Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari November 10, 2011

serpihan Novel Palestina, Gadis Kecil di Tepi Gaza

Camp pengungsian, Gaza, 2009
            Sosok Palestine memandangi selembar foto keluarganya yang sempat ia selamatkan dari barang-barang lainnya. Sesaat selepas gadis kecil itu berdiri diam terpaku, menatap tiga sosok manusia jatuh telungkup dan terpendam pasir serta bebatuan dari bangunan rumah yang disinggahinya. Tepat di kota Gaza, malam hari. Pada tanggal 03 Januari 2009, beberapa kota tiba-tiba dihancurkan oleh bom-bom dan rudal yang membabi buta dari negara seberang, Israel. Semua terjadi begitu cepat, reruntuhan bangunan yang terkena ledakan bom-bom pun memakan korban jiwa. Satu demi satu nyawa jatuh bergelimpangan, jalanan penuh dengan orang-orang yang berteriak histeris dan menangis sedu sedan. Seolah-olah itu adalah tangisan terakhir mereka. Suara sirine ambulans pun saling beriringan keluar masuk area kota Gaza malam hari itu. Benar-benar terlihat kacau dan dalam keadaan genting, sementara sesosok gadis kecil berusia sembilan tahun yang sama sekali tidak tah…

The Education

Jenny adalah siswi kelas 3 SMA yang cerdas dan cantik, hidup di suburban kota London tahun 1960-an. Dengan didikan ayahnya yang kaku, Jenny diharuskan lulus ujian akhir dengan nilai gemilang agar kelak bisa meneruskan kuliah di jurusan sastra Inggris, Oxford. Jenny gemar bermain cello dan saat berlatih orkestra Jenny menangkap sinyal-sinyal asmara dari Graham, pemain biola yang juga murid kelas 3 SMA.
Graham pun mulai melancarkan jurus-jurus pendekatan dan Jenny tidak menolak, meski suasana kadang jadi kikuk karena Graham memang digambarkan sebagai pemuda yang nerdy dan geeky. Lalu Jenny berjumpa dengan David, pria dewasa yang bersikap sangat manis padanya. Perkenalannya dengan David membawa Jenny memasuki dunia baru kalangan high society London yang bahkan belum pernah diimpikannya. Nonton konser musik klasik, opera, lelang lukisan dan tentunya berdandan cantik serta mengenakan gaun-gaun indah.
Singkatnya, Jenny mabuk kepayang. Dia merasa tidak lagi perlu…