Popular Post

Popular Posts

Recent post

Archive for 04/23/11


Ya Tuhan, maafkan aku...
karena telah membuat orang itu cemas atas ucapanku,
harusnya aku yang bersalah,
karena tak mengambil hewan kesayangan NabiMu...
Terbayang-bayang akan tangisan seekor kucing yang sebelumnya seakan memanggil-manggil namaku ketika aku tengah sibuk menelpon di dalam KBU wartel setelah mampir di toko, pulsa habis dan hendak mengisinya pula. Ketika aku tengah asyik berbincang-bincang untuk menanyakan tentang kisah motivasi yang sedang kutulis. Dalam seiring percakapan tersebut, aku mendengar suara tangisan seekor kucing yang meminta belas kasihan, mencari ibunya dan meminta makan.
aku bertanya dalam hati, "Kucing siapa itu kok menangis?" , saya tahu apakah itu tangisan kucing atau sekedar kucing yang meminta perhatian orang, atau kucing yang lagi ingin kawin. Spontan saya menebak bahwa kucing itu tengah menangis, benar-benar menangis. sebab suaranya terdengar pilu, walau yang terdengar hanya bunyi, "Ngeong" saja. Tapi aku mengerti artinya, sebab sejak dulu aku memelihara kucing dan mencintai kucing.
Malam itu, adalah detik kematianmu. bahkan aku tak bisa menebak bahwa itu adalah detik kematianmu, maka kau menangis pilu sepilu-pilunya. tak pernah aku mendengar suara kucing sesedih ini. Aku masih tetap sibuk berbicara di dalam dan berniat untuk mengambil kucing itu selepas aku menyelesaikan urusanku. hatiku seakan memaksa agar lekas keluar dan mencari kucing yang ada di luar. Setelah aku keluar dan membayar biaya pulsa pada sang pemilik wartel tersebut dan akan mengisi ulang pulsa. aku masih mendengar suara kucing itu, tapi aku masih menahan diri untuk keluar sebab aku sedang menunggu kembalian uang.
tak ada lima menit, suara tangisan kucing itu menghilang. aku tak menduga dan masih menunggu kembalian si ibu pemilik pulsa. tiba-tiba sebuah sepeda motor berhenti di depan rumah ibu itu, sedang aku masih berdiri diam. lelaki itu masuk ke dalam dengan tergesa-gesa mencari si ibu;
"Maaf, Bu. Punya kantong plastik?" tanyanya dengan napas terengah-engah dan ketakutan.
ibu itu bertanya, "Untuk apa, Pak?"
entah kenapa saat itu aku merasa telingaku tidak mendengar apa-apa, aku tidak mendengar bahwa mereka sedang memperbincangkan kucing itu.
dan ketika aku tersadar dari lamunan, aku keluar melihat apa yang sedang 2 orang itu lakukan.
"Ada apa sih, tante?" tanyaku heran.
"Nabrak kucing?" jawabnya.
aku diam tertegun, termangu, menahan rasa pedih di hati. Ah, bukankah ini kucing yang kudengar tadi dan hendak kuambil selepas ini?
Kenapa mati?
pengendara sepeda motor itulah yang menabraknya dan dia terlihat amat kebingungan untuk berbuat apa. Karena aku kesal dan marah tapi tertahan, aku berkata pada orang itu,
"Jiah, bapak menabrak kucing hitam. biasanya dapat sial setelah ini, ah, kenapa tidak lihat jalan?"
bapak itu menjawab gemetar, "Tadi saya...saya kira, saya ...kira itu tikus karena warnanya hitam."
"Walaupun tikus tetap tidak boleh ditabrak, Pak."
"Saya berusaha menghindari tapi..tapi..."
Ah, bapak itu bohong, memang di jalan di rumahku sering dipakai ngebut-ngebutan, dia berdalih, pikirku. sudah membunuh masih cari alasan juga.
"Dikubur lo, Pak."
"Iya, ini mau dikubur,"
"Jangan sama kantong plastiknya, jangan dibuang di tempat pembuangan."
"Iya...," jawabnya gemetar.
kemudian ketika tubuh kucing yang sudah tergeletak tanpa nyawa itu dimasukkan ke dalam kantong plastik berdobel 3. aku kembali berkata padanya,
"Darahnya, Pak. Darahnya disiram pasir. Biar kering."
Dengan gesit bapak itu menuruti perintahku, dengan sepasang tangannya dia mengambil segenggam pasir untuk menutupi darah si kucing yang bercecer di jalanan. setelah itu, ketika telah selesai urusanku, dan hendak pulang. aku melihat suara meong kucing lain di atas teras rumah orang.
keluarga si kucing lain, tengah menyaksikan kejadian pembunuhan kucing itu dan menyanyi sedih pula. aku menatap ke atas dan melihat seekor kucing kecil tengah melihatku. aku seakan merasa bersalah.
harusnya kucing itu tidak mati jika aku cepat mengambilnya, tapi aku tidak tahu bahwa kucing itu kucing hitam. kata orang, kucing hitam itu kucing sihir, kucing yang dimasuki roh halus. kucing yang jadi sembahan sesajen-sajen. Sebab Ia Hitam.
Dan aku mengumpat dalam hati, "Semoga orang yang menabrak itu sial setelah ini, kucing itu...ah, kasian sekali."
aku mengirim sms ke teman-teman menceritakan kematian si kucing, dan semuanya bilang, "Nanti dia ketiban sial."
aku berkata, "Ya, semoga begitu."
tak bisa tidur setelahnya, tak bisa tidur, terbayang-bayang kematian si kucing dan suara tangisannya yang pilu, meminta pertolonganku. tapi aku terlalu sibuk dengan urusanku hingga tak lekas mengambilnya. bahwa dia tengah ketakutan, saat sesosok malaikat maut hendak datang menjemputnya, dan ia butuh aku untuk menyelamatkannya. sedetik, semenit itu pula ia menghilang, nyawanya melesat terbang tinggi jauh....
jauuh sekali...sekali...dan sangat jauh, hingga aku terus menatap langit hitam itu....
ah, harusnya kenapa kau tak masuk saja dan mendatangiku? ah, kenapa pengendara motor itu melindas tubuh kecilmu, sungguh kejam nian. ia tidak punya mata.
tapi, setelah aku merenung, yang ternyata tidak punya hati adalah aku. sebab aku tak lekas tanggap menghampirimu seperti biasa kulakukan pada kucing-kucing lainnya ketika mendengar suara meongnya.
sungguh, aku merasa bersalah pada kucing itu, dan mencari kambing hitam atas kematiannya. apalagi aku mengutuk pengendara itu akan ketiban sial, ah..betapa bodohnya aku, bagaimana jika ucapanku ini membuat si penabrak kucing itu sakit dan menderita dalam hidupnya. menjadi sugesti, terngiang-ngiang sebab ucapanku yang tak dipikir.
bahwa mitos itu tak benar adanya, bahwa aku terlupa. pada Tuhan yang telah menciptakan kelahiran, kematian semua makhlukNya dengan cara apapun yang telah dikehendakiNya dan tertulis di kalam.
dan seharusnya, jika saja aku mampu memundurkan sedikit waktu saja, lima menit saja Tuhan...., aku akan mengambil seekor kucing hitam yang menangis itu.
"Ah, sebab ia hitam. dan aku percaya mitos itu."
ah, betapa bodohnya aku yang mempercayai keburukan daripada Keyakinanku pada Tuhan. lalu, bagaimana kondisi yang menabrak kucing itu, apakah dia masih mengingat ucapanku padanya.
"Bapak, maafkan saya ya. seharusnya sayalah yang patut dipersalahkan."
untuk menebus dosaku, aku akan memelihara seekor kucing hitam awal tahun depan.
Sidoarjo, 11 November 2010
Vanny Chrisma W.

Sebab Ia Hitam


FITNAH...
apakah yang engkau ketahui tentang Fitnah?
Bahaya dari Fitnah?
apa itu Fitnah?
Apa sebab dari Fitnah?
dan apa akibat dari Fitnah?
serta kenapa terjadi Fitnah?
FITNAH....
kata orang, fitnah itu lebih kejam daripada pembunuhan. apalagi jika fitnah tersebut memang benar-benar fitnah dan kebohongan yang diada-adakan untuk menghasut orang agar orang lain itu tidak suka pada kita.
FITNAH...
pernahkah engkau terdampar oleh sebuah fitnah?
yang mencoreng nama baik dan dirimu sendiri pada orang lain, atas hal yang tidak engkau lakukan sendiri...
lalu apa yang terjadi pada dirimu?
dengan fitnah yang kau terima...?
FITNAH...
dosa fitnah lebih besar, apa kau tahu sebabnya?
sebab dari fitnah akan timbul satu kekacauan besar, krisis kepercayaan, dan juga tidak adanya tali silaturahim kembali yang terjalin baik seperti dulu.
Fitnah, ingatlah akan lidahmu. tak bertulang tapi menyakitkan...
tapi, jika berita yang tersiar itu benar adanya, itu bukanlah sebuah FITNAH..., tetapi AIB.
Sesungguhnya datangnya Aib pada dirimu adalah untuk menyadarkanmu akan suatu kesalahan. Jika engkau merasa malu karena mendapatkan Aib. maka bersihkanlah dengan cara sesuci-sucinya, setiap manusia pasti memiliki kesalahan.
yang terkadang orang lain harus mengetahui akan kesalahan itu, untuk memberikan kesadaran bahwa kita tersalah...
tapi bedakanlah antara menyebar fitnah dengan menyebar aib.
Fitnah adalah tuduhan tanpa bukti, dan menyebar aib adalah menyebarkan keburukan kita atau orang lain. kedua hal tersebut sama-sama mendapat dosa jika dilakukan.
tapi belajarlah untuk memberikan pemecahan, solusi pada orang-orang yang membutuhkan bantuan, untuk menghindari Fitnah, dan aib yang telah tersebar kemana-mana.
karena kadang kita lupa, apa yang telah dikatakan. pada apa dan bagaimana dan untuk apa kita berbicara. apakah untuk kebaikan?
Ditujukan untuk:
FITNAH & AIB
*Janganlah suka memfitnah orang
*Tutuplah aib serapat-rapatnya...
tapi bedakan antara orang yang sedang mencurahkan permasalahannya karena ia tidak mampu untuk selesaikan dan membutuhkan bantuan orang lain.
jadi jangan samakan mereka yang bercurhat itu menyebar aib....
ditujukan agar tidak terjadi Fitnah dan menjadi aib untuk kita semua

Anoreksia
Anoreksia adalah kelainan psikis yang diderita seseorang berupa kekurangan nafsu makan meski sebenarnya lapar dan berselera terhadap makanan. Kondisi ini biasanya ditandai beberapa gejala psikologis seperti ingin memiliki tubuh kurus, takut berlebihan terhadap kegemukan, menolak untuk mempertahankan berat badan yang normal, hilangnya siklus menstruasi, mempelajari tentang makanan dan kalori secara berlebihan dan menyembunyikan atau sengaja membuang makanan.
Sekitar 95 persen penderita anoreksia adalah perempuan berstatus sosial ekonomi menengah ke atas. Kelainan ini mulai muncul di masa remaja dan kadang di masa dewasa. Anoreksia bisa bersifat ringan, hanya sementara atau berat dan berlangsung lama.
Penyebab dari anoreksia hingga kini belum diketahui. Tetapi para ahli kesehatan berpendapat bahwa faktor sosial memegang peranan penting dari anoreksia. Biasanya para penderita ingin menjadi kurus karena merasa kegemukan.
Penderita menganggap dirinya tidak menarik, tidak sehat dan juga tidak diinginkan. Penderita anoreksia bisa mengalami dehidrasi dan cenderung sering pingsan. Kelainan ini juga memicu kematian mendadak karena irama jantung yang tidak normal.
Gejala Anoreksia biasanya terjadi karena meningkatnya perhatian secara berlebihan pada makanan dan berat badan. Meskipun sudah kurus tapi tetap merasa gemuk, selalu menyangkal kalau dirinya sudah kurus, melakukan olahraga berlebihan untuk mengendalikan berat badan, tidak mengeluh meski nafsu makan dan berat badan berkurang.
Untuk pengobatannya adalah mengembalikan berat badan normal. Jika berat badan turun sangat cepat atau banyak (sampai 25 persen dibawah berat badan normal) maka sangat disarankan untuk mengembalikan bobot tubuh ke berat normal. Pengobatan awal biasanya dilakukan di rumah sakit, kadang diberikan makanan berupa infus atau selang nasogastrik.
Cara kedua adalah dengan melakukan terapi psikis yang disertai pemberian obat. Apabila status gizinya sudah baik maka terapi akan dimulai oleh psikolog. Terapi ini bisa berupa psikoterapi individual, kelompok atau keluarga. Jadi alangkah lebih baik jika anda tidak terlalu memikirkan performance yang sempurna, apabila hal itu hanya akan merugikan diri sendiri. Yang terpenting adalah kecantikan dalam diri anda yang akan tetap bersinar indah.
perempuan.com
==================
Takut gemuk, padahal tubuh sudah terlampau kurus #_#, ya itulah yang jadi hal terbesar dalam diriku ketika itu mungkin sampai sekarang.
kenapa orang takut gemuk? karena kebanyakan orang tidak suka dengan tubuh gemuk yang banyak lemak. Takut gemuk, padahal beratku sudah 43 kg. harusnya dengan tinggi 161 cm beratku normal adalah sekitar 50 atau 55 kg. Banyak orang menyarankan aku untuk minum susu, tapi aku menghindarinya persebab itu.
1. baunya mual
2. lemaknya banyak
3. membuat tubuh jadi gemuk
4. susu akan menyebabkan aku tidak berselera makan dengan makanan lainnya tanpa nasi, sebab sudah terasa penuh padahal aku menggilai makanan.
5. Susu selalu identik dengan gemuk!
"Aku takut gemuk!" ketika orang2 sedang makan bersamaku di rumah makan atau warung, saat memesan menu ayam bakar. dan saat telah tersaji, orang di sekitarku dan didepanku pun mengernyitkan alis dan bertanya,
saat aku membelah jadi dua semangkuk nasi putih itu dengan sendok.
"Kenapa kamu bagi 2?"
"Ah, aku takut kalau tidak habis karena lambungku kecil." ucapku berdalih, "daripada nanti tidak habis, lebih baik sisanya kuberikan padamu."
temanku itu pun geleng2 kepala kemudian berkata,
"Pantaslah kamu tidak pernah bisa gemuk, nasi saja kamu bagi 2."
"Ah, kau saja yang tidak tahu bahwa sebenarnya aku suka makan. tapi kalau melihat sesuatu yang banyak, perutku jadi mual."
"Kau sudah kurus, kenapa diet?"
"Aku tidak diet, aku makan sejak dulu seperti ini. Aku tidak pernah merasa bahwa ada yang salah dengan bentuk tubuhku. aku memakai baju pun tidak terlihat kurus, jadi sebenarnya siapa yang salah?" ucapku membela diri. Walau sebenarnya, saat aku menatap cermin dan melihat tulang rongga dada yang tampak itu ketika memakai baju yang belahan sedikit ke bawah, aku merasa "Tubuhku sekurus inikah?"
tapi aku tidak bisa membayangkan bagaimana jika tubuhku gemuk?
jadi aku menolak untuk minum susu. susu, aku mual dengan cairan kental berlemak itu. pikirku, yang penting ngemil saja toh pasti sudah gemuk.
kembali temanku memperhatikan kulit wajahku yang terlihat kering dan kusam,
"Harusnya kau lebih memperhatikan kulitmu,"
sekali lagi, kenapa dia harus berceloteh terus di saat aku sedang asyik melahap makanan?
aku pun geram, "Ok, kau adalah orang ke seribu yang selalu protes pada tubuhku. jika nanti aku benar2 minum susu dan gemuklah badanku, apa kau senang?"
"Tentu saja senang, sebab ada perubahan dari bentuk tubuhmu."
"Baiklah, mulai hari ini aku akan minum susu."
=======
3 bulan berjalan....
Aku mengonsumsi obat cina yang kupesan lewat internet yang janjinya dapat menggemukkan tubuh dalam waktu 3 bulan, sebutir demi sebutir kutenggak pil itu hanya agar mereka senang jika aku benar-benar telah gemuk! dan, naiklah berat badanku mencapai 15 kg tanpa diduga. bahkan sedikit melebihi normal.
mereka pun senang karena akhirnya aku memiliki "Daging" atau kelihatan ada dagingnya. daripada sebelumnya ketika aku masih seperti tulang belulang. aku menggemukkan badan dengan tangisan, kenapa mereka harus terus berbicara dan mengejekku seperti itu?
bukankah aku tak pernah mengejek mereka?
setelah aku merasa gemuk, obat itu tak lagi kuminum. dan aku makan seperti biasanya, tetapi ajaibnya, hanya dalam hitungan seminggu berat badanku naik 1 kg!!! ini artinya dalam sebulan akan terus naik 4 kg. dan bulan ke depan akan naik terus dan terus!!!!!
oh, Tuhannnn!!! Tidak! Aku kegemukan...
==================
kembali aku diajak makan di kantin:
tubuhku yang gemuk menarik perhatian mereka dan saling mencibir,
"Wih, endute..., wih lemune, wih gemuknya, makkkk!"
aku melirik ke arah temanku yang dulunya memaksaku untuk minum susu.
"Aku gemuk kan? apa pendapat mereka?"
temanku hanya diam saja sambil memperhatikan pipiku yang tembem.
"Kau kelebihan berat badan,"
"Ini kan kemauanmu, dan kemauan mereka. lalu apa aku salah?"
"Sepertinya...kau harus menguruskan sedikit."
"Apa?!!!"
==================
(diary)
Oh, inikah semacam kutukan? aku menuruti apa kata mereka agar aku bisa gemuk seperti yang mereka inginkan. tapi, saat aku gemuk mereka pun menghinaku.
sebenarnya, apa salahku dalam hal ini, Tuhan...
mereka tetap terus membicarakan tentang berat badanku...aku benci...benci sekali!!!!
==================
keesokan harinya,
aku memutuskan untuk menjalani diet, dan apa kalian tahu apa tanggapan mereka?
"Wah, bagus itu kau diet, biar tubuhmu tidak kegemukan!!!"
selama hampir 3 bulan lamanya aku menghindari makan..., bahkan semangkuk nasi pun kubelah jadi 4. aku hanya makan sesendok dua sendok, hingga akhirnya aku hanya makan buah-buahan yang berair.
beratku kembali turun dan menjadi 43 kg. Di mana itu adalah beratku yang dulu mereka hina. aku dehidrasi....kulitku semakin kering. dan akhirnya aku pingsan.
===================
Tak ada satupun dari mereka yang berbicara, ketika melihatku tergeletak lemah tak berdaya di ranjang rumah sakit. aku berkata padanya,
"Ini adalah kemauan kalian, dan aku menurutinya."
Sidoarjo, 22 Desember 2010
ps: buat mereka yang suka berceloteh...pada yang namanya berat badan....aku muak!!!

Pada Mesem...
ku punya tulisan...
jangan tersenyum dan jangan merengut...
ada seorang perempuan dan laki-laki,
di tangan mereka membawa sebuah terompet...
yang akan ditiup tepat pukul 24.00 dan 00.00
perempuan itu berkata,
"Mas, apa harapan kita di tahun esok, 2011?"
laki-laki itu menjawab,
"Dek, Mas ingin meminangmu di tahun 2011 nanti."
perempuan itu tersenyum menyeringai...
"Ah, Mas..., masak sih mas lupa?"
laki-laki itu mengernyitkan alis keheranan,
"Lupa apa tho Dek?"
perempuan itu membuang sebuah terompet yang di bawanya dan dilemparkan di wajah si lelaki.
"Mas lupa ya? tahun kemarin Mas juga bilang gitu, sekarang gitu lagi. Mana? Kemarin bilang katanya tahun ini menikah, toh nyatanya ga jadi terus. tahun depan janji gitu lagi...! Gombal!"
laki-laki itu menggaruk-garuk rambutnya yang tidak gatal,
"Dek, bukannya Mas ni bohong. tapi hutang mas tahun ini aja belum lunas,"
perempuan itu mesem... lalu berkata,
"Kalo gitu,berharaplah hutangmu lunas saja! nggak usah pake janjiin nikah-nikah segala! Sekarang, kita putus!!!" sang perempuan itu pun bergegas pergi meninggalkan si lelaki yang di tangannya masih memegang terompetnya.
"Dek, jangan pergi!!!"
namun, si perempuan tetap tidak mau menoleh ke belakang, ia tidak mau diberikan janji-janji palsu setiap akhir tahun yang didengarnya dari mulut sang kekasih. lelaki itu pun berusaha untuk mengejarnya, kemudian langkahnya dihentikan oleh si perempuan yang tiba-tiba membalikkan badannya,
sambil mesem ia pun berkata,
"Mas, keinginanku di akhir tahun ini, adalah putus denganmu. TITIK! SLAMAT TINGGAL!"
lelaki itu pun terdiam seribu bahasa, kaki dan tangannya pun bergetar, sedang lidahnya terasa kelu dan tidakdapat berucap apa-apa. ia masih tetap menggenggam terompetnya, melihat kekasihnya telah menjauh pergi. air mata pun mengalir deras.
harusnya ia tak pernah berjanji tiap akhir taun dan untuk awal tahun, jika yang terjadi tetaplah sama. Kini,di akhir tahun dan di awal tahun, ia telah kehilangan harapan-harapan itu. dan juga sosok kekasih yang dicintainya sekian lama.
ketika....di akhir tahun ini, lelaki itu melihat semua orang, pada mesem menyaksikan kerlipan-kerlipan cahaya bintang dan suara mercon yang berlomba-lomba membisingkan telinga.
ia menangis di dalam hatinya....
kecut....rasa ini....
sidoarjo, 31 Januari 2010...penghujung tahun

Aku tahu diriku mulai hancur
ketika semua melihat ku tak mampu
arungi hidup...
pada mula, senyuman tersungging
di baris bibir yang indah,
terbesit rasa apakah ku kian merasa dicintai
sedalam itu...
Sedalamnya ku berusaha,
mengerti engkau dan mereka...
sulit...rasa hati dan jiwa melabuh
pada cinta dirimu...
melabuhkan hati,
tak semudah yang kulangkah...
gurat-gurat kesedihan dan tangis,
lara...sendu, malapetaka...
jika dari engkau tak rasa diriku,
berkorban demi cinta...
oh, bukan cinta...
cinta tak berdosa...cinta tak berdarah
hanya rasa dalam jiwa penuh tangis...
ketika,
aku tahu diriku mulai hancur
karenamu....

Pada kekasih bualan, di ujung sana...
yang bukan jadi kekasihku....
sidoarjo, 05 Januari 2011
Di sana, kau berkata, "Kenapa kau masih bersama dia?"
di sini aku berkata, "Kenapa pula kau tak pernah ada di sampingku?"
di sana, kau berkata lagi, "Jika kau sudah tak lagi bersama dia, maka aku akan di sampingmu."
Di sini, aku berkata padamu, "Mungkinkah ucapanmu bisa dipertanggung jawabkan?"
di sana, kau berkata sambil tersenyum, "Pastilah, Sayang. jika kau sudah tak bersama dia lagi untuk selamanya."
di sini, aku berkata dengan penuh ragu, "Apakah sampai saat ini kau masih menanti diriku?"
di sana, kau berkata dengan nada desahan, "Ah, percayalah padaku. untuk apa aku berbohong?"
di sini, aku berkata sambil mulai berpikir, "Bisakah aku mempercayaimu?"
di sana, kau berkata penuh merayu, "Percayalah, kapan aku pernah bohong padamu?"
di sini, aku terdiam, kemudian berkata, "Bukankah, kau adalah seorang yang suka membual?"
di sana, kau berkata dengan sedikit gugup, "Jika kau tidak percaya, ya sudah. tetaplah bersama dengan dia."
di sini, aku mengelus dada lalu berkata, "Terima kasih, aku tak butuh bualanmu."
THE END

Baru saja sekitar 2 jam yang lalu, sebelum akhirnya aku memutuskan untuk membeli es krim Conello. Untuk hilangkan rasa penat dan otak yang hampir umep ini. Aku menghubungi kekasihku, dan berkata padanya,
"Mas, sebentar lagi aku off nggak nulis lagi, waktuku kian habis untuk berpikir dan berpikir, dan berpikir. Bahkan saat aku tidur pun mimpiku pun berpikir pula. Sampai saking stresnya nyasar ke sarang hantu." jelasku.
dia berkata, "Kau selalu ngambek dan berhenti di tengah jalan, kamu terlalu banyak bermain, bla...bla...bla...""
Aku diam bukan berarti aku malas, aku jalan-jalan bukan berarti aku cuci mata tapi cuci buku. Pikiranku terus berjalan hingga aku tak sanggup untuk memberhentikannya, kapan aku bisa berhenti dari rutinitas ini? Aku ingin berganti profesi.
""Ganti profesi menjadi apa?
""Marketing, yah jualan lah...
""Kamu mana bisa jualan?"
"Bisalah, terus aku kerja apa kalo nggak nulis lagi?"
"Ah, sudah kamu berhenti semuanya saja, nggak usah ngapa2in.
"KLETEK..
dia marah, kekasihku marah saat aku bernegoisasi dengannya atas hidup dan masa depanku.
Begini, Sayang. Maksudku itu berhenti menulis beberapa waktu mungkin 1 tahun dan lebih, sebab aku perlu merefreshkan isi dan memori yang terkadang hang...hang, Sayang...ini yang kadang buat aku ingin off.
walau perjuangan menjadi penulis itu susahnya bukan main jika aku kembali mengingatnya.aku hanya ingin, memeluk boneka sapiku dan tidur...lepas dari penat. penat itu memang hantu buatku, karena pastinya aku akan berkeluh kesah, karena aku tak ingin mengeluh maka aku ingin berhenti.bagaimana ini? aku sudah tak suka lagi dengan kegiatan ini, bahkan hingga saat ini aku tak punya banyak waktu untuk menulis puisi,
Sayang...dapatkah kau mengerti... bahwa hidup di dunia ini memang indah jika diiringi dengan uang dan kesuksesan, tapi...kadang aku hanya ingin tidur tenang, itu saja.saat bangun, aku melihat buku2 di meja itu rapi, dan bukan tercecer di lantai dalam kondisi terbuka dan morat-marit. gelas yang kosong dan bekas kemarin. kantong plastik kue dan sebagainya.aku ingin harum, rapi dan tenang.
Jika aku berhenti, janganlah marah padaku. Sebab aku hanya ingin beristirahat...aku perlu mendinginkan kepala yang panas....aku berhenti bukannya meninggal dunia dalam profesi. tapi aku berhenti karena ingin ingin sekali, merasakan bahwa jemariku ini meminta istirahat...dan aku ingin....mengajar saja, iya, aku ingin menjadi pengajar saja...bolehkan?
Vanny Chrisma W..
.harapan....

Ibu...
bisakah aku berkata tentang sesuatu padamu?
bahwa saat masih berada dalam kandunganmu,aku hanyalah seorang bayi...
setelah aku terlahir dari rahimmu, maka aku adalah anakmu...
ketika aku menyusu padamu, aku yakinkan diriku siapapun engkau, kau adalah ibuku.
saat aku tak ingin lagi merasakan air susu, kau gantikan dengan air teh hangat...
yang kusuka..sampai sekarang...
Ibu...
bisakah aku berkata tentang sesuatu padamu?
bahwa ketika aku belajar berjalan, pasti sering terjatuh dan menangis...
kau dekap aku walau setitik pula kau cubit aku karena terlalu malas untuk berjalan dan ingin selalu,
selalu ada di pelukanmu, aku malas lepas darimu, wahai ibuku...
hingga aku merasa, bahwa kakimu adalah kakiku...
jika sakit maka aku pun juga sakit...
ibu...
bisakah aku berkata tentang sesuatu padamu?
bahwa kau mengenalkanku akan arti saudara, yang lain dariku,dan mereka jua anakmu.
kau bagi rasa kasihmu dan berupaya seadil-adilnya agar tak ada satupun yang iri hati...
jika melihat kasihmu terlalu berlebih padaku...
walau aku tahu kau benar-benar sangat menyayangiku,
karena aku terlalu lemah pikir engkau saat itu.
aku tak bisa kuat jika tanpa hadirnya engkau...
ibu....
bisakah aku berkata tentang sesuatu padamu?
bahwa engkaulah yang selalu setia mencucikan pakaianku, hingga sekarang
saat aku sudah bisa dianggap dewasa, karena usia..
tapi, aku masih tetap kanak-kanak dalam dirimu.
hingga kau berkata, "Belajarlah mandiri, jika nanti ibu sudah tidak ada, siapa yang akan urus dirimu?"
ibu...
ketika itu apakah engkau tahu bahwa aku merasa sangat ketakutan...
takut, jika kau tak lagi ada di sisiku,
tetapi ibu..., aku ingin agar kau tetap menganggapku sebagai anak-anak,
agar aku dapat melihat...
engkau yang susah payah mencucikan bajuku, merapikan dan selalu membuatkanku teh hangat,
karena engkau tahu, aku sudah tak lagi suka meminum susu...
saat itu, dalam hening aku merenung lalu menangis...
ibuku, adalah seorang wanita, dan aku pun juga adalah seorang wanita,
kelak, setelah aku menikah dan punya anak, aku pun pasti menjadi seorang ibu...
dan...
sebetulnya,
aku adalah seorang ibu....

Ini adalah sebuah kisah...
konon, di sebuah negeri yang penduduknya berjumlah milyaran, di antara semilyar itu ada satu orang lelaki yang memiliki cerita klasik.
Bacalah, pasti kau akan paham maksudnya.
======
Sosok lelaki itu tak pernah dikenal orang-orang sekitar, mungkin sebagian ada yang mengenalnya. Tapi dia memang tak begitu dikenal dan terkenal, sebab ia jarang memperkenalkan dirinya pada orang lain ketika tengah berkumpul dalam suatu pertemuan.
Ia sering terlihat duduk atau berdiri, di sudut, menyendiri. Menyeruput segelas es sirup beberapa kali karena untuk menghilangkan rasa ketegangannya menghadapi orang. Ia berharap orang-orang tak melihat kehadirannya, sebab ia tidak tahan dengan tatapan mata. Lelaki itu merasa jelek dan tidak patut untuk dilihat. Terlahir dengan memiliki wajah yang biasa-biasa saja. Membuat ia berpikir,
"Pantaslah aku tak ingin dikenal siapa-siapa, siapa sih aku? aku bukan siapa-siapa."gumamnya dalam hati. Lelaki itu tak menyadari bahwa apa yang dikatakan untuk dirinya sendiri dapat menjadi sugesti buruk untuknya, menciptakan aura negatif sehingga menyebabkan orang tak ingin melihat atau dekat dengannya.
Sebab ia tak pernah sekalipun menyunggingkan senyumnya, selain hanya pada ibunya. Hanya ibunya-lah yang berhak untuk mendapatkan senyum kasih tulus darinya.
Di sana, di sudut tirai ia berdiri sambil memperhatikan orang-orang yang hadir dalam jamuan makan, malam hari itu. Para laki-laki dan wanita yang saling tertawa, tersenyum dan menggoda satu sama lain, berucap kata-kata penuh kebohongan untuk membanggakan diri yang sebetulnya tak perlu dibanggakan. Lelaki itu berpikir, mereka semua mempraktekkan cara kucing yang sedang ingin kawin, atau burung merak yang memamerkan sayapnya. Untuk menarik pasangan masing-masing. Lelaki itu berpikir,
"Untuk apa? Itu semua hanyalah bualan." gumamnya dalam hati. SEcara tak sadari ia menanamkan kembali sugesti baru ke dalam pikiran alam bawah sadarnya.
Sementara suara-suara iringan musik membuat lelaki itu sedikit jengah, ia letakkan segelas es sirup itu di meja. Kemudian ia memutuskan untuk duduk. Padahal semua peserta tengah berpencar untuk mengenalkan diri satu sama lain, dengan tawa-tawa yang memuakkan.
Membuatnya benci. Satu per mati, lebih dari setengah mati.
Tidak ada yang melihatnya, sebab ia tak ingin terlihat atau dilihat. Di atas dinding terpajang sebuah spanduk besar. Sesuatu yang membuat ia tersenyum. Padahal ia tak pernah memberikan senyumnya pada siapapun selain pada ibunya saja. Tak lebih.
Tapi, mengapa kali ini ia tersenyum? Apakah ia sudah mulai menyadari akan kesalahan yang diperbuatnya sendiri akan sikap kakunya itu?
Atau mungkin, ia sebentar lagi akan ikut berkumpul karena rindu akan keramaian dan membuang rasa kesepiannya?
Lelaki itu tersenyum saat membaca tulisan spanduk, "Jamuan Makan Acara Temu Jodoh. Dua hari satu malam."
Kemudian ia mulai beralih dari tempat ia duduk dan keluar dari ruangan. Mengambil sebatang rokok di saku dan menyalakan putung rokok dengan pematiknya.
Fuufffhh...., asap-asap itu membentuk awan-awan kecil dan sempat ia terbatuk-batuk.
sementara suara-suara bising para wanita yang menggoda syahwat lelaki itu membuatnya muak. Tapi, mengapa ia harus sampai berada di tempat ini?
Apa yang dicarinya? Apa? Jika ia sendiri tak ingin terlihat, ia benar-benar tidak dilihat orang. Bahkan tak satupun yang datang menghampirinya, seorang wanita pun.
Lelaki itu berpikir,
"Pantaslah aku tak punya kekasih."
ia bergumam dalam hati, tak sadari bahwa sugesti ketiga ditanamkan kembali di dalam alam pikiran bawah sadarnya. Ia menoleh ke belakang, menatap wajah seorang wanita yang tengah berdiri menyudut di dekat tirai sambil berkali-kali terlihat menyeruput segelas minuman ditangannya. Wanita itu terlihat resah, kakinya pun tidak tenang.
Lelaki itu terus menatap wajah wanita itu. Sampai pada akhirnya tatapan mereka pun saling beradu. Di sana, disanalah, kembali senyuman itu pun tiba-tiba diberikan untuk si wanita.
"Itu wanitaku, dia kekasihku. Aku harus menghampirinya." gumam si lelaki menanamkan pikiran positif untuk pertama kalinya. Ketika ia membuang putung rokoknya, dan hendak masuk ke dalam ruangan pertemuan itu kembali. Saat langkah kakinya hendak memasuki ruang itu.
Senyum yang sempat terlintas tadi kini berubah menjadi derita, ketika dalam menit itu, ia melihat wanita yang diharap-harapkannya sudah didatangi oleh lelaki lain. Yang bukan dirinya.
lelaki itu bergumam, "Ah, aku terlambat."
Kini, ia kembali menatap sebuah spanduk besar itu, mencermati kata-katanya lalu berkata,
"Aku tak akan pernah mengikuti acara ini lagi, sebab tak ada yang melihatku."
THE END

KISAH ORANG GAGAL
Orang gagal itu selalu bertanya,
"MEngapa Tuhan tidak beri aku rezeki yang banyak?"
padahal ia sudah merasa bekerja susah payah tapi tak pernah kaya-kaya juga.
kemudian ia bertanya lagi, pada Tuhan:
"Kok Sudah capek gini ga dikasi bonus sih? Mobil kek, rumah mewah kek, apa kek. Biar semangat."
padahal ia sudah mendapatkan apa yang dipunya untuk bekerja dan semangat yang didapat dari istri dan anak-anaknya.
Orang gagal itu bertanya kembali, kali ini dengan nada dan pertanyaan yang amat kritis:
"Kalo misal aku diciptakan cuma jadi orang kere, nggak usah deh, ciptain aku! rugiin waktuku aja...!"
padahal ia dilahirkan dari rahim seorang ibu yang sangat dan selalu bersyukur telah melahirkannya di dunia dan menjadi orang yang berguna, walau hanya sebatas membantu kecil-kecilan saja.
hingga pada saat, orang gagal itu mendapatkan jawaban atas doanya:
Suatu hari ia ditawari oleh salah seorang temannya tentang pekerjaan yang benar-benar menjanjikan kekayaan dan apa yang diharapkannya, yaitu mobil, rumah mewah dan segalanya.
tetapi, karena ia merasa prosesnya tidak mudah, maka dengan sekali tebas ia mengomentari tawaran temannya tersebut;
"Sori, kalo caranya harus sesusah gitu, malas. mending jadi gini aja, ga repot-repot." jawab si orang gagal tersebut. Pada akhirnya orang yang berniat untuk membantunya pun pergi meninggalkannya. Tinggallah ia duduk sendiri sambil memandangi sebuah brosur yang diberikan oleh temannya tersebut, di mana tertulis:
"Bekerja keras, tuk raih impian, Hidup itu adalah pilihan, apakah Anda mau sukses atau tidak? Jika ya, bergabunglah!"
kemudian ia menyingkirkan brosur itu di bawah meja dan pergi meninggalkan ruangannya, asyik duduk merokok di warung sambil kembali meresahkan tentang hidupnya yang pas-pasan.
THE END
*
KISAH ORANG SUKSES
Wanita itu memperhatikan suaminya semenjak tadi, yang duduk dan berbincang-bincang dengan seorang teman lama suaminya dan menawarkan sesuatu. Saat itu, ia hanya bertugas menyuguhkan segelas teh hangat. Dan kembali ke dapur, namun, entah apa yang menggelitik hatinya ketika ia mendengar tentang impian-impian yang diucapkan oleh teman lama suaminya itu.
"Rumah, mobil dan uang yang banyak!"
ia tergiur..., tetapi kembali kecewa ketika melihat sosok suaminya itu tidak mengindahkan kata-kata temannya sendiri hingga temannya pun ngeloyor pergi, dan meninggalkan selembar brosur di atas mejanya. beberapa saat setelah itu, suaminya pun pergi keluar sambil menghisap batang rokok dan menuju ke warung tempat ia biasa berkumpul.
wanita itu mencari-cari lembaran brosur yang diletakkan di bawah meja. Diam-diam ia membacanya di dalam kamar agar tidak ketahuan oleh suaminya. di sana, ia tergugah saat membaca beberapa deret kalimat;
"Bekerja keras, tuk raih impian, Hidup itu adalah pilihan, apakah Anda mau sukses atau tidak? Jika ya, bergabunglah!"
maka, dengan semangat dan jiwa yang berkobar, ia pun mencatat nomor ponsel yang tertera di atas brosur tersebut dan kemudian menyimpan brosurnya. ia ingin...ingin sekali, walau suaminya tidak mau, tapi ia merasa yakin bahwa untuk mendapatkan impian itu adalah harus dijemput, dan tidak hanya sekedar berangan-angan kosong seperti yang dikatakan oleh suaminya tiap hari hingga ia bosan.
"Aku harus berubah, jadi lebih baik!" tanamnya dalam hati.
*
enam bulan berikutnya,
Si wanita itu terlihat jarang ada di rumah dan selalu bepergian dengan teman-teman sekerabatnya, ibu-ibu arisan dan yang lainnya. Ketika sang suami bertanya;
"Belakangan kamu nggak ada di rumah, apa yang kamu lakukan dengan teman-temanmu?"
wanita itu menjawab, "Mencari dan mendapatkan perubahan."
suaminya mengernyitkan alis, kemudian ia kembali asyik mengisap rokoknya dan berkumpul dengan teman-teman di warungnya.
satu tahun kemudian,
TIIN...TIIN...TIIN...
suara bunyi klakson berhenti tepat di depan rumahnya. Tampak sosok lelaki itu terkejut bukan main kepalang, melihat isterinya menyetir mobil baru, dan senyum-senyum ke arahnya.
"Hei, apa kau habis melacurkan diri untuk mendapatkan mobil?" tanyanya marah dan memaksa isterinya turun dari mobil. Dengan langkah tegas pun wanita itu turun dari mobil dan menghampiri semuanya, dengan santai ia pun menjawab sambil memberikan selembar brosur yang ada di tangannya, di mana selembar brosur itulah yang dulu pernah didapat oleh suaminya dan diacuhkannya begitu saja, kemudian ia mengambilnya dan mengikuti bisnis tersebut.
"Hanya dengan membaca selembar brosur ini, hidupku bisa berubah lebih baik. Dan aku mendapatkan impian itu,"
lelaki itu pun melongo saat melihat isterinya tengah berlari memanggil anak-anaknya dan meminta mereka masuk ke dalam mobil untuk diajak berjalan-jalan dengan mobil baru yang didapatnya dari hasil kerja kerasnya selama ini.
THE END
note: bermimpi boleh-boleh saja, mimpilah setinggi-tingginya dan bekerja keraslah untuk mendapatkan impian tersebut.

"Sekali lagi, aku ingin cantik, dan tidak terlihat kurus, Dok.
Bagaimana agar saya terlihat gemuk, dan vitamin apa yang harus saya minum, Dok."
(Curhat me with the doctor, last day.)
"Diminum sekali saja mbak, vitaminnya, yang obat satunya efek sampingnya mengantuk. Karena itu minumnya malam saja." ucap sang apoteker.
saya berpikir mungkin itu hanya vitamin karena saya mintanya vitamin. setelah saya pulang, lekas meminum dua vitamin dari dokter itu.
"Akhirnya sebentar lagi nafsu makanku bertambah."
sepuluh menit setelahnya, dikarenakan tidak mengerjakan tugas apa-apa, akhirnya saya pun memutuskan untuk minum saja. karena efek sampingnya mengantuk, jadi saya oke-oke saja.
sepuluh menit setelahnya, saya merasakan kaki saya kram..., otot-otot seakan dibuat tegang, kemudian perlahan-lahan melemas, dan membuat saya pun merasakan kantuk yang luar biasa hebatnya.
tidurlah dengan tenang...., seperti puteri salju yang menanti dibangunkan oleh kecupan seorang pangeran yang tampan.
dua jam kemudian, saya terbangun....
"Hoah, jam berapa yak?" saya melirik jam di ponsel yang menunjukkan pukul setengah satu siang. Padahal saya baru tertidur sekitar jam setengah sebelas.
Dua jam tertidur tiba-tiba perut kok terasa amat lapar. Lapar sekali jauh lebih dari yang biasanya saja. Pengaruh obat hebat atau sugesti nih!
saya menyantap makanan dengan lahap, satu jam kemudian membeli makanan lagi, dan satu jam lagi membeli es krim dan kue.
dahsyat!!! hebat!!! super!!!
GEMUKKKKK!!!
tetapi, tiba-tiba ada yang menggerakkan hati saya untuk bertanya dengan apoteker lain di satu tempat yang tidak jauh dari tempat praktek si dokter dan apotek di sana.
"Te..., saya tadi dikasi resep pro*** atau Siproheptadin HCl. katanya buat ningkatin nafsu makan. benar tidak, Te?" tanya saya lugu dan polos belagak seperti anak bodoh.
mimik wajah apoteker yang saya kenal itu pun langsung terkejut, "Mbak kok dikasih obat itu? Jangan, Mbak. efek sampingnya jelek sekali."
"Emang efek sampingnya apa, Te?"
"Nanti memang kelihatan gemuk, Mbak. wajahnya tapi kaya bengkak, seperti penderita penyakit beri-beri. bulat tapi bengkak. duh..., kok Mbak dikasih resep ini ya?"
"Wadoh..., masak se? tapi obatnya kecil-kecil."
"Iya, ni obat gatal-gatal, bikin tidur nyenyak. nah kalo ingin gemuk itu kan harus banyak tidurnya."
setelah percakapan cukup menegangkan itu pun akhirnya saya dianjurkan untuk membeli vitamin tanpa efek samping wajah bulat tapi menghaluskan kulit. Walopun menolong itu apoteker, tapi tetap dia juga promosi.
"mINUM aja NATUR ****, Ini juga bisa ningkatkan nafsu makan dan gemuk lo, Mbak. kulitnya nanti jadi halus, mengandung banyak vitamin E untuk wanita." katanya lagi. Padahal saya tak cocok minum kapsul kaplet segede bagong yang tidak bisa saya telan dengan mudah.
pulanglah saya dengan hati risau, "Tuh obat diminum lagi, ga ya? kalo apotekernya saja ngelarang, kok dokternya nyaranin ya? apakah terjadi perdebatan atau permusuhan antara keduanya? lalu bagaimana dengan saya?
korban, pasien...alah...semuanya.
saya masukkan semua vitamin ke dalam laci buku, seperti biasa tak pernah kuminum lagi obat-obatan itu. efek samping kok wajah bengkak, kalo cuma wajahnya saja yang terlihat gemuk. mending ditempeli bakpao saja dah!!!!
lagian sapa yang mao punya wajah kayak bakpaooooo.......
curhat on me...(saturday, 2011)

SABAR...
makna kata ini selalu mudah diucapkan oleh setiap orang. Untuk siapapun di kala kita dirundung masalah, bersabarlah maka pasti nantinya akan ada jalan keluar untukmu.
bersabarlah menghadapi sesuatu, karena orang sabar adalah yang paling disayang Tuhan.
Mengapa Tuhan sangat menyayangi orang-orang yang sabar?
sebab orang yang sabar akan lain dengan orang yang tidak sabar menghadapi sesuatu, sering mengedepankan emosi dan amarah yang membabi buta.
Sabar yang terkadang selalu dianggap remeh oleh orang-orang, apalagi jika sabar menghadapi suami yang memiliki keegoisan yang tinggi, tidak mau mengalah dan pemarah.
sebagai seorang isteri, tentunya akan mendapatkan perlakuan yang berbeda dari suami. maksud dalam arti kata berbeda di sini adalah, mendapatkan perlakuan yang tidak disangka-sangka dan lebih menyakitkan sekira tak pernah terpikir sebelumnya.
bahwa terkadang, di balik topeng sang suami yang baik, suatu saat atau ada beberapa waktu ia berubah perangai. mengapakah tiba-tiba seorang lelaki tiba-tiba tidak dapat mengendalikan diri dan emosinya di hadapan sang istri? sehingga terkadang, istri mendapatkan cacian, bahkan mungkin kekerasan fisik.
sabar..., adalah awal ucapan dari orang-orang terdekat untuk menenangkan jiwa sang istri saat menangisi perlakuan sang suami yang tiba-tiba menjadi murka.
masalah pekerjaan yang tak selesai, saat suami pulang ke rumah pasti dalam keadaan marah-marah. ketika ditanya oleh istri, malah dibentak-bentak dengan kata-kata yang tidak sopan.
ketika suami memegang keputusan thalak. di saat itulah sebenarnya ia harus memahami arti kesabaran. laki-laki yang mudah mentalak istri, tentunya posisi pertama yang didapatinya adalah, seorang suami yang tidak sabar pada istrinya. terkadang dalam keadaan emosi, ia mentalak istri.
kebalikan di jaman sekarang adalah, bukannya seorang suami yang memahami kesabaran. tetapi malah istri yang harus dan harus lebih bersabar menghadapi perangai suaminya.
mungkin saja, di antara kalian para suami, tak pernah merasakan betapa lemahnya hati wanita. ketika ia menantimu pulang bekerja, ia berharap engkau membawakan berita yang terbaik dan bukan yang terburuk tentang permasalahan kerjamu, dengan bosmu atau kawan-kawan kerjamu.
sehingga senyum yang ada saat membuka pintu rumah, berubah menjadi cemberut. dalam hati sang istri berkata, "Mengapa engkau tak bawakan aku kabar baik, setidaknya esok aku tidak resah memikirkannya."
tak ada seorang suami yang memahami hati wanita, hati istri. mereka hanya dianggap sebagai seorang istri yang dinafkahi sehingga diperbolehkan untuk diperlakukan apa saja.
mereka, tak pernah mengetahui betapa sabarnya sang istri saat mendengar cacian-cacian untuk bosmu, untuk temanmu. dan istri itu hanya berkata,
"Janganlah suka marah-marah,"
seorang istri yang bersabar...., ia selalu menanti dalam penantian. hingga ketika ia tahu kesabaranmu menghadapinya telah habis, sehingga keluarlah kata "Thalaq" itu dari mulutmu yang berbisa.
seketika membunuh jiwanya, rohnya, jantungnya bahkan impiannya di surga.
"Sabarlah untuk istrimu, dan sabarh wahai istri menghadapi perangai suami,"
setiap masalah pasti ada pemecahannya, bukanlah dengan emosi dan sangsi.
THE END....

"Tuhan menciptakan dua warna kepribadian manusia,
Hitam dan putih. Manakah yang kau pilih?"
HITAM...
ini adalah sebangsa aib yang harus kita tutupi
PUTIH...
ini adalah sebangsa topeng kebaikan yang meminta balasan. jika tidak ingin dibalas oleh manusia, maka ia masih berharap balasan dari Tuhan.
jadi, tidak ada manusia di dunia ini yang memberi tanpa mengharap balasan...., ikhlas itu masih remang-remang, tahukah Anda?
manakah yang kau pilih, kawan?
hitam atau putih?

"Jagalah aib suami, jagalah lisan dan pendengaran dari pembicaraan tidak bermutu."
maka terangkanlah arti dari kebijaksanaan berbicara. untuk wanita-wanita yang suka mencari teman dan dijadikan sebagai perkara.
hendaklah kalian berhati-hati jika menemukan seorang kerabat wanita dari teman suami. yang tiba-tiba menghubungimu untuk menanyakan kabar. karena siapa tahu, ia hanya ingin mengorek cerita pribadimu tentang suamimu yang menjadi teman sekerjanya dia.
berhati-hatilah jika tiba-tiba dia menjelekkan sifat suamimu dengan to the poin sementara engkau adalah isterinya, janganlah terpancing dengan kebaikan hatinya yang menawarkan tentang jalin rasa persahabatan, sebab engkau tidak tahu bagaimana sifat wanita itu sebenarnya. yang dari awalnya sudah memburukkan sifat pasangan walaupun memang begitu adanya.
jika tiba-tiba engkau dihubungi oleh seorang wanita yang menjadi teman kerja suamimu, maka tolaklah atau terimalah dengan baik tanpa ingin membicarakan tentang suami-suami. sebab menjaga hati, lisan dan rayuan iblis untuk menggoda manusia agar terjebur dalam jurang kedosaan adalah dengan rayuan maut lidah penggerak hati.
hati-hati jika wanita yg menghubungimu berkata, "Suamimu kasar ya orangnya? kenapa kamu mau? kalau jadi aku, aku nggak mau digituin."
sehingga ketika engkau mendengar ucapan itu, engkau pun tergerak untuk melakukan pembenaran dengan berontak. sehingga akhirnya, engkau bersedia menjadi temannya. padahal engkau belum mengenal sama sekali akan sifatnya.
begitulah adanya. hati-hati saja, sebab siapa tahu dari hubungan itu, malah hubungan cinta kalian menjadi hancur lebur. dan saat ternyata, ada udang di balik batu. di mana wanita itu memang memiliki niat untuk menghancurkan kerja suamimu.
padahal suamimu sama sekali tidak menyukai wanita itu, dan engkau malah berbalik menyukainya.
untuk kalian, para isteri. jangan suka bergunjing, apalagi tentang suami. jadikan pelajaran dan mengambil makna jika sudah terjadi.
sebab hubungan rumah tangga akan mudah retak karena orang ketiga. dan siapakah orang ketiga itu? adalah setan yang berwujud manusia.
bersikaplah diam jika itu diharuskan, dan jangan pernah sekalipun mudah terpedaya oleh tipuan sehingga engkau memberontak pada suami.
dan saat kau mendapatkan kata thalak 3 darinya, sebab engkau tak dapat menjaga lisan, lidah dan pikiranmu yang telah diracuni oleh iblis yang menyusup di hati wanita itu.
ingatlah bahwa, iblis tidak suka melihat kebahagiaan manusia. sehingga jika dia melihat pasangan itu bahagia, maka timbul iri pada hatinya dan marah, sehingga dia harus menghancurkan rumah tangga itu sampai porak poranda.
percayalah pada ucapan suami, janganlah selalu mencoba untuk kroscek di tempat yang salah, apalagi pada wanita. sebab wanita itu banyak sekali disusupi oleh iblis. mudah tergoda, terayu dan akhirnya....
jadilah iblis sesungguhnya.

kau berkata dalam tiap pesan:
"Pulanglah kamu sekarang, aku ingin berhujan-hujan tuk tenangkan pikiran. sebab kau telah menghancurkanku sedemikian rupa."
malam itu aku menitikkan air mata, entah seberapa banyak derasnya.
kau berkata bahwa usai sudah kisah cinta kita, dan aku akan pergi darimu. ke sebuah tempat yang tak kau tahu, tak ada teman yang mengenalmu. sebab aku sudah lelah berhubungan denganmu.
kau menangis dalam hujan, malam itu, kekasih.
dan terus menghujaniku dengan kiriman pesan, yang tiada habisnya menghancurkan hatiku. pada kau yang tak tahu apa itu makna rasa yang sesungguhnya.
ku tetap mencoba untuk bersabar. menangis dan berteduh hati pada sebuah pengharapan.
kau menangis dalam hujan, aku menangis dalam keasaan. kunanti dirimu lagikah di tempat ini? duduk menyudut dan menyendiri tanpamu, bertanya pada orang-orang,di manakah dirimu? apakah kau sudah pulang? mengikuti langkah sang penjual keliling yang selalu bertengger di bawah pohon. "apakah dia sudah pulang, apa kau lihat sepeda motornya? di mana dia?"
tidak, aku sangat takut kehilanganmu, wahai kekasih. sungguh, laknatlah wanita itu, laknat wanita itu dan laknat wanita itu. yang sempat terucap dari bibirku,untuk meminta pada Tuhan agar kehidupan wanita penghancur itu dirusakkan. tetapi, untuk apa aku berdoa keburukan?
jika aku lah yang patut dipersalahkan dalam hal ini. kuhancurkan impianmu yang setinggi langit, tapi aku berjanji akan menghidupkan kembali impian itu, sebab aku bertanggung jawab atas semua yang telah terjadi.
kau menangis bersama dengan datangnya hujan yang deras, aku duduk menanti di sudut dinding sambil menangis, memeluk jaketmu yang tertinggal di tempat biasa kita bertemu.
Tuhan, jangan coba kau pisahkan kami. sebab aku sangat mencintainya, jika Kau tak takdirkan aku bersamanya, maka aku akan pergi jauh dan meloncat ke jurang neraka.
cinta ini, demikian pedih nan perihnya. jalan yang tak demikian lurus dan selalu bahagia. di mana iblis selalu saja menyusup di dalam hati.
janji kita, tuk sehidup semati. usaikah?
Tuhan Yang Maha Pengasih, tanamkanlah pada tiap jiwa kami kesabaran mengarungi hidup yang demikian penuh iblis di dalamnya.
tak sedetik pun ku berniat untuk membunuh dirinya, tidak Tuhan! Sebab Kau lah yang tahu akan hati ku yang paling dalam.
Ini adalah kerikil-kerikil dalam dunia percintaan, yang sebagian orang tak menghiraukannya dan menganggapnya seperti sampah.
tetapi, lihatlah dia Tuhan!
lelaki itu menangis bertemankan hujan. tak peduli nanti tubuhnya kian demam. hanya untuk menahan rasa amarah dan mendinginkan kepala, agar ia tak memutuskan tali cintanya.
ia menerabas hujan, sementara aku duduk bertangiskan air mata.
kusadari bahwa ternyata, kita berdua sama-sama menangis. ketika air mata menjadikan peluruh hati, duka. maka malam hari itu, ketika kau telah datang.
aku menggenggam tanganmu erat-erat, dan berkata, "Jangan tinggalkan aku,"
30 Januari 2011

"Demikian cintamu yang merasa memilikinya,
padahal lelaki itu adalah milik Sang Kuasa,
dimana kau tak berhak menggenggam rohnya,
sebab pemilik roh bukan engkau, tetapi Dia,
dan ketika kau menjadi tuhan atas dirinya, maka berhaklah engkau menjalankan sesuai yang kau mau,
dan ketika lelaki itu telah menjadi boneka. maka apa pantas ia kau sebut sebagai suamimu?"
"Bumi itu bulat,
tapi tak sebulat cintamu padanya,
sebab engkau telah mengikatnya dengan tali sabut,
yang menjerat lehernya agar ia terus menatap matamu,
sudahkah kau berpikir, bahwa ia kelak akan mati,
dan jika ia mati, apa kau juga ikut mati bersamanya?
masihkah kau percaya dengan kebodohan cinta romeo julieta?
oh, wanita, kau adalah makhluk yang cantik dan pintar, tapi bukan untuk menjerat..."
"Ketika cinta berubah menjadi keterikatan,
bukanlah keterikatan tuk mengekang,
bahwa lelaki butuh kebebasan, sedang wanita butuh perhatian,
engkau takut sisi-sisi kelelakian muncul saat tak bersamanya,
hingga kau putuskan tuk ingin selalu berada di sampingnya,
agar tak satupun mata wanita berani menghadapnya...
sungguhlah kau terlalu bodoh, ketertutupan yang menjerat hatimu,
membuat dirimu tampak bodoh, dan tak berdaya..."
"Lelaki, kau hanya wajib memandangku, sebab aku isterimu.
lelaki, kau hanya wajib berdekatan dengan wanita, yang adalah isterimu dan bukan mereka.
lelaki, kau hanya wajib bercinta denganku, hingga aku akan selalu mendekapmu agar tak tergoda mereka.
lelaki, kau hanya wajib berbicara denganku, yang adalah isterimu, dan sampingkan pendapat orang lain, demi diriku...
lelaki, kau hanya wajib mencintaiku, dan buanglah seluruh simpananmu."
"Wanita, apa yang kau pikirkan tentang sebuah cincin yang melingkar jari lelaki?
tuk buktikan bahwa ia telah beristeri.
sebab kau tak ingin ia terjerat cinta lain.
wanita, apa yang kau pikirkan tentang sebuah komitmen?
tak percayakah kau pada hatinya? hingga di manapun ia berada kau selalu menguntitnya...
ah, rupanya kau tak pantas kujadikan seorang isteri..."
"Lelaki, jawabanku hanyalah, 'sebab aku sangat mencintaimu'"
"Dukha adalah penderitaan"
Tak kusesali diriku merenung, dalam sunyi...
bersembunyi di dalam lobang hitam nan tertutup selimut,
agar tak terlihat bendungan yang telah runtuh,
duduk bersaljukan mutiara palsu.
tak kusadari aku merajut kesedihan,
bahagia hanya seuntai kasih yang mudah hilang,
mengapa aku, berbalut dukha?
tak satupun mengerti apa dan mengapa?
ku selalu kesepian di tengah ramai,
sementara air mata terus tertumpah, dalam sunyi...
tak perlu aku persalahkan Tuhan, sebab Ia bukan kambing hitam.
hanya mereka yang selalu angkuh pada pendirian,
yang tak tahu bahwa dukha telah menyelimuti kehidupan mereka.
kini aku yang menanggung beban, tapi kata orang ini bukanlah beban
melainkan tanggung jawab kehidupan...yang silih berganti,,,
siapakah orang yang bisa mengerti, bahwa kedukhaan ini haruslah segera berakhir?
agar aku tak menjadi seperti seekor ikan yang di tubuhnya terbalut sirip-sirip yang kasar dan amis.
aku ingin menjadi telanjang, tak berdukha tapi bahagia...
menjadi seperti manusia yang paling bahagia...
tapi kini, langit dukha masih saja menyelimuti hati sang perawan...
sampai kapan, mendung itu memudar menjadi cerah?
agar aku bisa kembali tersenyum, dan meraih bintang di langit,
walau itu tak mungkin bisa kugapai...
setidaknya, aku hanya ingin menyingkirkan langit dukha, dalam hatiku....
31 Januari 2011

FLU...
tahukah jika kita atau kalian terserang penyakit flu.
flu seperti wabah yang datang dan dalam hitungan detik bisa menulari orang lain, lewat semprotan dahak yang tidak kita sadari?
demikian membuat tubuh kita menggigil, demam, pusing, dan pegal-pegal bahkan tidak nafsu makan.
flu, penyakit virus yang dianggap kecil karena banyak orang yang menderitanya. di mana obatnya hanyalah sekedar obat flu biasa,atau paling parah jika harus ditambah dengan antibiotik.
itulah flu, virus.
FLU...
tahukah jika setiap masalah yang diderita oleh manusia itu, jika ditularkan maka masalah itu berubah menjadi virus yang akan mengena pada orang lain?|
sehingga orang lain pun menanggung bebannya.
menjangkitinya jauh lebih merusak pikiran, jika masalah yang ditularkan itu terlalu rumit. seperti FLU yang sembuhnya adalah dengan banyak beristirahat dan tidur.
sama halnya dengan kita yang terjangkiti masalah kehidupan. jika terkena masalah, jangan ditularkan begitu cepat pada orang lain, sedahsyat FLU. karena kita sebagai penular tidak tahu apakah orang lain yang terkena tular itu memiliki tubuh yang sama dengan kita.
di mana mereka jauh lebih ringkih, dan tidak bisa menerima penyakit FLU yang kau tularkan. dan bisa saja yang telah tertular itu menularkan pada orang lain, dan mungkin bahkan jauh lebih parah untuk pihak ketiga yang mengetahuinya.
tentang penyakit FLU kita...
yang membikin demam, sakit kepala, pegal-pegal bahkan tidak nafsu makan.
jika, kita terserang FLU, jagalah jarak dengan orang lain yg ada di dekat kita agar kita tidak menularkan virus kepadanya.
sama dengan jika kita terkena masalah, lebih baik renungkan dulu dan berusaha mencari solusi dengan usaha sendiri dulu. baru kalau mentok tidak bisa menyelesaikannya, masalah itu bisa dibagikan kepada orang lain agar dibantu penyelesaian.
tetapi ingat, jangan sedahsyat FLU....
Sebab flu adalah virus...
sebab masalah kita, seperti virus...
yang mudah menular pada siapa saja....
jadi berhati-hatilah, dengan FLU!!!
04 Pebruari 2011

"Ibarat duri yang tertahan tumbuh,
ibarat gigi bungsu yang menyundul gusi,"
katakan "Sakit" saja, untuk semua jawaban, nestapa
duka itu ibarat apa?
senang itu laksana apa?
pantaskah manusia menggelora jiwa?
euforia...euforia...
gadis itu menyepi,
dalam gua ia terhimpit dua matahari
yang memaksanya tuk tunduk dan sujud
pada matahari yang sinarnya terasa sakit...
dalam dunianya ia mengaduh,
pada kedewasaan yang tak kunjung tumbuh...
sementara tangkai bunga kian memanjang,
dan usia kian menua...
duri itu masih saja tetap tertahan,
hingga bunga itu selalu menjadi bunga muda
tak ada emosi, gelora dan nafsu
sebab duri itu masih tetap tertahan
untuk tumbuh...
manusia,
tak akan menjadi dewasa jika ia tak pernah menginjak duri,
sebab sakitnya duri menusuk hati dan jiwa
lalu, bagaimana jika duri itu tertahan untuk tumbuh?
ibarat gigi bungsu yang hendak menyundul gusi,
bagaimana sakitnya?
bahwa itulah tanda kita pasti akan menua,
dengan sakit, dan bukan bahagia

Dalam lembut bibirmu, kau kata...
"Kau secantik bidadari, semanis madu pada hatimu."
Kesetiaan kau raih sekali genggam padaku,
kau berhasil! miliki aku, pujaanku.
Bintik-bintik kecil tiba-tiba menyergap,
hentikan rasa itu ketika....
Bidadari lain menyapa peluhmu,
kau kata pula pada mereka,
"Kau secantik bidadari, semanis madu pada hatimu."
Kesetiaan mereka kau raih sekali telak,
mereka berpeluk padamu. Berhasil! katamu, dia telah jadi milikku...
dan ia berkata, "Aku akan terus mendekapmu."
noda-noda kering melekat, pada halusnya pipimu.
kembali pulang terhuyung-huyung dan mabuk.
merebahkan tubuh tak melihat dibawah ada diriku...
kau tindih aku, dengan nafas aroma busukmu.
anggur...,
sungguh nian kau murtad, mengapa kau meminum anggur?
demikian kau hebat dalam seni agama,
terlintas setan pula dalam pikirmu....
dan kau berkata, "Halijahku, kau adalah bidadari tercantik yang kucinta."
sungguh pun, tak sekalipun aku memasukkannya ke dalam jiwa.
sebab kau berkata tanpa sadar, pada mabuk yang menghapuskan akalmu.
dan kau tengah tidur dengan seorang wanita,
yang melayani banyak lelaki,
pantaskah, seorang santri, menganggapku bidadari?
sama sajalah..., aku berganti dan kau pun sering berganti...
sebab aku bukanlah wanitamu, tapi wanita milik semua orang.
yang beri aku uang. dan kau, adalah sesosok laki-laki,
sesosok manusia bertopeng mantera....
Sidoarjo, 13 Februari 2011

pergilah kau teman, aku tak sudi,
atas tanya yang enggan kau jawab,
demikian rupa...
aku tak sudi,
saat aku berikan rasa hati, namun kau malah memakan hati...
tersayat-sayat, laksana daun hijau yang tergores ucapan lidahmu...
robek, sakit, berdarah, tangis...
remuk redam hatiku kian bertambah membencimu,
sejak dulu, kau tak pernah mau berbagi...
walau ku selalu berikan informasi,
namun kini aku tak sudi,
tuk berkawan denganmu lagi,
sebab kini aku tahu siapa dirimu ini,
selain manusia berpoles bajingan,
yang tersembunyi di balik mantera,
kata-kata perayu wanita,
sungguh bodohnya aku, nian...!
kata selama ini tuk percaya,
harusnya kau tak pernah kembali...
sebab itu, kini aku benar tak sudi.....

maaf...
maafkan aku, karena luka baru terbalut luka yg lebih membaru
maaf...
maafkan aku yang masih saja tak mengerti,
arti kedewasaan...
maaf...
maafkan aku, jika semua yang terjadi karena ulah syaitan
yang tiba-tiba masuk dalam hidupku...
menjamah hati suciku menjadi keruh...
maaf...
maafkan aku, jika tak lagi dapat kaupercaya..
tapi maaf,
kan kubuktikan bahwa aku bisa,
menjadi seorang istri teladan..
tiada terpengaruh bising-bising suara manusia..
antah berantah..
pembuka pintu kejahatan...
celakalah aku, celakalah aku...
ketika kakiku pun dijeratnya,
maka tanganmu kan lepaskanku...
maafkan, ah, kau sudah bosan rupanya
jelang dengar kata maafku, beribu tanpa tindak...
ku hanya mampu bicara saja,
ah, maafkan aku, my husband

ini mudah bagiku, maka orang melihat segalanya sulit.
ini mudah bagiku, maka orang melihat apa yang terjadi tak semudah itu
ini mudah bagiku, maka orang melihat apa yg kurasa tak seringan itu.
maka kukata, ini benar-benar amatlah mudah bagiku...
orang melihat sebaliknya...
resah, cemas, kerja keras dan bingung yang terlihat oleh mereka...
oh tidak...
ku bukan resah akan kebingungan apa yang kalian pikirkan
ku resah sebab apakah nanti ku masih bisa hidup di hari esok?
dan apakah kematianku sudah dekat?
maka segala apa yang kukerjakan kuanggap mudah,
walau itu terlihat amatlah sulit bagi mereka...
biarkan saja, kawan..
ini adalah hidupku...
maka jangan berkata, ini tak mudah...
sebab dengan kata itu,
kau sudah mendoakanku, bahwa hidupku tak akan pernah muda
maka katakanlah, mudah...
untuk segala yang kukerjakan dan engkau kerjakan....
Sidoarjo, 28 Pebruari 2011

anjing melaknat Tuhan Sang Pencipta dirinya, "Tuhan, mengapa Engkau ciptakan aku dengan sehina-hinanya binatang yang direndahkan oleh manusia? padahal aku tidak pintar seperti mereka, tapi aku lebih setia dari mereka.
anjing yang putus asa karena ia selalu dijadikan kambing hitam oleh manusia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dengan menabrakkan dirinya di jalanan yang penuh ramai kendaraan-kendaraan manusia.
anjing memang sengaja bunuh diri agar ia tak lagi mendapat pukulan, lemparan kayu dan batu dari para manusia gila yang sudah kehilangan otak dan seenaknya menyiksa binatang.
anjing bersumpah di saat-saat detik kematiaannya ketika sebuah mobil hendak melindas tubuhnya yang kecil, hitam, dekil dan kotor.
"Tuhan, di sini aku bunuh diri karena aku tak suka melihat kebusukan manusia yang hatinya jauh lebih busuk tetapi mengatasnamakan anjing sebagai pelampiasan mereka. dan aku ingin agar semua manusia di dunia tak lagi mengatai sesuatu dengan sebutan "anjing"...sebab, mereka tidak tahu hakikat sebenarnya kelahiran makhluk bernama anjing ini ke dunia. salah apakah aku? hingga namaku, diriku selalu dijadikan sebuah kata-kata umpatan seperti yang aku dengar, "Asu, Anjing, anjing...anjing dan anjing." lalu, kenapa manusia yang disebut anjing itu marah lantaran ia disamakan dengan anjing?
serendah itukah aku? hingga manusia yang terhina itu marah, harusnya jikalau ia bukan anjing tak perlu marah, ataukah mungkin sejatinya mereka itulah yang sebenarnya seharusnya menjadi para anjing saja?
Tuhan, aku mematikan diriku..., tapi hidupkanlah aku sebagai manusia di kehidupan kekal berikutnya...dan jadikanlah mereka yang telah mengatasnamakan namaku sebagai diriku selanjutnya, sebagai seekor anjing...anjing jalanan...."
catatan si Anjing...
20 April 2011

- Copyright © Blog Vanny Chrisma W - Devil Survivor 2 - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -