Rabu, 12 Juni 2013

Tentang alur cerita

Ngomong-ngomong tentang alur...

btw, apa sih alur itu? Boro-boro ngomongin alur? Waktu aku belajar nulis secara otodidak saja, aku sama sekali nggak tahu tuh tentang artinya ALUR? Alur cerita..., yang menurutku ya arah jalan cerita aja. Tapi tentang arti sebenarnya yang dijelaskan secara gamblang, sampai sekarang aku malah nggak pernah ngerti tuh!

Terus gimana cara buat alur yang bagus. Buat alur bagus? Nggak kepikiran kaleeee. Jadi nggak ada istilah rumus bagaimana cara buat alur yang bagus, yang ada itu pikiranmu yang harus bagus. Sebab alur tak butuh rumus.

Just nulis!! Itu aja, penting nggak sih menjaga alur?
PENTING sekaligus PENING..., coba kau lihat kalau hilang huruf 'T' saja artinya sudah berubah bukan? Ya, alur itu bikin pening karena di dalamnya berisi arah cerita yang terpenting.

Jadi, usahakan kamu nggak sering ngalami penyakit AMNESIA deh! Sebab si penjaga alur itu otak memori kamu!

Jangan sering jatuh2in kepala ato jedotin kepala ke tembok kalo lagi kena virus mood ilang, itu bisa bikin alur cerita di memori jadi AMBURADUL!

So..., pastikan otakmu dalam keadaan sehat dan nggak lagi ngamar di RSJ atau lagi curhat sama psikiater... bisa-bisa kamu dikasih obat penenang en obat tidur yang bikin nggak bisa bangun, pas bangun otak memorimu udah hilang semua...






1 komentar:

  1. Sebenarnya alur gak pusing siiih. Alurkan cuma cara pengarang bikin cerita. Alur ada 3, Maju, mundur, atau flashback (sorot balik).
    Alur maju, ceritanya dari awal sampai akhir urut. Alur mundur sebaliknya, menceritakan kejadian yang udah lewat. Alur flashback, ceritanya maju dulu, terus menceritakan masa lalu, terus jalan ceritanya maju lagi. Terserah mau buat cerita beralur apa. Kalo gak mau pusing sih biasanya alur maju.

    BalasHapus

komen dong...yuk!