Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari April 24, 2011

Catatan Hati Sebelum Tidur untuk Seorang Kawan

Segores Lidah, yang Meluka Maaf, kalau sampai hari esok aku tidak bisa menemuimu. Karena kau tahu, bahwa aku benar-benar terluka. Pada kata-katamu yang selalu tersimpan dan terbayang di dalam mimpiku. Saat kau terlupa pada siapa aku untukmu, kawan. Apa kau tahu, aku sangat mengerti dirimu. Tapi sekali lagi, kawan... Jangan pernah lagi menemuiku... Hingga aku bersedia menemuimu... Untuk sementara waktu, aku menghilang Dari hadapanmu, dari ruang dan waktu... Tawa, Canda tak lagi dapat kau lihat Karena kau dengan kata-katamu, Walau sejuta maaf kau ingin ku memaafkan dirimu Tidak, untuk sekarang... Biarkan aku sendiri... Hingga matahari redup. Dengan sendirinya, dan biarkan Kuasa Tuhan yang mengambil alih semuanya. Ingatlah bahwa, kebaikan jangan pernah kau balas dengan kata keburukan. Yang membuatku menderita hingga kini.... Sidoarjo, 12 Agustus 2010

Kata dia, kekasihku kini...dulunya adalah suamiku

Suamiku, Katakan padaku tentang sesuatu, kejujuran yang tak pernah kulihat dari matamu. Pada ungkapan cinta yang tersembunyikan, Oleh sifat ketamakan. Suamiku, Dengarkan isi hatiku, mengapa saat ini aku demikian ragu. Pertanyakan kesetiaanmu. Yang terkalahkan dengan gemerlap emas dan permata Menutup murni hatimu... Suamiku, Tahukah engkau? Kata dia, kau dulu membunuhku... Dan kini aku menjadi sosok hantu. Kau mencekik leherku...hingga tubuhku membiru Tahukah kau, suamiku? Dia berkata, kekasihku kini, di masa ini, adalah dirimu yang dulu. Adalah suamiku. Yang dulu pernah membunuhku. Sidoarjo, 13 Agustus 2010

Aku Menyangka, Diriku Cantik

Namaku, Anabel Bella Lasiva Varozi Zika Kamelia Liang Lahat aku dilahirkan di sebuah kota terpencil yang letaknya paling ujung bumi, tersudutlah... Di mana sejujurnya manusia itu terbodoh, oleh pandangan matanya.... yang mengatakan, bahwa bumi itu tak berujung. Buktinya, aku lahir di paling ujung ujung tubuh manusia, yang namanya ujung perempuan kata siapa bumi itu bulat sih? Bumi itu bentuknya tidaklah bulat tapi ketika perempuan yang memendamku selama 9 bulan, itu perutnya membulat barulah aku bisa menerima bahwa memang bumi itu bundar. sebundar perut bundaku.... Ketika kulahir, kutendang-tendang ujung perempuan itu, aku mendengar ia mengaduh kesakitan, meringis... mengguling-guling di atas kasur yang telah basah oleh pecahnya air ketuban aku sempat mendengar walau tak terlalu jelas, "Bayi bangsat, belum waktunya keluar sudah mau mbrojol duluan." Kata-kata yang indah bukan? dari ibuku loh....:) Bayi bangsat katanya, padahal kata Tuhan ibuku itu orang baik Baik sekali hingga …

Jika setitik iman terang namun kembali terlelap

Ada sebuah hal besar dalam hidup kita. Ketika awalnya kita jauh dari agama, keyakinan dan iman. Apapun bentuknya. Jikalau ada, seseorang hamba membutuhkan penjelasan tentang cara bagaimana, apakah ini? apakah harus seperti ini atau itu? lalu bagaimana itu terjadi? Ketika seseorang hamba yang sangat kehausan akan keingintahuan tentang agama, keyakinan, juga iman, pada seseorang yang dirasa dan dipikir mengerti lebih pintar daripada dia, sekedar hanya untuk menjelaskan. Apakah yang kutulis ini sudah benar? Apakah yang kupikir ini juga sudah benar adanya? Apakah aku bisa membuat ini jauh lebih baik? Ketika ia membutuhkan bantuan dari yang merasa pintar dan menguasai ilmu-ilmu keagamaan dan sejarah itu sendiri. Saat ia benar-benar mencari bantuan, mencari tahu sebab ia takut tersalah jika ia menuliskan dengan atau tanpa keyakinan yang mantap. Maka, goyahkah keyakinan itu? Beberapa dari mereka yang kutanya untuk sekedar berkata, "Apa yang harus kulakukan?" Mereka menjaw…

Cemas berbuntut kegilaan, benarkah?

Cemas Berbuntut Kegilaan, Benarkah? “Pepatah bijak mengatakan bahwa, awal dari gila adalah kecemasan yang berlebihan.” _______________ Tuhan menciptakan manusia dengan memiliki rasa yang ada di dalam hati. Pernahkah kau merasa sangat gembira hingga kau merasa seakan jantungmu meloncat ke luar dari dalam rongga dadamu. Atau mungkin sebaliknya, kau pernah merasa sedih yang demikian dalam hingga kau berpikir bahwa hanya dirimulah yang pantas dan dinobatkan sebagai orang paling menderita di dunia. Rasa, menurut kamus Bahasa Indonesia yang artinya adalah ‘Tanggapanhati melalui indera’. Dan perasaan adalah, hasil atau perbuatan merasa dengan panca indera atau juga keadaan batin sewaktu menghadapi atau merasai sesuatu. Lalu, apakah perasaan yang paling saya dan Anda takuti dan tidak ingin mengalaminya sekalipun, akan tetapi kita malah tidak bisa menahan rasa itu yang pada akhirnya terkadang sebagian banyak orang mengalami kegagalan dalam hidupnya karena mendapat perasaan seperti ya…

lebih baik jadi gila, atau bunuh diri?

Lebih baik Jadi Gila atau Bunuh Diri? [Ada satu komentar di situs facebook pribadi saya, yang menanyakan soal apakah lebih baik menjadi gila atau bunuh diri?] _____________ Sebagian orang hidup dalam keputusasaan, sebagian yang lain hidup dalam kesukaan. Metode Yin dan Yang, hidup yang seimbang. Kiri dan kanan, gelap dan putih, berat dan ringan juga tinggi dan pendek. Sebagian orang yang berputus asa di dalam hidupnya, kebanyakan mereka larut dalam kepedihan dan kelaraan hatinya sendiri. Menjadi kucil oleh persebab masalah yang besar menurut anggapannya. Sehingga tak apalah, jika memang itu sudah menjadi haknya untuk menjadi seseorang yang pantas bersedih. Diantara mereka pastinya pula menderita tekanan mental yang amat dahsyatnya,, luka yang mengangga dan tak sanggup untuk ditambal atau bahkan dihilangkan sama sekali. Saya pula tak menampik akan rasa tertekan seperti ini. Pada dasarnya, itulah manusia. Di mana manusia itu memiliki dua karakter, yaitu karakter lemah dan kuat. …

Ya Sudahlah...

Katakan, Ya Sudahlah…Ketika mimpimu yang begitu indah. Tak pernah terwujud…, ya sudahlah. Saat kau berlari, mengejar anganmu. Dan tak pernah sampai, ya sudahlah…”[Bondan Prakoso] ______________ Lets go to get our dreams! Kadangkala, ketika kita tengah memiliki impian yang terasa begitu indah dan tinggi. Dan kita merasa telah berusaha demikian kerasnya, memberikan beribu pengorbanan yang terlihat maupun yang tak terlihat. Yang juga terkadang diiringi dengan canda, tawa serta tangisan yang mungkin lebih banyak tangisan yang menyertai perjuangan kita agar dapat meraih impian tersebut. Namun, ketika kita tengah berharap pada Tuhan, memunajatkan diri pada-Nya agar doa kita dikabulkan setelah bersusah payah berikhtiar sesuai perintahnya, dan terakhir kalinya cukup bertawakal atau memasrahkan pada Yang Kuasa. Lalu berhenti, tepat pada titik itu. Tawakal. Berserah diri, pasrah. Keputusan ada pada Allah Taala. Dalam arti kamus Bahasa Indonesia, makna ‘Tawakal’ tak lain adalah, berse…

Maria Mercedez

maria mercedes pa' servirle a usted de mi familia me encargo yo mi madre nos abandonó porque mi padre jamás cumplió maria mercedes pa' servirle a usted un buen dia mi son cambió compró un cachito y me conoció y al morir un montón me heredó * maria mercedes pa' servirle a usted que rico son el que bailo yo el abile que alivia cualquier dolor su ritmo calienta mi corazón maria mercedes, la vida te premiará tú ya lo verás maria mercedes, tu amor te corresponderá maria mercedes... mi felicidad el dinero no compró pues al hombre que amo no lo tengo yo... maria mercedes...maria mercedes * maria mercedes...si señor!!!