Langsung ke konten utama

Pos

Menampilkan postingan dari Desember 19, 2011

Hidup itu seperti piramida

Awalnya ia hanya seorang anak biasa
kemudian menjadi orang biasa
kemudian ia menjadi manusia yang bertalenta
ia berpikir "Aku punya bakat"
ia merasa "Aku adalah orang hebat"
ia bertindak "Aku bisa melakukannya."

Awalnya ia hanya seorang anak biasa
kemudian menjadi orang biasa
kemudian karena sebuah talenta, ia punya satu karya
ia berpikir "Aku punya karya"
ia merasa "Aku adalah orang yang sangat hebat"
ia bertindak "Hanya aku yang bisa melakukannya."

Awalnya ia hanya seorang anak biasa
kemudian menjadi orang biasa
kemudian karena ia merasa menjadi hebat, ia memiliki sebuah kekuatan
ia berpikir "Aku ini lebih bisa"
ia merasa "Aku adalah orang yang tak ada tandingannya"
ia bertindak "Hanya aku satu-satunya pencipta karya terkenal."

Awalnya ia hanya seorang anak biasa
kemudian menjadi orang biasa
kemudian karena ia merasa adalah satu-satunya pencipta karya terkenal, ia bisa memandang rendah yg lain.

Jika buku kita dijual dengan harga obralan, apakah kita harus malu sebagai penulis?

salam cinta,

untuk teman-teman yang pernah chat dan mengajak berbincang-bincang tentang dunia penerbitan. sekarang aku akan memperbincangkan tentang "Harga buku obral". Ok, biasanya kita temukan di acara pameran-pameran buku di mana disanalah tempat yang paling diminati pasar.

aku suka sekali dengan acara pameran buku karena memang biasanya dijual murah meriah bahkan hanya dengan selembar uang seratus ribuan kemungkinan besar bisa mendapat 6 buku dari hasil penjualan limabelas ribu  per buku.

Baiklah, yang akan saya tanyakan disini untuk penulis. apakah kalian jika menemukan salah satu dari buku kalian itu dijual obral, lantas malu? padahal saat kau melihatnya dan orang lain tak kenal dirimu, kau bisa mengintai mereka, mereka-mereka yang langsung dengan cepatnya mengambil novel dan bukumu.

apakah kau merasa malu bukumu dijual obral? padahal dulu, sebelum kau jadi penulis, kau pun juga pergi ke pameran bersama teman-temanmu juga ibumu mungkin,untuk memborong buk…

Doaku untuk Jodohku

"Ya Allah, siapakah jodohku?
Jodohku siapa, Ya Allah?
Siapa jodohku, Ya Allah?
Yaaa, ada jodoh nggak sih aku?"


banyak manusia yang menginginkan diri mereka terikat dan mengikat orang lain, pasangan mereka. hidup untuk saling mengikat satu sama lain. diikat, dierat, terikat, merekat seperti lem. tapi tahukah, bahwa mencari jodoh itu sangatlah sulit, sesulit apa yang benar2 dia inginkan, seperti kriteria dirinya sendiri.

banyak manusia yang merindukan kehadiran pasangan, untuk diajak saling berbagi, berkasih sayang juga berbagi rasa untuk peduli satu sama lain. namun ketika, kebencian dan kesalahan yang dilakukan satu pihak, bisa memporak-porandakkan semuanya. sekaligus ikatan tali cinta mereka yang sebelumnya telah dirajut sedemikian rupa, membentuk ikatan hati. hanya karena masalah kecil, rajutan itu putus, bahkan benangnya terburai kemana-mana.

bukankah sayang? membuang rajutan itu dan membencinya? manakah yang baik, memperbaiki rajutan atau mencari rajutan baru. …

kisah si Jamboel Khatulistiwa

JAMBOEL KHATULISTIWA

            “Eh, kamu tahu Si Jamboel nggak?”

            “Jamboel?”

            “Itu loh, yang suka pake bulu mata anti badai,”

            “Oh, si bulu mata yang pake pengawet itu ya?”

            “Betul, kamu tahu dia sekarang lagi di mana?”

            Si Betty menudingkan jari telunjuknya pada seorang gadis berkulit sawo watang yang mana tiap kali masuk ke ruang kelas kuliah, selalu mengambil tempat duduk paling belakang. Biar bisa ngaca di depan cermin ajaibnya.

            “Tuh, di sono, kayak nggak tahu Jamboel aja!”

            “Yee, la kamu tadi tak tanya Jamboel juga pilon!”

            “Busyettt, cewek kayak Jamboel aja dicariin. Awas kamu, kena jamboelnya nanti baru tahu rasa, Jamboel itu punya jimat pelet biar orang yang nggak suka sama dia, tiba-tiba jadi suka. Eiiiyyy, serem amat!”

            “Ha, kalo sama aku dia nggak bakal bisa melet deh!”

            “Yakin, nggak bakal ketular jamboelnya?”

            “Sip!!!”

*
            “Mboel!”

  …