adalah seorang wanita, dan aku pun juga adalah seorang wanita,
kelak, setelah aku menikah dan punya anak, aku pun pasti menjadi seorang ibu...
dan...
sebetulnya,
aku adalah seorang ibu....

Komentar

Pos populer dari blog ini

Kata dokter Endometriosis, kok test pack positif hamil?

Yah, barangkali ini yang namanya keajaiban dari Allah Swt. atas doa-doaku selama ini, atas juga keresahanku selama ini lantaran sejak menikah, belum juga dikaruniai seorang anak.

ada peristiwa-peristiwa aneh yang sampai sekarang aku juga masih dag..dig..dug,duer deh..., ketika oktober lalu dokter memvonisku terkena endometriosis atau kista cokelat dan dibilang "susah hamil". siapa yang nggak shock mendengar kabar berita seperti itu?

kalo berita hamil, alhamdulillah..
la ini, berita buruk, penyakit lagi..., siapa yang maoooo?


karena awalnya aku mengira diriku sedang hamil dibulan oktober 2011 lalu, gara-gara terkena efek sugesti dari hamilnya sahabatku bernama, Juwita yang baru berhasil memberitahukan test packnya didapati 2 garis merah, aku pulang sambil ikut penasaran dan ikut-ikutan beli test pack untuk sekedar membuktikan aku hamil atau tidak.

mungkin, saking obsesinya..., test pack yang hasilnya segaris itu, aku melihatnya 2 garis. padahal 1 garis, mungkin yang satu ma…

Si wajah bulan (Moon Face) BAKPAO

"Sekali lagi, aku ingin cantik, dan tidak terlihat kurus, Dok. Bagaimana agar saya terlihat gemuk, dan vitamin apa yang harus saya minum, Dok." (Curhat me with the doctor, last day.) "Diminum sekali saja mbak, vitaminnya, yang obat satunya efek sampingnya mengantuk. Karena itu minumnya malam saja." ucap sang apoteker. saya berpikir mungkin itu hanya vitamin karena saya mintanya vitamin. setelah saya pulang, lekas meminum dua vitamin dari dokter itu. "Akhirnya sebentar lagi nafsu makanku bertambah." sepuluh menit setelahnya, dikarenakan tidak mengerjakan tugas apa-apa, akhirnya saya pun memutuskan untuk minum saja. karena efek sampingnya mengantuk, jadi saya oke-oke saja. sepuluh menit setelahnya, saya merasakan kaki saya kram..., otot-otot seakan dibuat tegang, kemudian perlahan-lahan melemas, dan membuat saya pun merasakan kantuk yang luar biasa hebatnya. tidurlah dengan tenang...., seperti puteri salju yang menanti dibangunkan oleh kecupan seorang pangeran yang…

Maafkan aku karena shoutboxnya kadaluwarsa

Hallo, teman-teman...

maaf, beribu maaf ya kalau aku baru ngeganti yang namanya shoutbox. tadi malam kaget saat melihat shoutboxku yang penuh tiba2 kosong.

rupanya kemarin, aku tak mengindahkan kata-kata dari seeorang teman yang terlupa namanya, DiQ atau siapa untuk lekas mengganti shoutbox, dan kini sudah kuganti dengan yang baru. oh ya teman-teman, karena aku terlalu sibuk kemarin, sampai nggak sempat melihat blogku. hemmm,...sekarang ku walking2 di tempat kalian lagi ah....