Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Juni 12, 2013

Tentang alur cerita

Ngomong-ngomong tentang alur...

btw, apa sih alur itu? Boro-boro ngomongin alur? Waktu aku belajar nulis secara otodidak saja, aku sama sekali nggak tahu tuh tentang artinya ALUR? Alur cerita..., yang menurutku ya arah jalan cerita aja. Tapi tentang arti sebenarnya yang dijelaskan secara gamblang, sampai sekarang aku malah nggak pernah ngerti tuh!

Terus gimana cara buat alur yang bagus. Buat alur bagus? Nggak kepikiran kaleeee. Jadi nggak ada istilah rumus bagaimana cara buat alur yang bagus, yang ada itu pikiranmu yang harus bagus. Sebab alur tak butuh rumus.

Just nulis!! Itu aja, penting nggak sih menjaga alur?
PENTING sekaligus PENING..., coba kau lihat kalau hilang huruf 'T' saja artinya sudah berubah bukan? Ya, alur itu bikin pening karena di dalamnya berisi arah cerita yang terpenting.

Jadi, usahakan kamu nggak sering ngalami penyakit AMNESIA deh! Sebab si penjaga alur itu otak memori kamu!

Jangan sering jatuh2in kepala ato jedotin kepala ke tembok kalo lagi kena virus m…

Ingin kembali ke ruang imajinasi yang sempurna

Tahun 2010, aku bertemu dengan seseorang yang mengajarkanku tentang cara berimajinasi yang sempurna dan bisa keliling dunia. Seolah ruh kita benar-benar terbang kesana.

Dan aku, memunculkan kisah itu di novel  Saranghamnida, Oppa, Rahasia Abidah juga Diary suamiku.

Jika kalian pernah membaca novel-novel tersebut, betapa tingginya daya imajinasiku saat itu bukan?

Aku menulis karena senang, tenang dan nyaman....

Hal itulah yang dapat membuat tuliskan di novel terasa lebih hidup...

Ingiin mencoba berimajinasi tinggi???

Saat pilihan terfokus pada anak

Namanya Nindy, dia adalah seorang bayi kecil yang mengubah hidupku belakangan ini. Umurnya baru 9 bulan, tapi sudah berhasil memporak-porandakkan seisi rumah termasuk ayah dan  ibunya.

Saat kemudian aku tidak lagi bisa menulis lantaran bertambah aktifnya diri bayi itu, akupun berdoa pada Tuhan. "Ya Allah, jika memang sudah saatnya aku berhenti menulis. Maka berikanlah rejeki tambahan yang besar untuk suamiku agar aku bisa mengurus bayiku dengan baik."

Dan doa itu sekitar dua bulan yang lalu. Aku tidak menganggap diriku baik dan atau paling suci di bumi ini, masih banyak kesalahan yang aku lakukan.

Tapi, ternyata..., Tuhan menjawab doaku dengan cepat. Ia berhasil menghentikan waktuku yang panjang untuk menulis dan berganti menjadi mengasuh Nindy yang sudah merangkak kemana-mana. Tentunya hal itu membuat laptop sering on off melulu. Hingga pada akhirnya aku pun mencoba untuk mengganti waktu menjadi malam hari pukul 12.

Kucoba perlahan, masih tetap tak bisa. Malah rasa kantuk y…